Situs PangindelanAbang atau disebut juga sebagai PengindelanAbang merupakan situs peninggalan masa kejayaan Kesultanan Banten yangditetapkan sebagai cagar budaya di Wilayah Banten Lama sejak 16 Juni 1998.[1][2] Lokasinya berada di Jln. Tasikardi Banten Lama, Pamengkang, Kec. Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten, yang letaknya berada di tengah sawah penduduk dan sekitar 300 meter di sebelah selatan situs Pengindelan Putih.[3] Situs Pangindelan Abang berfungsi sebagai tahap penyaringan air yang pertama dalam sistem pengolahan air baku dari Sungai Cibanten. Proses ini diawali dengan pengendapan dan penyaringan di Pangindelan Abang, kemudian dilanjutkan dengan penyaringan di Situs Penginedalan Putih, sebelum akhirnya dijernihkan kembali di situs Pangindelan Emas. Air bersih hasil penyaringan tersebut kemudian dialirkan untuk kebutuhan Keraton Kesultanan, yaitu Keraton Surosowan, serta ke berbagai titik di lokasi lainnya di wilayah perkotaan.[3][4] Saat ini bangunan Pangindelan Abang masih berdiri dengan struktur bangunan yang utuh, mulai dari atap dan bagian dinding. Meski demikian, kondisi fisiknyanya menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas yang ditandai dengan pertumbuhan lumut serta, permukaan dinding maupun atap yang menghitam.[1]
Sejarah
Situs Pangindelan Abang dibangun pada masa Kesultanan Banten yaitu, Sultan Maulana Yusuf pada tahun 1570-1580 M.[5] Bangunan bata yang berbentuk persegi panjang ini merupakan karya Hendrik Lucasz Cardeel.[1]
↑DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI BANTEN (2005). RAGAM PUSAKA BUDAYA BANTEN(PDF). Serang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)