Merupakan babak kedua percakapan antara Ayub dengan ketiga sahabatnya, yang dicatat dalam pasal 15sampai 21. Mereka mengembangkan apa yang telah mereka katakan sebelumnya, hanya dengan lebih gigih lagi. Ayub dengan tabah berpaut kepada Allah, sedangkan pada saat bersamaan mempertahankan ketidaksalahannya serta tetap menegaskan bahwa penderitaannya itu tidak adil (misalnya Ayub 16:19–21).[3]
Berisi jawaban Ayub atas perkataan kedua Bildad, orang Suah, mengenai pencobaan yang dialami Ayub.
"Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu."[4]
Di tengah-tengah penderitaan dan keputusasaannya, Ayub dengan iman yang besar berpaut kepada Allah, sebab percaya bahwa pada akhirnya Tuhan akan membenarkan dirinya (bandingkan Ayub 13:15; 14:14–15). Ayub memandang Allah selaku "penebus" atau penolong. Di zaman Alkitab seorang "penebus" adalah seorang kerabat yang dengan penuh kasih datang untuk melindungi, membela, dan menolong pada masa kesulitan (lihat Imamat 25:25; Ulangan 25:5–10; Rut 1:4; juga lihat Kejadian 48:16; Keluaran 6:5; Yesaya 43:1; Hosea 13:14) dan membenarkan kerabatnya yang menderita.[3]