Universitas Leiden (LEI; bahasa Belanda:Universiteit Leidencode: nl is deprecated ; bahasa Latin:Academia Lugduno-Batavacode: la is deprecated ) adalah universitas umum di Belanda. Terletak di Leiden dan didirikan pada tahun 1575 oleh Pangeran Willem van Oranje, universitas negeri ini adalah universitas tertua di Belanda. Universitas Leiden dikenal untuk sejarah panjangnya, keunggulan di ilmu sosial dan asosiasi pelajarnya.
Kampus utamanya yang historis dan tersebar disepenjuru kota Leiden dipandang sebagai salah satu kampus terindah di Eropa. Terdapat juga kampus tambahan di kota Den Haag, yang terdiri dari Leiden University College dan Fakultas Pemerintahan dan Urusan Global. Universitas Leiden merupakan anggota dari Grup Coimbra, Europaeum, dan salah satu pendiri Liga Universitas Riset Eropa.
Pada tahun 1575, Republik Belanda yang sedang berkembang belum memiliki universitas di wilayah inti utaranya. Universitas-universitas lain di Belanda Habsburg adalah Universitas Leuven dan Universitas Douai, yang terletak di wilayah yang berada di bawah kendali Spanyol yang kuat. Pangeran Willem mendirikan Universitas Leiden untuk memberikan Belanda Utara sebuah lembaga yang dapat mendidik warganya dalam bidang agama serta menyediakan tenaga terpelajar di berbagai bidang bagi pemerintah.[2][3] Konon, Leiden dipilih sebagai penghargaan atas pertahanan heroik kota tersebut melawan serangan Spanyol pada tahun 1574. Nama Felipe II dari Spanyol, musuh Willem, tercantum dalam akta pendirian resmi karena saat itu ia masih berstatus sebagai pangeran Holland secara de jure.[4] Felipe II melarang semua rakyatnya untuk belajar di Leiden.
Lembaga baru ini awalnya berlokasi di Biara Santa Barbara, kemudian pindah ke Gereja Faliede Bagijn pada tahun 1577 (sekarang lokasi museum universitas) dan pada tahun 1581 ke bekas biara biarawatiSistersien, lokasi yang masih ditempati hingga kini, meskipun bangunan aslinya hancur akibat kebakaran pada tahun 1616.[2]
Perpustakaan Universitas Leiden memiliki lebih dari 5,2 juta buku dan lima puluh ribu jurnal. Perpustakaan ini juga memiliki koleksi manuskrip Barat dan Timur, buku cetak, arsip, cetakan, gambar, foto, peta, dan atlas. Perpustakaan ini menyimpan koleksi terbesar di dunia mengenai Indonesia dan Karibia, yang dikumpulkan oleh Institut Scaliger yang meneliti berbagai aspek penyebaran pengetahuan dan gagasan melalui teks dan gambar dari zaman kuno hingga masa kini. Pada tahun 2005, naskah Einstein mengenai teori kuantum gas ideal monatomik (kondensasi Einstein-Bose) ditemukan di salah satu perpustakaan di Leiden.[10]
Kemitraan
Pada tahun 2012, Universitas Leiden menjalin aliansi strategis dengan Universitas Teknologi Delft dan Universitas Erasmus Rotterdam guna meningkatkan kualitas penelitian dan pengajaran di masing-masing universitas. Universitas ini juga menjadi markas tidak resmi BilderbergGroup, sebuah pertemuan para tokoh politik dan ekonomi tingkat tinggi dari Amerika Utara dan Eropa. Universitas Leiden menjalin kemitraan dengan Fakultas Hukum Universitas Duke mulai tahun 2017 untuk menyelenggarakan program musim panas bersama mengenai hukum global dan transnasional dari kampusnya di Den Haag.[butuh rujukan]
Sudjono Djuned Pusponegoro, Menteri Urusan Research Nasional pertama dalam Kabinet Kerja III hingga Kabinet Dwikora I. Rektor Universitas Indonesia periode 1958 hingga 1962.
↑Schnappen, H. (1960). Niederländische Universitäten und deutsches Geistesleben von der Gründung der Universität Leiden bis ins späte 18. Jahrhundert. Neue Münstersche Beiträge zur Geschichtsforschung. Vol. 6. Münster. OCLC 3783378. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)