Slopaganda adalah sebuah lakuran dari "AI slop" (konten sampah AI) dan "propaganda", yang merujuk pada konten yang dihasilkan AI yang dirancang untuk memanipulasi keyakinan, emosi, dan pengambilan keputusan politik dalam skala besar. Istilah ini dicetuskan oleh Michał Klincewicz, seorang asisten profesor di Departemen Ilmu Kognitif Komputasional di Universitas Tilburg, pada tahun 2025.[1]
Definisi
Slopaganda dibedakan dari propaganda tradisional oleh tiga ciri: skala, cakupan, dan kecepatan.[2]AI generatif memungkinkan produksi konten dalam volume besar secara cepat dan dengan biaya rendah, memungkinkan pengiriman pesan yang sangat dipersonalisasi dan ditargetkan pada sub-audiens tertentu, serta memanfaatkan hiper-konektivitas jejaring sosial untuk mempercepat penyebaran melampaui apa yang dapat dicapai oleh media konvensional.[1][3]
Tidak seperti propaganda tradisional, yang menyampaikan pesan seragam kepada semua penerimanya, slopaganda dapat ditargetkan secara mikro, disesuaikan dengan tiap individu berdasarkan perkiraan keyakinan mereka sebelumnya untuk memperkuat bias politik atau asosiasi emosional. Para penulis jurnal tersebut mencatat bahwa hal ini tidak selalu bertujuan untuk melakukan penipuan harfiah: sebagian besar slopaganda lebih bersifat ekspresif alih-alih memaparkan nilai kebenaran, dirancang untuk menciptakan asosiasi emosional daripada membangun keyakinan faktual yang salah.[1]
Slopaganda adalah bagian dari AI slop, konten berkualitas rendah yang dihasilkan AI dan diproduksi secara massal, yang dibedakan berdasarkan niatnya. Ketika AI slop mungkin saja diproduksi tanpa pandang bulu untuk tujuan komersial atau sekadar mendulang interaksi (engagement-farming), slopaganda disebarkan dengan tujuan politik atau ideologis yang disengaja.[4]
Contoh terkemuka
Contoh-contoh yang dibahas oleh para pencetus istilah ini mencakup penggunaan AI yang masif oleh Donald Trump dalam berbagai kiriman di Truth Social dan video musik bertema Lego dari Iran.[5] Video-video yang dihasilkan AI yang diunggah oleh Gedung Putih yang mencampur rekaman militer asli dengan klip dari film dan permainan video; serta audio deepfake yang meniru para kandidat politik selama kampanye presiden AS 2024 juga telah diberi label sebagai slopaganda.[4]