Seyed Reza Bahaadini (29 Maret 1908–19 Juli 1997) adalah seorang ahli hukum SyiahIran, pengajar etika, dan mistisisme praktis. Ia merupakan salah satu murid Abdul-Karim Haeri Yazdi, Seyyed Mohammad Hojjat Kooh Kamari, Seyyed Mohammad Taghi Khansari,[1] dan Hossein Borujerdi. Kesibukan dan ketenarannya yang terbesar berasal dari ceramah serta diskusi publik maupun pribadi mengenai kursus etika Islam, yang terus berlangsung hingga hari-hari terakhir hidupnya.[2][3]
Kehidupan awal
Seyed Reza Bahaadini lahir pada 29 Maret 1908 di Qom, Iran. Garis keturunannya bersambung kepada Ali al-Sajjad (Imam keempat dalam Islam Syiah).[4] Ayahnya, Seyed Safi al-Din, adalah seorang yang saleh dan salah satu pelayan di Makam Fatima Masumeh. Ia memiliki pendidikan hauzah dan menguasai kajian Al-Qur'an. Ibunya, Fatemeh Soltan, berasal dari keturunan keluarga Mulla Sadra, seorang mistikus dan filsuf Islam Syiah Dua Belas Imam asal Persia.[5][6]
Pendidikan dan karier
Sejak usia dua tahun, ia dikirim ke sekolah dasar setempat untuk mempelajari surah-surah Al-Qur'an. Setelah belajar membaca Al-Qur'an, ia mempelajari baca tulis.[7] Pada usia enam tahun, ia masuk ke Hauzah Qom, tempat ia mulai mempelajari ilmu-ilmu agama. Ia memasuki Madrasah Feyziyeh pada usia 12 tahun setelah lulus ujian masuk.[8]
Karena kecerdasannya yang luar biasa, ia menarik perhatian para pengajar sejak awal dan mulai mempelajari bidang-bidang khusus di bawah bimbingan profesor seperti Sheikh Abolghasem Qomi (meninggal 1934)[9] dan Mohammad Taghi Bafghi (meninggal 1946).[10][11] Ia juga menyelesaikan jenjang menengah pendidikan hauzah bersama para pengajar seperti Mirza Mohammad Ali Adib Tehrani (meninggal 1949),[12] Mirza Mohammad Razini Hamedani (meninggal 1999),[13] Mullah Ali Masoumi Hamadani (meninggal 1978),[14] dan Sadr al-Din al-Sadr (meninggal 1953).[15]
Pada usia 19 tahun, ia mulai mengikuti jenjang tertinggi pendidikan hauzah seperti fikih Islam dan usul fikih di bawah bimbingan Abdul-Karim Haeri Yazdi (meninggal 1937), dan setelah itu ia mengikuti pelajaran Seyyed Mohammad Hojjat Kooh Kamari (meninggal 1953), Seyyed Mohammad Taghi Khansari (meninggal 1952), serta Hossein Borujerdi (meninggal 1961).[16] Sejak saat itu, ia mulai mengajar mata pelajaran umum seperti sastra, fikih Islam, dan usul fikih selama bertahun-tahun. Setelah itu, selama hampir dua puluh tahun ia mengajar jenjang tertinggi pendidikan hauzah di Hauzah Qom.[17][3][15]
Kehidupan pribadi
Seyed Reza Bahaadini menikah pada usia tujuh belas tahun. Ia memiliki dua putra dan delapan putri.[18]
Kematian
Seyed Reza Bahaadini meninggal pada 19 Juli 1997[19] di Qom dan dimakamkan di Makam Fatima Masumeh[20] di samping makam gurunya, Abdul-Karim Haeri Yazdi. Sehari setelah wafatnya Seyed Reza Bahaadini, pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, mengeluarkan pernyataan belasungkawa resmi untuk menghormatinya.[21]