Mutasi ini dilaporkan termasuk mutasi kabur, yaitu mutasi yang memudahkan virus untuk kabur dari sistem kekebalan tubuh inangnya,[5][6] dari setidaknya satu bentuk antibodi monoklonal terhadap SARS-CoV-2.[7] Mutasi E484K ada dalam varian garis keturunan P.1 (Jepang dan Manaus),[8] garis keturunan P.2 (Brazil, juga dikenal dengan B.1.1.248),[9] dan varian 501.V2 (Afrika Selatan).[7]
Mutasi ini telah masuk ke Indonesia sejak bulan Februari 2021.[10][11]
↑"A Mutation Called Eek Emerges in Oregon". Global Health Now. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. 8 Maret 2021. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-21. Diakses tanggal 8 April 2021.