Sejarah
Awal mula berdiri
Pada tahun 1961, muncul gagasan dari tokoh-tokoh cendekiawan Islam di Jawa Timur untuk mendirikan fakultas-fakultas Islam yang keberadaannya di bawah naungan Departemen Agama (sekarang Kementerian Agama). Untuk merealisasikan cita-cita tersebut, maka diadakanlah suatu pertemuan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk mendirikan sebuah Perguruan Tinggi Islam dan dibentuklah Panitia Pendirian IAIN Cabang Surabaya dengan SK Menteri Agama Nomor 17 Tahun 1961.
Rapat tersebut menghasilkan keputusan untuk mendirikan dua fakultas yang menjadi cabang dari IAIN Yogyakarta (sekarang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), yaitu Fakultas Syariah di Surabaya dengan dekan Prof. K.H. A. Sjafi'i Abdul Karim dan Fakultas Tarbiyah di Malang dengan dekan Prof. Dr. Moh. Koesno, S.H,. Kemudian menjamin dan mendongkrak berdirinya dua fakultas tersebut, maka dibentuklah Yayasan Badan Wakaf Kesejahteraan Fakultas Syariah dan Tarbiyah IAIN Cabang Surabaya, yang tugasnya antara lain:
- Mengadakan persiapan pendirian IAIN Cabang Surabaya dengan dua fakultas (Fakultas Syariah di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah di Malang)
- Mempersiapkan area tanah untuk pembangunan IAIN Surabaya seluas 8 hektare di Jl. Ahmad Yani, Nomor 117, Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya.
- Menyediakan perlengkapan perkuliahan, alat administrasi kantor, dan dua kendaraan masing-masing untuk Fakultas Syariah di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah di Malang
- Menyediakan tempat tinggal untuk Guru Besar Prof. K.H. A. Sjafi'i Abdul Karim di Jalan Tales, V/18, Jagir, Wonokromo, Surabaya.
Setelah tiga tahun berdirinya dua fakultas itu, kemudian didirikanlah satu Fakultas Ushuluddin di Kota Kediri pada 1 Oktober 1964 berdasarkan SK. Menteri Agama RI Nomor 88 tahun 1964 dengan dekan K.H. A. Zaini.
Karena setelah peresmian ketiga fakultas tersebut belum memiliki bangunan gedung, maka atas saran ulama sekaligus Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, maka Fakultas Syariah Surabaya ditempatkan di Taman Pendidikan Putri NU (TPPNU) Jl. Ahmad Yani, No. 2-4, Wonokromo, Surabaya, sedangkan Fakultas Tarbiyah di Malang ditempatkan di Gedung Fakultas Tarbiyahh wal Ta'lim NU (FTTNU) Jl. Dinoyo, Malang, dan Fakultas Ushuluddin di Kediri ditempatkan di gedung SMAN 1 Kediri, Jl. Veteran, Bandar Lor, Mojoroto, Kota Kediri.
Kemudian setahun kemudian, IAIN Cabang Surabaya berdiri secara resmi dengan nama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya pada 5 Juli 1965 berdasarkan SK Menteri Agama Nomor 20 Tahun 1965. Adapun pejabat rektorat generasi pertama tersebut adalah Prof. Teungku H. Ismail Ya’qub, S.H., M.A. sebagai rektor, Prof. K.H. A. Sjafi'i Abdul Karim sebagai pembantu rektor 1, Prof. Dr. Moh. Koesno, S.H. sebagai pembantu rektor 2, dan Drs. M. Munir S.A. sebagai pembantu rektor 3.
Perkembangan
Pada periode 1965-1970, IAIN Sunan Ampel tumbuh begitu pesat, sehingga berhasil memiliki 18 fakultas yang tersebar di tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat sebagai berikut:
- Fakultas Syariah di Surabaya (1961)
- Fakultas Tarbiyah di Malang (1961)
- Fakultas Ushuluddin di Kediri (1964)
- Fakultas Tarbiyah di Jember (1966)
- Fakultas Ushuluddin di Surabaya (1966)
- Fakultas Tarbiyah di Mataram (1966)
- Fakultas Tarbiyah di Pamekasan (1966)
- Fakultas Adab di Surabaya (1966)
- Fakultas Tarbiyah di Tulungagung (1998)
- Fakultas Tarbiyah di Samarinda (1998)
- Fakultas Syariah di Bima (1969)
- Fakultas Syariah di Ponorogo (1970)
- Fakultas Tarbiyah di Bojonegoro (1970)
- Fakultas Syariah di Lumajang (1970)
- Fakultas Syariah di Pasuruan (1970)
- Fakultas Tarbiyah di Bangkalan (1970)
- Fakultas Tarbiyah di Surabaya (1970)
- Fakultas Dakwah di Surabaya (1970)
Pada periode 1971-1975, dilaksanakanlah akreditasi di lingkungan IAIN Sunan Ampel dan hasilnya adalah terdapat lima fakultas yang terpaksa ditutup dan digabung dengan fakultas sejenis yang domisilinya berdekatan dengan fakultas tersebut, yakni:
- Fakultas Tarbiyah Bangkalan
- Fakultas Tarbiytah Sumbawa
- Fakultas Syariah Surabaya
- Fakultas Syariah Lumajang
- Fakultas Syariah Bima
Pada periode 1985, Fakultas Tarbiyah di Samarinda dan diserahkan kepengurusan kepada IAIN Antasari (sekarang UIN Antasari), dan Fakultas Tarbiyah Bojonegoro dipindahkan ke Surabaya menjadi Fakultas Tarbiyah Surabaya. Pada tahun 1993 dalam perkembangannya, IAIN Sunan Ampel memiliki 11 fakultas yang tersebar di Provinsi Jawa Timur dan satu fakultas di Mataram, Nusa Tenggara Barat sebagai berikut:
- Fakultas Syariah di Surabaya
- Fakultas Tarbiyah di Malang
- Fakultas Ushuluddin di Kediri
- Fakultas Tarbiyah di Jember
- Fakultas Ushuluddin di Surabaya
- Fakultas Tarbiyah di Pamekasan
- Fakultas Adab di Surabaya
- Fakultas Tarbiyah di Tulungagung
- Fakultas Syariah di Ponorogo
- Fakultas Dakwah di Surabaya
- Fakultas Tarbiyah di Surabaya
- Fakultas Tarbiyah di Mataram
Pada tahun 1992, didirikanlah Fakultas Syariah di Mataram di bawah naungan IAIN Sunan Ampel dengan SK Menteri Agama No. 388 tahun 1993. Kemudian pada tahun 1997 sesuai dengan SK Presiden RI No. 11 Tahun 1997, fakultas-fakultas berikut di bawah ini diubah statusnya menjadi STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri), dengan demikian maka IAIN Sunan Ampel hanya memiliki fakultas di wilayah Surabaya saja. Fakultas-fakultas yang beralih menjadi STAIN tersebut adalah:
- Fakultas Tarbiyah di Malang
- Fakultas Ushuluddin di Kediri
- Fakultas Tarbiyah di Jember
- Fakultas Tarbiyah di Mataram
- Fakultas Tarbiyah di Pamekasan
- Fakultas Tarbiyah di Tulungagung
- Fakultas Syariah di Ponorogo
- Fakultas Syariah di Mataram
Peralihan IAIN menjadi UIN
Peralihan kelembagaan IAIN menjadi UIN menimbulkan tiga perspektif yang berbeda di dalam kalangan internal warga IAIN Sunan Ampel. Pertama, mereka yang menolak perubahan IAIN menjadi UIN. Mereka adalah warga IAIN Sunan Ampel yang khawatir jika mengubah IAIN menjadi UIN akan meminggirkan ilmu-ilmu agama Islam dan khawatir fakultas ilmu agama menjadi beban dan didonasi oleh fakultas lain. Kedua, mereka yang ragu-ragu dalam menerima wacana perubahan IAIN menjadi UIN, dan ketiga, adalah mereka yang warga IAIN Sunan Ampel yang ingin mengembangkan dunia pendidikan Islam ke ranah yang lebih luas, mereka didominasi oleh guru besar dan doktor-doktor muda yang memiliki konsern terhadap pengembangan SDM yang memiliki variasi keahlian, tetapi tetap berada dalam koridor Islam yang seharusnya.
Berbagai pendapat tersebut tidak menyurutkan pemangku kebijakan dalam memperjuangan pendidikan tinggi Islam. Pemangku kebijakan melihat bahwa dengan ditransformasikannya kelembagaan IAIN menjadi UIN perlu untuk dilakukan tanpa menghilangkan jati diri IAIN Sunan Ampel sebagaimana awal didirikannya.
Pada akhirnya, melalui Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2013 yang disampaikan oleh Menteri Agama Suryadharma Ali, tepatnya di tanggal 2 Oktober 2013, status kelembagaan IAIN Sunan Ampel telah resmi berubah menjadi UIN Sunan Ampel Surabaya atau Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dan disingkat dengan sebutan UINSA Surabaya.
Dalam hal ini, penyelenggaraan pendidikan oleh UIN Sunan Ampel dibangun atas semangat peneguhan nilai-nilai Islam moderat sebagai aktualisasi ari doktrin Islam sebagai rahmatan lil 'alamin. Sementara itu, kurikulum pembelajaran UIN Sunan Ampel bergerak di dua keilmuan besar, yakni keilmuan agama dan keilmuan umum, melalui proses integralisasi dalam kerangka dan model bangunan integrated twin towers, dua menara yang masing-masing mewakili keilmuan besar tersebut.
Himne
Pencipta, lirik, aransemen : M. Amin Lubis
Universitas Islam Negeri
Dharma Bhaktimu tak akan berhenti
Harum namamu nan abadi
Islam menjadi dasar tujuan
Iman dan takwa kepadamu Tuhan
Berbudi pekerti nan mulia
Menjadi lambang keagungan bangsa
Yang berasaskan Pancasila
Integrasi keilmuan, mengembangkan keislaman
Jiwa pertiwi bermartabat
Berkembang, berkembang
Puji syukur kepada-Mu
Kujunjung dan kusanjungkan
Nusa, bangsa, dan negara Indonesia
UINSA Tercinta Jaya
Mars
Pencipta, lirik, aransemen : M. Amin Lubis, 2013
Bangkit mahasiswaku harapan bangsa
Bersama masyarakat kita berkarya
Gapai rohani Islam bela agama
Budi pekerti luhur berdaya guna
Kami putra dan putri Indonesia
Berjuang dan berbakti pada negara
Cerdaskan dan abdikan hati nan suci
Jaya Universitas Islam Negeri
Terpuji UIN Sunan Ampel Surabaya
Bangga kami membangun negeri yang mulia
S'kali layar terkembang surut berpantang
Pimpin kemajuan peradaban dunia
Kami putra dan putri Indonesia
Berjuang dan berbakti pada negara
Cerdaskan dan abdikan hati nan suci
Jaya Universitas Islam Negeri
Kami putra dan putri Indonesia
Berjuang dan berbakti pada negara
Cerdaskan dan abdikan hati nan suci
Jaya Universitas Islam Negeri
Jingle
Pencipta, lirik, aransemen : M. Amin Lubis
Ayo konco podho daftaro
UIN Sunan Ampel yo cah Suroboyo
Fakultas, perpustakaan paling lengkap
Jurusane yo akeh, pancen nyoto
Oh pak rektor, pak dekan, para dosen, karyawane akas, akas, akas, akas, huh nyambut gawene
Doremifasolasido pak direktur, profesor, guru besar, mahasiswa pinter, pinter, pinter, pinter, huh nrimo ilmune
Ngoyo yo ngono iku kabeh yo ngono barokahe UIN Sunan Ampel
Ngono yo ngono iku kabeh yo ngono oleh ridhone Gusti Kang Moho Agung