Kisahnya Berawal dari tahun 1971, tanggal 24 Februari, ketika YPPI mendirikan Akademi Bank & Ekonomi Perusahaan (ABEP) Widya Gama yang kemudian berubah menjadi Akademi Bank Widya Gama dan mendapat Status Terdaftar dengan SK Kopertis Wilayah VII Nomor 066/I/1974. Kemudian tanggal 24 Februari 1974 didirikan pula Akademi Manajemen Widya Gama (Status Terdaftar SK Kopertis Wilayah VI No. 021A/I/1975), selanjutnya dilengkapi dengan berdirinya Akademi Akuntansi Widya Gama tanggal 24 Februari 1980.
Para pendirinya ialah beberapa cendekiawan muslim di Malang, yaitu:
1. H. M. Ridwan Hasyim (Mantan Anggota DPR-MPR RI tahun 1971-1988)
2. Rustam Effendy (Dosen Fakultas Ekonomi Univ. Brawijaya)
3. H.A. Mukthie Fadjar (Dosen Fakultas Hukum Univ. Brawijaya)
4. Muryati (Dosen Fakultas Ekonomi Univ. Brawijaya)
Agar lebih efisien dan agar bisa mencetak sarjana lengkap (mengingat pula bahwa gelar sarjana muda akan dihapuskan), maka YPPI menggabungkan ketiga akademi yang dimilikinya menjadi Institut Ekonomi & Manajemen (IEM) Widya Gama pada tanggal 19 September 1981 dengan izin operasional Kopertis. Meskipun secara konsepsional dan yuridis (PP No. 027/1981) berdiri-nya IEM dimungkinkan (menurut PP No. 027/1987 FE dapat dipecah menjadi Fakultas Ekonomi dan Fakultas Manajemen), tetapi karena dianggap belum lazim di Indonesia, bentuk IEM tidak disetujui Pemerintah, sehingga yang disetujui untuk gabungan tiga jurusannya (Jurusan Manajemen Keuangan, jurusan Manajemen Perusahaan, dan Jurusan Akuntansi). Pada tahun 1984 dengan SK Mendikbud No. 0344/O/84 dan 0374/O/84 Jurusan Manajemen Keuangan dan Jurusan Manajemen Perusahaan STIE Widya Gama naik statusnya menjadi Status Diakui, Pada tanggal 1 Januari 1985 Dewan Pengurus YPPI sepakat meningkatkan STIE Widya Gama menjadi Universitas Widya Gama Malang sesuai SK Mendikbud No. 0430/O/1985 jo. SK YPPI No. 01/K/YPPI/I/1985 tanggal 2 Januari 1985 yang terdiri dari empat fakultas, yaitu:
Seiring dengan tuntutan peningkatan pelayanan dan dinamika perkemabangan dalam dunia Pendidikan tinggi maka struktur organisasi Universitas Widya Gama Malang mengalami beberapa penyesuaian. Sejak tahun 2015 Rektor telah dibantu oleh tiga wakil rektor yakni Wakil Rektor I membidangi Akademik, Wakil Rektor II Membidangi Keuangan dan Kepegawaian serta wakil rektor II membidangi Kemahasiswaan dan Alumni. Pada tahun 2025 Universitas Widya Gama Malang meraih peringkat 100 Besar Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri Terbaik Berdasarkan Pemeringkatan Edurank Rangking Tahun 2025. Hal ini merupakan buah peran dan Kerjasama segenap sivitas akademika yang perlu di apresiasi. Namun tantangan kedepan semakin berat karena persaingan PT akan semakin ketat dengan upayanya masing-masing untuk peningkatan kualitas yang menjadi tuntutan pendidikan tinggi secara nasional melalui program-program pembinaan yang akan semakin ketat dengan upayanya masing-masing untuk peningkatan kualitas yang menjadi tuntutan pendidikan tinggi secara nasional melalui program-program pembinaan yang akan terus digulirkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Karena itu evaluasi secara berkelanjutan perlu dibudayakan untuk mencapai peningkatan kinerja lembaga mulai tingkat operasional di tingkat unit kerja hingga pelayanan ditingkat manajemen. Sistem pelayanan bagi stakeholder khususnya mahasiswa perlu disederhanakan dan dikonsentrasikan untuk mencapai peningkatan kepuasan layanan. Upaya pengembangan kelembagaan menuju tata kelola yang baik tidak hanya dalam aspek sistem dan struktur organisasi tetapi kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting. Bergulirnya roda regenerasi secara sehat dan selektif, pembinaan kompetensi serta kepemimpinan perlu menjadi perhatian, mengingat sumber daya manusia merupakan penggerak berjalannya sistem untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Fakultas dan lembaga
Universitas Widya Gama memiliki 5 fakultas, yaitu:
Penyelenggaraan program akademik didukung staf dosen sebanyak 108 orang yang menyebar pada 15 program studi. Saat ini jumlah dosen yang bergelar doktor mencapai 36 orang, termasuk di dalamnya 11 orang guru besar. Dosen bergelar Magister sebanyak 63 orang. Daftar dosen dapat dilihat berikut data dosen uwg malang
Program Kompetensi Unggulan
Untuk meningkatkan elastisitas lulusan dan agar dapat bersaing dalam dunia global, Universitas Widya Gama Malang memberikan kompetensi unggulan kepada mahasiswanya. Kompetensi unggulan adalah serangkaian program akademik (non kurikulum) yang wajib ditempuh oleh mahasiswa selama masa perkuliahan. Tujuannya adalah memberikan bekal kompetensi agar kualitas lulusan memiliki mutu sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan khususnya lapangan kerja. Hasil akhir dari program adalah sertifikat kompetensi yang disahkan oleh Rektor. Universitas memberikan mengajarkan kompetensi unggulan sebagai berikut.
Basic conversation, berisikan materi pengenalan percakapan umum dan dasar dalam bahasa Inggris. Materi diberikan selama 10 kali pertemuan @ 100 menit (pada semester 3 hingga 4) dalam pengelolaan Laboratorium Bahasa. Setelah ini mahasiswa diharapkan aktif dalam English Club for Student untuk memelihara dan mengeksplorasi kemampuannya.
Basic IT (Information Technology), terdiri materi pengenalan hardware IT, jaringan, developing system, dan internet. Materi diberikan selama 10 kali pertemuan @ 100 menit pada semester 4 dan atau 5. Penanggungjawab program adalah Pusat Komputer.
Kewirausahaan, terdiri materi pembentukan sikap dan mental berwirausaha, manajemen sistem produksi, kelayakan usaha/proyek, negosiasi, prosedural lembaga keuangan, dan prosedur ekspor-impor. Materi diberikan dalam 10 kali pertemuan @ 100 menit pada semester 5 dan atau 6. Penanggungjawab program adalah Pusat Pengembangan Kewirausahaan (P2K).
TOEFL (Test of English for Foreign Language), berisikan materi listening, reading comprehension, structure, and cultural understanding. Materinya sebanyak 10 kali pertemuan @ 100 menit pada semester 7 dan atau menjelang wisuda. Penanggungjawab program adalah Laboratorium Bahasa. Sasarannya adalah mahasiswa mencapai TOEFL 550 sehingga dapat meningkatkan elastisitas alumni Universitas Widya Gama pada lapangan kerja yang semakin kompetitif.
Program unggulan tersebut mulai diimplementasikan pada tahun ajaran 2005/2006. Secara internal, disiapkan oleh sekretariat program kompetensi berkoordinasi dengan Biro dan Fakultas. Sementara hubungan eksternal telah dilakukan kerjasama kesepahaman dengan pihak asosiasi eksportir, pengusaha, instansi pemerintah, serta usaha kecil dan menengah (UKM), Serta BUMN.
Peningkatan mutu
Peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Universitas Widya Gama Malang senantiasa terus diupayakan. Dalam periode 2007 – 2011, kualitas diupayakan melalui berbagai kebijakan dan program dalam rambu-rambu kualitas pendidikan tinggi tingkat sarjana (development for undergraduate education) yang disebut dengan LRAISE, yakni singkatan dari komponen-komponen Leadership, Relevance, Academic Atmosphere, Internal Management and Organization, Sustainability, dan Efficiency and productivity. Upaya peningkatan kualitas dalam keadaan apapun wajib dilakukan sebagai komitmen sebuah perguruan tinggi (magistrorum scholarium). Hal ini juga sejalan dengan visi Universitas yakni menjadi Menjadi Universitas bermutu yang mandiri dan bermartabat. Mutu dibangun dari competency dan consistency. Selanjutnya mutu menjadi modal bagi lahirnya competitiveness sebagai bentuk kesiapan Universitas ini menjalankan kehidupannya di tengah perubahan lingkungan strategis. Berbagai hal-hal positif berhasil dicapai Universitas melalui bechmarking, prestasi, atau penghargaan. Benchmarking Universitas Widyagama Malang secara umum menempati posisi yang baik ditengah-tengah dinamika perguruan tinggi swasta (PTS), dalam ukuran rangking. Prestasi sivitas akademika juga cukup membanggakan. Saat ini dosen bergelar doktor berjumlah 46 orang, dan 10 guru besar. Dosen-dosen sudah mampu meraih hibah penelitian dalam derajad tertinggi, antara lain penulisan buku ajar, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat), HAKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dalam wujud Paten. Mahasiswa juga berhasil mengakses ajang kompetisi tingkat nasional dalam program-program Dikti, misalnya Program Kreativitas Mahasiswa. Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Berbagai hibah institusi juga mampu diperoleh untuk penguatan fungsi-fungsi kelembagaan Universitas.
Penjaminan Mutu
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan salah satu bagian penting dalam mencapai peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Sebagai media peningkatan kualitas PT maka program ini telah dimonitor oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan dijadikan sebagai salah satu bagian evaluasi dalam program hibah-hibah institusi. Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Widya Gama Malang terbentuk pada tahun 2007. Aktivitas BPM diawali fokus pada bidang akademik yang selanjutnya disebut sebagai Sistem Penjaminan Mutu Akademik yang kemudian menyusun Manual Mutu Akademik. Manual Mutu tersebut sudah disosialisasikan kepada unit kerja di lingkungan universitas, dan sudah dilakukan pelatihan untuk menyusun Dokumen Implementasi Penjaminan Mutu (Manual Prosedur, Instruksi Kerja dan Borang), tetapi pelaksanaan, monitoring dan evaluasi baru dapat dijalankan sejak tahun 2008. Universitas Widya Gama Malang pada tahun 2009 meningkatkan Sistem Penjaminan Mutu Akademik menjadi SPMI (Standar Penjaminan Mutu Internal) yang mengacu pada SNP (Standar Nasional Pendidikan) sebagaimana yang diamanatkan PP No. 19 tahun 2005. Kebijakan universitas ini dimulai dengan merivisi Manual Mutu Akademik menjadi Manual Mutu UWG (Peraturan Rektor No 2 Tahun 2009) sebagaimana standar mutu sesuai PP No. 19 tahun 2005. Dokumen implementasi meliputi Manual Prosedur, Instruksi Kerja dan Borang telah tersusun melalui Program Hibah Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PHP-PTS) tahun 2010.Kelengkapan dokumen tersebut juga sebagai bagian penting dalam evaluasi akreditasi program studi.Dengan tersusunnya kelengkapan dokumen tersebut maka perlu dilakukan sosialisasi lebih lanjut dan penetapan mekanisme pelaksanaan monitoring dan evaluasinya sehingga diharapkan sistem penjaminan mutu secara menyeluruh akan dapat berjalan dimasa mendatang secara berkelanjutan. Pencapaian jaminan mutu melalui SNP merupakan bentuk upaya memenuhi standar dalam skala nasional, dengan adanya globalisasi yang ditandai dengan dimulai pasar bebas maka pada masa mendatang standar jaminan mutu perlu diarahkan untuk mencapai jaminan mutu skala internasional (ISO). Karena itu pencapaian SNP merupakan modal dasar untuk ditingkatkan dalam rangka mencapai jaminan mutu skala internasional.
Penghargaan
Universitas Widya Gama Malang mendapatkan berbagai prestasi/penghargaan institusi antara lain