Ci Banten atau Sungai Cibanten (juga disebut Ci Peteh) adalah nama sungai yang terdapat di ProvinsiBanten, Indonesia. Sungai sepanjang sekira 35km ini berhulu pada kawasan sekitar lereng utara Gunung Karang di Desa Sukarena, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. Kemudian mengalir ke utara melintasi Kota Serang sebelum bermuara di pesisir utara Pulau Jawa. Kota Serang memanfaatkan aliran Ci Banten untuk irigasi mengairi persawahan seluas 1.289 ha, terdiri dari 807 ha yang diairi induk, 350 ha yang diairi sekunder kemang, dan 132 ha diairi sekunder miring. Panjang saluran irigasi Ci Banten yakni 20,1km, dengan rincian saluran induknya 13,477km, sekunder kemang 2,783km, dan sekunder miring 3,85km.[3] Sungai Cibanten memiliki anak sungai seperti Sungai Cikaduan, Sungai Cipadukan, Sungai Cilandak, Sungai Ciwadas, Sungai Ciconggeang, Sungai Ciwaringin, dan Sungai Ciguha.
Hidrologi DAS
Sungai Cibanten merupakan aliran utama pada sistem DAS Cibanten yang memiliki luas 281km2 (108sqmi).[1] Hulu DAS Cibanten berbatasan dengan hulu DAS Cidurian dan DAS Cidanau yang bertemu di puncak Gunung Karang. Perbatasan DAS tersbut mulai dari puncak Gunung Karang hingga sepanjang punggung lereng curam dari lembah Rawa Danau yang merupakan kawasan cagar alam. Disebelah barat berbatasan dengan DAS Kedungingas dari hulu DAS hingga ke bagian hilir di wilayah perairan Teluk Banten. Sebelah Timur berbatasan dengan DAS Cidurian pada bagian hulu DAS dan DAS Ciwaka mulai dari tengah hingga ke bagian hilir DAS di wilayah perairan Teluk Banten.[4]
Sungai ini mengalir di sepanjang wilayah barat laut pulau Jawa yang beriklim hutan hujan tropis (kode: Af menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[6] Suhu rata-rata setahun sekitar 25°C. Bulan terpanas adalah Oktober, dengan suhu rata-rata 28°C, and terdingin Januari, sekitar 24°C.[7] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 3471mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Februari, dengan rata-rata 429mm, dan yang terendah September, rata-rata 116mm.[8]