Sekolapedia – 09 Juli 2026 | Jakarta menjadi saksi hangatnya momen diplomatik antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India, Narendra Modi, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan yang mempertegas ikatan historis kedua bangsa. Puncak kehangatan tersebut terasa saat keduanya menghadiri acara Indian Community Reception di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa malam, 7 Juli 2026. Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk merayakan kedekatan budaya yang telah terjalin selama lebih dari 1.200 tahun.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menekankan pentingnya Indonesia untuk terus belajar dari pengalaman India sebagai negara demokrasi yang besar. Ia mengenang kembali momen bersejarah ketika dirinya menjadi tamu utama dalam peringatan Hari Republik India pada 2025 lalu. Momen tersebut memiliki resonansi historis yang kuat, mengingat Presiden pertama Indonesia, Soekarno, juga pernah diundang sebagai tamu utama pada perayaan Hari Republik India yang pertama pada tahun 1950. Prabowo menyebut takdir telah menempatkannya sebagai Presiden kedelapan Republik Indonesia yang kini melanjutkan tongkat estafet persahabatan antarnegara tersebut.
Kedekatan budaya antara kedua negara juga tercermin dalam bahasa dan tradisi. Presiden Prabowo menyoroti bahwa pengaruh peradaban India sangat kental di Indonesia, di mana sekitar separuh kosakata bahasa Indonesia memiliki akar dari bahasa Sansekerta. Hal ini menjadi modal utama bagi kedua pemimpin untuk memperkuat kemitraan strategis di berbagai bidang di masa depan. Di sisi lain, PM Modi menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat rakyat Indonesia. Ia bahkan berseloroh bahwa hubungan India dan Indonesia kini jauh lebih dari sekadar popularitas film Bollywood Kuch Kuch Hota Hai. Menurut Modi, ketika kedua negara melangkah bersama, potensi pencapaian yang bisa diraih jauh melampaui apa yang dibayangkan sebelumnya.
Kunjungan ini tidak hanya bersifat seremonial di ibu kota. Pada Rabu (8/7/2026), Presiden Prabowo dan PM Modi meninjau langsung Kompleks Candi Prambanan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di situs warisan dunia tersebut, kedua pemimpin berkomitmen untuk mempercepat proses restorasi dan konservasi. PM Modi menyatakan rasa syukurnya dapat memulai proyek ini bersama sahabatnya, Presiden Prabowo, dan menargetkan seluruh pekerjaan rampung sebelum tahun 2029. Ia bahkan berjanji akan kembali ke Indonesia untuk meresmikan hasil pemugaran tersebut sebagai festival budaya besar yang merayakan persatuan dua bangsa.
Dampak dari kehangatan hubungan ini dirasakan langsung oleh diaspora India di Indonesia. Dev Anand, seorang warga India yang telah menetap di Yogyakarta selama 37 tahun, mengaku terharu melihat interaksi akrab antara kedua pemimpin. Baginya, perhatian yang diberikan Presiden Prabowo kepada komunitas India merupakan bentuk kepemimpinan yang mengutamakan rakyat. Ia mengibaratkan Prabowo dan Modi seperti dua sosok pemimpin yang lahir dari semangat yang sama untuk melayani masyarakat. Antusiasme serupa juga ditunjukkan oleh berbagai lapisan masyarakat yang menyambut kedatangan PM Modi dengan penuh kasih sayang sejak ia mendarat di tanah air.
Secara keseluruhan, rangkaian kunjungan ini menegaskan bahwa kemitraan Indonesia-India bukan sekadar hubungan formal antarnegara. Ikatan emosional, historis, dan kultural yang kuat menjadi pondasi utama yang kokoh. Dengan komitmen untuk menyelesaikan restorasi Candi Prambanan dan semangat kerja sama yang diusung oleh Presiden Prabowo serta PM Modi, masa depan hubungan bilateral kedua negara diprediksi akan semakin erat dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat di kedua negara.



Post Comment