Republik Rakyat Kamboja (RRK) atau Republik Rakyat Kampuchea (PRK) adalah sebuah negara yang diakui secara parsial di Asia Tenggara yang berdiri dari tahun 1979 hingga 1989. Negara ini merupakan negara satelitVietnam, yang didirikan di Kamboja oleh Front Persatuan Kamboja untuk Keselamatan Nasional yang didukung oleh Vietnam, sebuah kelompok komunis Kamboja yang tidak puas dengan Khmer Merah karena pemerintahannya yang menindas dan membelot dari negara tersebut setelah penggulinganKamboja Demokratik, pemerintahan Pol Pot. Dibawa oleh invasi dari Vietnam,[4][5] yang mengusir tentara Khmer Merah, kelompok ini menjadikan Vietnam dan Uni Soviet sebagai sekutu utamanya.
RRK gagal mengamankan persetujuan PBB karena adanya campur tangan diplomatik China, Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara ASEAN. Tempat duduk Kamboja di PBB dipegang oleh Koalisi Pemerintahan Kamboja Demokratik, yang merupakan koalisi antara Khmer Merah dengan dua faksi gerilya non-komunis. Namun demikian, RRK termasuk pemerintah de facto Kamboja antara 1979 dan 1992, walaupun dengan pengakuan internasional terbatas di luar Blok Soviet.
Bermula di bulan Mei 1989, RRK menggunakan kembali nama "Kamboja" dengan menamai kembali negara yaitu Negara Kamboja (State of Cambodia (SOC)) selama empat tahun belakangan keberadaannya dengan tujuan menarik simpati internasional. Namun demikian, sebagian besar tetap bertahan pada pola kepemimpinannya dan struktur satu-partai ketika transisi dan bertahap membuka jalan kepada restorasi Kerajaan Kamboja. RRK/NK berdiri sebagai negara komunis dari tahun 1979 hingga 1991, tahun dimana pemerintahan partai tunggal diingkari oleh ideologi Marxisme–Leninisme.
Di bawah kendali Vietnam, RRK didirikan di atas puing-puing kehancuran total lembaga-lembaga negara, infrastruktur, dan intelijen yang dihancurkan pada masa pemerintahan Khmer Merah.