Situs Pangindelan Emas atau disebut juga sebagai Pengindelan Emas merupakan situs peninggalan masa kejayaan Kesultanan Banten yang kini ditetapkan sebagai cagar budaya di Wilayah Banten Lama. Tepatnya berada di kampung Sukadiri, Kasunyatan, Kasemen, Kota Serang, Banten, yang letaknya berada di tengah sawah penduduk.[1][2] Situs Pangindelan Emas berfungsi sebagai tahap penyaringan air yang ketiga atau terakhir dalam sistem pengolahan air baku dari Sungai Cibanten. Proses ini diawali dengan pengendapan dan penyaringan di Situs Pengindelan Abang, kemudian dilanjutkan dengan penyaringan di Situs Penginedalan Putih, sebelum akhirnya dijernihkan kembali di Pangindelan Emas. Air bersih hasil penyaringan tersebut kemudian dialirkan untuk kebutuhan Keraton Kesultanan, yaitu Keraton Surosowan, serta ke berbagai titik di lokasi lainnya di wilayah perkotaan.[3][1][2][4] Saat ini bangunan Pangindelan Emas hanya menyisakan setengah struktur bangunan dengan bagian atap yang sudah hancur, serta di bagian depan yang masih terdapat sisia saluran air dari batu bata.[2]
Situs Pangindelan Emas atau Pengindelan Emas pada tahun 2026
Sejarah
Situs Pangindelan Emas dibangun pada masa Kesultanan Banten yaitu, Sultan Maulana Yusuf pada tahun 1570-1580 M.[5] Bangunan bata yang berbentuk persegi panjang ini merupakan karya Lucas Cardeel.[2]
Referensi
12Pusdatin Kemendikbudristek (2022). "Pengindelan Emas". budaya.data.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 24 Februari 2026.
↑DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
PROVINSI BANTEN (2005). RAGAM PUSAKA BUDAYA BANTEN(PDF). Serang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten.Pemeliharaan CS1: Status URL (link)