Pete Townshend
Pete Townshend | |
|---|---|
Townshend pada 2012 | |
| Informasi latar belakang | |
| Nama lahir | Peter Dennis Blandford Townshend |
| Nama lain | Bijou Drains |
| Lahir | Peter Dennis Blandford Townshend 19 Mei 1945 (umur 81) |
| Asal | London, Inggris |
| Genre | |
| Pekerjaan |
|
| Instrumen |
|
| Tahun aktif | 1960–sekarang |
| Label | |
| Pasangan | |
| Situs web | thewho |
Peter Dennis Blandford Townshend (/ˈtaʊnzənd/; lahir 19 Mei 1945) adalah musisi dan penulis lagu Inggris. Ia adalah salah satu pendiri, gitaris, pemain kibor, vokalis utama kedua, dan penulis lagu utama The Who, salah satu grup musik rok paling berpengaruh pada 1960-an dan 1970-an.[2][3] Gaya bermainnya yang agresif, teknik penulisan lagu yang puitis, dan penciptaannya atas dua opera rok bersama The Who, serta proyek-proyek lainnya, membuatnya mendapat pujian kritis.
Townshend telah menulis lebih dari 100 lagu untuk 12 album studio The Who. Karya-karya tersebut mencakup album konsep, opera rok Tommy (1969) dan Quadrophenia (1973), serta karya-karya rok populer yang menjadi andalan radio seperti Who's Next (1971); juga puluhan lagu lainnya yang muncul sebagai singel nonalbum, trek bonus pada terbitan ulang, dan trek pada album kompilasi raritas seperti Odds & Sods (1974). Ia juga telah menulis lebih dari 100 lagu yang muncul dalam album-album solonya, serta jingle radio dan lagu tema televisi.
Meskipun terutama dikenal sebagai gitaris, Townshend juga memainkan kibor, banjo, akordeon, harmonika, ukulele, mandolin, biola, penyintesis, gitar bas, dan drum; ia mempelajari sendiri semua instrumen tersebut dan turut bermain dalam album-album solonya sendiri, beberapa album The Who, serta sebagai musisi tamu dalam berbagai rekaman artis lain. Townshend juga telah berkontribusi pada dan menulis banyak artikel surat kabar dan majalah, ulasan buku, esai, buku, dan naskah, serta berkolaborasi sebagai penulis lirik dan komponis untuk banyak musisi lainnya.
Pada 1983, Townshend menerima Brit Award untuk Pencapaian Seumur Hidup dan pada 1990 ia dimasukkan ke Rock and Roll Hall of Fame sebagai anggota The Who. Townshend menduduki peringkat No. 3 dalam daftar Gitaris Terbaik 1994 karya Dave Marsh dalam The New Book of Rock Lists.[4] Pada 2001, ia menerima Grammy Lifetime Achievement Award sebagai anggota The Who; dan pada 2008 ia menerima Kennedy Center Honors. Ia menduduki peringkat No. 10 dalam daftar 50 gitaris terbaik Gibson.com tahun 2011,[5] dan No. 37 dalam daftar 250 gitaris terhebat sepanjang masa tahun 2023 versi Rolling Stone.[6] Ia dan Roger Daltrey menerima Penghargaan George dan Ira Gershwin untuk Pencapaian Musikal Seumur Hidup di UCLA pada 21 Mei 2016.[7][8]
Kehidupan awal dan pendidikan
Townshend lahir di Chiswick, West London, di Chiswick Hospital, Netheravon Road, Inggris. Ia berasal dari keluarga musisi: ayahnya, Cliff Townshend, adalah pemain saksofon alto profesional dalam grup musik dansa Angkatan Udara Britania Raya The Squadronaires, sedangkan ibunya, Betty (née Dennis), adalah penyanyi bersama Sidney Torch dan Les Douglass Orchestras.[9]
Pernikahan Cliff dan Betty Townshend penuh gejolak. Keduanya banyak minum alkohol dan bertemperamen keras. Cliff Townshend sering berada jauh dari keluarganya karena melakukan tur bersama grup musiknya, sementara Betty berselingkuh dengan pria lain. Keduanya berpisah ketika Townshend masih balita dan ia dikirim untuk tinggal bersama nenek dari pihak ibunya, Emma Dennis, yang kemudian digambarkan Pete sebagai "gila secara klinis"; ia kemudian menyebut pengalaman ini tanpa disadarinya memengaruhi alur cerita Tommy.[10] Perpisahan selama dua tahun tersebut berakhir ketika Cliff dan Betty membeli rumah bersama di Woodgrange Avenue, Acton, dan Pete kecil dengan gembira berkumpul kembali dengan orang tuanya.[11] Lingkungannya sepertiga dihuni orang Polandia, dan sebuah keluarga Yahudi yang taat di lantai atas berbagi tempat tinggal dan memasak bersama mereka—banyak sahabat terdekat ayahnya adalah orang Yahudi.[12]
Townshend mengatakan bahwa ia tidak memiliki banyak teman ketika tumbuh besar, sehingga ia menghabiskan sebagian besar masa kanak-kanaknya dengan membaca novel petualangan seperti Perjalanan Gulliver dan Pulau Harta Karun. Ia menikmati perjalanan keluarganya yang sering ke tepi laut dan Pulau Man. Dalam salah satu perjalanan ini pada musim panas 1956, ia berulang kali menonton film tahun 1956 Rock Around the Clock, yang memicu ketertarikannya pada rock and roll Amerika.[13]
Tidak lama kemudian, ia pergi menonton Bill Haley tampil di London, yang menjadi konser pertama Townshend.[14] Pada saat itu, ia tidak membayangkan dirinya mengejar karier sebagai musisi profesional; sebaliknya, ia ingin menjadi jurnalis.[15]
Setelah lulus ujian eleven-plus, Townshend bersekolah di Acton County Grammar School.[16] Di Acton County, ia sering dirundung karena hidungnya besar, sebuah pengalaman yang sangat memengaruhinya. Neneknya, Emma, membelikan gitar pertamanya untuk Natal 1956, sebuah model Spanyol yang murah.[17] Meskipun ayahnya mengajarinya beberapa akor, Townshend sebagian besar belajar sendiri memainkan instrumen tersebut dan tidak pernah belajar membaca notasi musik.[18] Townshend dan teman sekolahnya John Entwistle membentuk grup jaz tradisional berumur pendek, The Confederates, dengan Townshend memainkan banjo dan Entwistle alat musik tiup.[19] The Confederates manggung di Congo Club, sebuah klub pemuda yang dikelola Acton Congregational Church, dan membawakan ulang lagu-lagu Acker Bilk, Kenny Ball, dan Lonnie Donegan.[20] Namun, keduanya kemudian dipengaruhi oleh meningkatnya popularitas rock 'n' roll, dengan Townshend khususnya mengagumi singel debut Cliff Richard, "Move It".[21] Townshend meninggalkan The Confederates setelah berkelahi dengan drumer grup tersebut, Chris Sherwin, dan membeli sebuah "gitar Cekoslowakia yang lumayan bagus" di toko barang antik milik ibunya.[22]
Saudara laki-laki Townshend, Paul dan Simon, masing-masing lahir pada 1957 dan 1960.[23] Karena tidak memiliki nilai yang diperlukan untuk masuk universitas, Townshend dihadapkan pada pilihan antara sekolah seni, sekolah musik, atau mencari pekerjaan.[24] Ia akhirnya memilih mempelajari desain grafis di Ealing Art College, dan mulai berkuliah pada 1961. Di Ealing, Townshend belajar bersama Ronnie Wood, yang kelak menjadi gitaris Rolling Stones. Townshend keluar pada 1964 untuk berfokus penuh waktu pada musik.[25]
Karier musik
1961–1964: The Detours
Pada akhir 1961, Entwistle bergabung dengan The Detours, sebuah grup skiffle/rock and roll yang dipimpin Roger Daltrey. Pemain bas baru tersebut kemudian menyarankan agar Townshend bergabung sebagai gitaris tambahan.[26] Pada masa awal The Detours, repertoar grup tersebut terdiri dari karya instrumental oleh The Shadows dan The Ventures, serta versi daur ulang pop dan jaz tradisional. Formasi mereka kemudian terbentuk dengan Roger Daltrey pada gitar ritme, Townshend pada gitar utama, Entwistle pada bas, Doug Sandom pada drum, dan Colin Dawson sebagai vokalis.[27] Daltrey dianggap sebagai pemimpin grup dan, menurut Townshend, "menjalankan semuanya sesuai keinginannya".[28]
Dawson keluar pada 1962 setelah terlalu sering berselisih dengan Daltrey, yang kemudian menjadi vokalis utama. Akibatnya, dengan dorongan Entwistle, Townshend menjadi satu-satunya gitaris. Melalui ibu Townshend, grup tersebut memperoleh kontrak manajemen dengan promotor lokal Robert Druce, yang mulai mengatur penampilan mereka sebagai penampil pendukung bagi grup-grup termasuk Screaming Lord Sutch, Cliff Bennett and the Rebel Rousers, Shane Fenton and the Fentones, serta Johnny Kidd and the Pirates.[29] Pada 1963, ayah Townshend mengatur rekaman amatir "It Was You", lagu pertama yang pernah ditulis putranya.[30] The Detours mengetahui adanya grup dengan nama yang sama pada Februari 1964, sehingga mereka harus mengganti nama.[31] Teman sekamar Townshend, Richard Barnes, mengusulkan "The Who", dan Daltrey memutuskan bahwa itu adalah pilihan terbaik.[32]
1964–1982: The Who

Tidak lama setelah pergantian nama, drumer Doug Sandom digantikan oleh Keith Moon, yang telah bermain drum secara semiprofesional bersama The Beachcombers selama beberapa tahun.[33] Grup tersebut kemudian ditangani oleh seorang publisis mod bernama Peter Meaden, yang meyakinkan mereka untuk mengganti nama menjadi The High Numbers agar grup tersebut lebih bernuansa mod. Setelah merilis satu singel yang gagal ("I'm the Face"/"Zoot Suit"), mereka meninggalkan Meaden dan menandatangani kontrak dengan dua manajer baru, Chris Stamp dan Kit Lambert, yang bekerja sama dengan tujuan menemukan bakat baru dan membuat film dokumenter tentang mereka.[34] Grup tersebut menginginkan nama yang dirasa paling mewakili mereka, lalu meninggalkan nama The High Numbers dan kembali menggunakan nama The Who.[35] Pada Juni 1964, saat tampil di Railway Tavern, Townshend tanpa sengaja mematahkan bagian atas gitarnya pada langit-langit yang rendah dan kemudian menghancurkan seluruh instrumen tersebut. Penghancuran instrumen di atas panggung segera menjadi bagian rutin dari pertunjukan langsung The Who.[36]
Dengan bantuan Lambert, The Who menarik perhatian produser rekaman Amerika Shel Talmy, yang mengontrak grup tersebut untuk rekaman. Townshend menulis sebuah lagu, "I Can't Explain", sebagai tiruan yang disengaja dari gaya The Kinks, grup lain yang diproduseri Talmy. Dirilis sebagai singel pada Januari 1965, "I Can't Explain" menjadi hit pertama The Who, mencapai peringkat delapan di tangga lagu Britania.[37] Singel lanjutan, "Anyway, Anyhow, Anywhere", yang dikreditkan kepada Townshend dan Daltrey, juga mencapai 10 besar di Britania Raya.[38] Namun, perilisan singel ketiga The Who, "My Generation", pada Novemberlah yang, menurut penulis biografi The Who Mark Wilkerson, "mengukuhkan reputasi mereka sebagai grup yang keras dan tanpa kompromi yang mencerminkan perasaan ribuan remaja yang muak pada saat itu."[39] Singel yang ditulis Townshend tersebut mencapai peringkat dua di tangga lagu Britania Raya, menjadi hit terbesar The Who. Lagu tersebut dan baris terkenalnya, "Saya harap saya mati sebelum menjadi tua", "sangat berkaitan dengan upaya mencari tempat dalam masyarakat", kata Townshend dalam wawancara dengan David Fricke.[40]
Untuk memanfaatkan kesuksesan singel terbaru mereka, album debut The Who, My Generation (The Who Sings My Generation di AS), dirilis pada akhir 1965, berisi materi asli yang ditulis Townshend dan beberapa lagu James Brown yang dibawakan ulang dan disukai Daltrey.[41] Townshend terus menulis sejumlah singel sukses untuk grup tersebut, termasuk "Pictures of Lily", "Substitute", "I'm a Boy", dan "Happy Jack".[42] Lambert mendorong Townshend menulis karya musik yang lebih panjang untuk album berikutnya, yang menjadi "A Quick One, While He's Away". Album tersebut kemudian diberi judul A Quick One[43] dan mencapai No. 4 di tangga lagu saat dirilis pada Desember 1966.[44] Dalam pertunjukan panggung mereka, Townshend mengembangkan sebuah atraksi gitar dengan mengayunkan lengan kanannya ke senar gitar dalam gaya yang menyerupai baling-baling kincir angin.[45] Ia mengembangkan gaya ini setelah melihat gitaris Rolling Stones Keith Richards melakukan pemanasan sebelum sebuah pertunjukan.[46]

The Who memulai tur AS pertama mereka pada 22 Maret 1967.[47] Townshend mulai merusak kamar-kamar hotelnya, meski tidak separah rekan satu grupnya, Moon.[48] Ia juga mulai bereksperimen dengan LSD, tetapi berhenti menggunakan obat tersebut setelah mendapat efek yang sangat kuat seusai Festival Monterey Pop pada 18 Juni.[49] Dirilis pada Desember, album mereka berikutnya adalah The Who Sell Out—sebuah album konsep yang didasarkan pada radio bajakan—yang telah berperan penting dalam meningkatkan popularitas The Who. Album tersebut memuat beberapa jingle humor dan iklan tiruan di antara lagu-lagunya,[50] serta singel terbesar The Who di AS, "I Can See for Miles".[51] Meskipun "I Can See for Miles" sukses dan mencapai No. 9 di tangga lagu Amerika, Townshend terkejut lagu tersebut tidak menjadi hit yang lebih besar, karena ia menganggapnya sebagai lagu terbaik yang telah ditulisnya hingga saat itu.[52]
Pada 1968, Townshend mulai tertarik pada ajaran Meher Baba.[53] Ia mulai mengembangkan sebuah karya musik tentang seorang anak laki-laki tuli, bisu, dan buta yang akan mengalami sensasi melalui musik.[54] Karya tersebut akan mengeksplorasi prinsip-prinsip filsafat Baba.[55] Hasilnya adalah opera rok Tommy, yang dirilis pada 23 Mei 1969 dan meraih kesuksesan kritis serta komersial. Untuk mendukung Tommy, The Who mengadakan tur yang mencakup penampilan berkesan di Festival Woodstock pada 17 Agustus. Ketika The Who sedang tampil, pemimpin Yippie Abbie Hoffman naik ke panggung untuk memprotes penangkapan John Sinclair. Townshend segera menjatuhkannya dari panggung dengan gitarnya sambil berteriak, "Enyahlah dari panggung sialanku!"[56]
Pada 1970, The Who merilis Live at Leeds, yang disebut oleh beberapa kritikus musik sebagai album langsung terbaik sepanjang masa.[57] Townshend mulai menulis materi untuk opera rok lainnya. Diberi nama Lifehouse, proyek tersebut dirancang sebagai proyek multimedia yang melambangkan hubungan antara seorang musisi dan penontonnya.[58] Anggota grup lainnya kebingungan dengan alurnya yang berbelit-belit dan hanya menginginkan album lain. Townshend mulai merasa terasing, dan proyek tersebut ditinggalkan setelah ia mengalami gangguan saraf.[59] Sebagian besar materi yang dimaksudkan untuk Lifehouse dirilis sebagai album studio tradisional, Who's Next. Album tersebut menjadi sukses komersial besar, mencapai peringkat satu di Britania Raya, dan menghasilkan dua singel hit sukses, "Baba O'Riley" dan "Won't Get Fooled Again", yang menampilkan penggunaan penyintesis yang menjadi terobosan.[60] "Baba O'Riley" khususnya ditulis sebagai penghormatan Townshend kepada dua sosok yang ia kagumi saat itu, Meher Baba dan komponis Terry Riley.[61]

Townshend mulai menulis lagu untuk opera rok lainnya pada 1973. Ia memutuskan karya tersebut akan mengeksplorasi subkultur mod dan benturannya dengan kaum rocker pada awal 1960-an di Britania Raya.[62] Berjudul Quadrophenia, album tersebut merupakan satu-satunya album The Who yang seluruhnya ditulis oleh Townshend, dan ia juga memproduksi album itu karena memburuknya hubungan dengan Lambert.[63] Album tersebut dirilis pada November dan menjadi kesuksesan lintas-Atlantik mereka dengan posisi tangga lagu tertinggi, mencapai No. 2 di Britania Raya dan AS.[64] Pengulas NME, Charles Shaar Murray, menyebutnya "The Who dalam bentuk terbaiknya" dan "pengalaman musikal paling memuaskan tahun ini."[65] Dalam tur, grup tersebut memainkan album itu dengan iringan pita prarekaman, yang menimbulkan banyak ketegangan. Pita tersebut mengalami gangguan saat penampilan di Newcastle, sehingga Townshend menyeret penata suara Bob Pridden ke panggung, meneriakinya, dan menendang hingga roboh semua amplifier, sehingga pita yang bermasalah tersebut rusak sebagian.[66] Pada 14 April 1974, Townshend memainkan konser solo pertamanya, sebuah pertunjukan amal untuk menggalang dana bagi pusat komunitas di London.[67]
Sebuah versi film Tommy disutradarai oleh Ken Russell, dan dibintangi Roger Daltrey dalam peran utama sebagai Tommy, Ann-Margret sebagai ibunya, dan Oliver Reed sebagai ayah tirinya, dengan penampilan kameo oleh Tina Turner, Elton John, Eric Clapton, dan tokoh rok terkenal lainnya; film tersebut tayang perdana pada 18 Maret 1975.[68][69] Townshend dinominasikan untuk Academy Award atas penataan skor dan adaptasi musik dalam film tersebut.[70] The Who by Numbers dirilis pada November tahun itu dan mencapai No. 7 di Britania Raya dan No. 8 di AS. Album tersebut menampilkan lagu-lagu introspektif, sering kali bernuansa negatif. Album itu menghasilkan satu singel hit, "Squeeze Box", yang ditulis setelah Townshend belajar memainkan akordeon.[71] Setelah tur 1976, Townshend mengambil jeda selama satu tahun dari grup untuk berfokus menghabiskan waktu bersama keluarganya.[72]
The Who terus berlanjut meskipun dua anggota aslinya meninggal (Keith Moon pada 1978 dan John Entwistle pada 2002). Grup ini dianggap oleh banyak kritikus rok sebagai salah satu[73][74] grup dengan penampilan langsung terbaik[75][76] dari 1960-an hingga 2000-an. The Who terus membawakan pertunjukan yang mendapat pujian kritis hingga abad ke-21, termasuk penampilan yang sangat dipuji di The Concert for New York City pada 2001,[77] Isle of Wight Festival 2004,[78] Live 8 pada 2005,[79] serta Festival Glastonbury 2007[80] dan 2015.[81]
Townshend tetap menjadi penulis lagu utama dan pemimpin grup, menulis lebih dari 100 lagu yang muncul dalam dua belas album studio mereka. Di antara ciptaannya adalah opera rok Quadrophenia. Sepanjang kariernya, Townshend kembali menggunakan penceritaan sepanjang album dan tetap dikaitkan dengan bentuk opera rok. Banyak rekaman studio juga menampilkan Townshend pada piano atau kibor, meskipun trek yang sarat kibor semakin sering menampilkan artis tamu di studio, seperti Nicky Hopkins, John ”Rabbit” Bundrick, atau Chris Stainton.[82]
Townshend adalah salah satu tokoh penting dalam perkembangan umpan balik pada gitar rok. Ketika ditanya siapa yang pertama kali menggunakan umpan balik, gitaris Deep Purple Ritchie Blackmore mengatakan:
Pete Townshend jelas yang pertama. Namun karena ia bukan gitaris yang begitu hebat, ia biasanya sekadar menghantam akor dan membiarkan gitarnya menghasilkan umpan balik. Ia baru jauh kemudian mulai mengutak-atik kenop pada amplifier. Ia dinilai terlalu tinggi di Inggris, tetapi pada saat yang sama Anda melihat banyak orang seperti Jeff Beck dan Hendrix mendapat pujian atas hal-hal yang ia mulai. Townshend adalah orang pertama yang menghancurkan gitarnya, dan ia yang pertama melakukan banyak hal. Ia juga sangat bagus dalam permainan akornya.[83]
Demikian pula, ketika Jimmy Page ditanya tentang perkembangan umpan balik gitar, ia berkata:
Saya tidak tahu siapa yang benar-benar pertama kali menggunakan umpan balik; itu terjadi begitu saja. Saya rasa tidak ada yang secara sadar menjiplaknya dari orang lain. Itu memang sedang terjadi. Namun Pete Townshend jelas merupakan orang yang, melalui musik grupnya, menjadikan penggunaan umpan balik sebagai bagian yang lebih khas dari gayanya, sehingga hal itu dikaitkan dengannya. Sementara pemain lain seperti Jeff Beck dan saya lebih banyak memainkan nada tunggal daripada akor.[84]
Banyak gitaris rok menyebut Townshend sebagai pengaruh, di antaranya Slash,[85] Alex Lifeson,[86] dan Steve Jones.[87]
1972–sekarang: Karier solo
Selain karyanya bersama The Who, Townshend sesekali aktif sebagai artis rekaman solo. Antara 1969 dan 1971, Townshend bersama para pengikut Meher Baba lainnya merekam tiga album yang dikhususkan untuk ajarannya: Happy Birthday, I Am, dan With Love. Sebagai tanggapan terhadap pembajakan rekaman tersebut, ia menyusun lagu-lagu pilihan pribadinya (serta "Evolution", sebuah kolaborasi dengan Ronnie Lane), dan merilis album solo pertamanya di label besar, Who Came First pada 1972. Album itu meraih kesuksesan sedang dan menampilkan demo lagu-lagu The Who serta memperlihatkan kemampuannya memainkan gitar akustik. Ia berkolaborasi dengan pemain bas The Faces sekaligus sesama pengikut Meher Baba, Ronnie Lane, dalam sebuah album duet (Rough Mix tahun 1977). Pada 1979, Townshend memproduksi dan memainkan gitar pada singel novelty "Peppermint Lump" oleh Angie di Stiff Records, dengan Angela Porter yang berusia 11 tahun sebagai vokalis utama.[88]
Townshend beberapa kali tampil solo selama 1970-an, dua di antaranya direkam: Rainbow Concert milik Eric Clapton[89] pada Januari 1973 (yang diorganisasi Townshend untuk menghidupkan kembali karier Clapton setelah kecanduan heroin),[90] dan Concerts for the People of Kampuchea yang disponsori Paul McCartney pada Desember 1979. Video konser Kampuchea yang tersedia secara komersial memperlihatkan kedua ikon rok tersebut saling beradu dan melucu[91] dalam versi megaband Rockestra dari "Lucille", "Let It Be", dan "Rockestra Theme"; Townshend menutup pertunjukan dengan lompatan khas dengan kedua kaki terbuka.[92]
Terobosan solo Townshend, setelah kematian drumer The Who Keith Moon, adalah perilisan Empty Glass pada 1980, yang memuat singel 10 besar "Let My Love Open the Door", serta singel yang kurang sukses "A Little Is Enough" dan "Rough Boys". Perilisan ini diikuti pada 1982 oleh All the Best Cowboys Have Chinese Eyes, yang memuat trek radio populer "Slit Skirts". Meskipun tidak meraih kesuksesan komersial besar, kritikus musik Timothy Duggan menyebutnya sebagai "karya Townshend yang paling jujur dan introspektif sejak Quadrophenia." Sepanjang sisa 1980-an dan awal 1990-an, Townshend kembali bereksperimen dengan opera rok dan format terkait, merilis beberapa album berbasis cerita termasuk White City: A Novel (1985), The Iron Man: A Musical (1989), dan Psychoderelict (1993). Townshend juga mendapat kesempatan bermain bersama tokoh yang diidolakannya, Hank Marvin, dalam sesi "Rockestra" milik Paul McCartney, bersama musisi rok lain seperti David Gilmour, John Bonham, dan Ronnie Lane.

Townshend merekam beberapa album konser, termasuk satu yang menampilkan supergrup yang ia bentuk bernama Deep End, dengan David Gilmour pada gitar; grup tersebut hanya mengadakan tiga konser dan satu sesi acara televisi untuk The Tube, guna menggalang dana bagi badan amal Double-O miliknya yang membantu orang dengan ketergantungan narkoba.[93] Pada 1993, ia dan Des McAnuff menulis serta menyutradarai adaptasi Broadway dari album The Who Tommy, serta sebuah musikal panggung yang kurang sukses berdasarkan album solonya The Iron Man, yang didasarkan pada buku karya Ted Hughes. McAnuff dan Townshend kemudian ikut memproduksi film animasi The Iron Giant, yang juga didasarkan pada cerita Hughes.
Sebuah produksi yang digambarkan sebagai opera rok Townshend dan berjudul The Boy Who Heard Music melakukan debut sebagai bagian dari program Powerhouse Summer Theater milik Vassar College pada Juli 2007.[94]
Pada 2 September 2017 di Tanglewood, Lenox, Massachusetts, Townshend memulai tur AS singkat "Classic Quadrophenia" yang terdiri atas lima pertunjukan bersama sesama penyanyi dan musisi Billy Idol, tenor Alfie Boe, dan sebuah orkestra; tur tersebut berakhir pada 16 September 2017 di Los Angeles, California.[95][96] Penampilan pada 13 September 2017 di Rosemont Theater, Chicago, Illinois, menyertakan penampilan tamu oleh Eddie Vedder.[97]
1996–sekarang: Karya terbaru The Who
Sejak pertengahan 1990-an hingga sekarang, Townshend telah mengikuti serangkaian tur bersama anggota The Who yang masih hidup, termasuk tur 2002 yang tetap dilanjutkan meskipun Entwistle meninggal.[98]
Pada Februari 2006, tur dunia besar The Who diumumkan untuk mempromosikan album baru pertama mereka sejak 1982. Townshend menerbitkan cerita semi-autobiografis The Boy Who Heard Music secara berseri di sebuah blog mulai September 2005.[99] Blog tersebut ditutup pada Oktober 2006, sebagaimana dicatat di situs web Townshend. Blog itu kini dimiliki pengguna lain dan sama sekali tidak berkaitan dengan karya Townshend. Pada 25 Februari 2006, ia mengumumkan perilisan sebuah opera mini yang terinspirasi oleh novela tersebut untuk Juni 2006. Pada Oktober 2006, The Who merilis album pertama mereka dalam 24 tahun, Endless Wire.
The Who tampil dalam pertunjukan paruh waktu Super Bowl XLIV pada 7 Februari 2010, membawakan medley lagu yang mencakup "Pinball Wizard", "Who Are You", "Baba O'Riley", "See Me, Feel Me", dan "Won't Get Fooled Again".[100] Pada 2012, The Who mengumumkan bahwa mereka akan melakukan tur opera rok Quadrophenia.
The Who menjadi penampil terakhir pada Upacara penutupan Olimpiade Musim Panas 2012 di London, membawakan medley "Baba O'Riley", "See Me, Feel Me", dan "My Generation".[101]
Pada 22 Maret 2018, Townshend menyatakan bahwa album baru The Who seharusnya menampilkan lagu-lagu asli karya Roger Daltrey dan dirinya.[102] Album tersebut, yang diberi judul sederhana Who, dirilis pada 6 Desember 2019. Album itu merupakan album kedua mereka sebagai duo, sekaligus album pertama mereka dalam tiga belas tahun.[103]
Karya yang belum selesai
The Age of Anxiety, sebelumnya Floss the Musical,[104] adalah nama yang diberikan untuk karya Townshend yang masih dalam proses pengerjaan.[105] Musikal tersebut telah dikerjakan setidaknya sejak 2009, dengan perkiraan awal perilisan pada 2011.[106] Pada 24 Januari 2012, Townshend menjual hak atas seluruh katalog terdahulunya dan sebagian besar karya masa depannya, termasuk Floss The Musical jika kelak selesai.[107][108] Ia merangkum karya tersebut dalam sebuah wawancara dengan Sirius Satellite Radio yang diterbitkan pada Februari 2010.[109] Dalam wawancara tahun 2015, Townshend menyatakan bahwa karya tersebut dimaksudkan sebagai instalasi seni.[110] Pada Maret 2019 diumumkan bahwa sebuah karya berjudul The Age of Anxiety akan diterbitkan sebagai novel, dan kemudian diikuti sebuah opera.[111]
Pengaruh musik
Townshend lahir sepuluh hari setelah Jerman Nazi menyerah dalam Perang Dunia II, dan ia tumbuh dalam bayang-bayang rekonstruksi di London dan sekitarnya. Menurut Townshend, trauma pascaperang merupakan kekuatan pendorong di balik revolusi musik rok di Britania Raya. "Trauma diwariskan dari generasi ke generasi," katanya, "tanpa disadari saya mewarisi apa yang dialami ayah saya."[112] Townshend mencatat bahwa tumbuh pada periode ini menghasilkan narasi yang mengalir dalam musiknya tentang seorang anak laki-laki yang tersesat dalam tekanan dan beban kehidupan pascaperang.[113] Dalam autobiografinya, ia menulis:
Saya tidak berusaha memainkan musik yang indah. Saya menghadapkan penonton saya pada bunyi mengerikan dan menghunjam dari apa yang kita semua ketahui sebagai satu-satunya kepastian mutlak dari keberadaan kita yang rapuh — suatu hari sebuah pesawat akan membawa bom yang akan menghancurkan kita semua dalam sekejap. Itu dapat terjadi kapan saja.[114]
Meskipun tumbuh dalam keluarga musisi jaz, Townshend menyerap banyak gagasannya tentang pertunjukan dan tema musik rok ketika bersekolah seni. Teman sekamar Townshend di Ealing Art College, Tom Wright, memiliki koleksi rekaman yang besar, dan Townshend mendengarkan serta dipengaruhi oleh artis R&B dan rock & roll seperti Howlin' Wolf, John Lee Hooker, Bo Diddley, Booker T. & the MGs, Little Walter, dan Chuck Berry.[115] Ia juga sangat dipengaruhi oleh pemain bas jaz (dan kemudian musisi elektronik serta produser) Malcolm Cecil, yang dengan sengaja merusak basnya saat sebuah kuliah[116], bersama Gustav Metzger, pelopor seni autodestruktif. Berdasarkan pengaruh-pengaruh ini, penghancuran gitar tidak sekadar menjadi ekspresi kegelisahan kaum muda, tetapi juga sarana menyampaikan gagasan melalui pertunjukan musik. "Kami mengembangkan sebuah konsep baru," tulisnya. "Penghancuran adalah seni ketika diiringi musik."[114] Townshend juga menyebut Robbie Basho sebagai pengaruh penting, dengan mengatakan, "Saya benar-benar dipengaruhi olehnya. Anda dapat mendengarnya dalam karya saya."[117]
Peralatan
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah. Cari sumber: "Pete Townshend" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Juli 2012) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Gitar

Sepanjang karier solonya dan kariernya bersama The Who, Townshend telah memainkan berbagai macam gitar—sebagian besar berbagai model Fender, Gibson, dan Rickenbacker. Ia juga menggunakan Guild,[118] Takamine[119] dan model Gibson J-200 akustik, dengan J-200 menghasilkan bunyi akustik rekaman khasnya dalam lagu-lagu seperti "Pinball Wizard".[120]
Pada masa-masa awal bersama The Who, Townshend terutama memainkan Emile Grimshaw SS De Luxe serta gitar listrik semi-hollow Rickenbacker 6-dawai dan 12-dawai (khususnya model impor Britania Raya Rose-Morris dengan f-hole khusus). Ketika penonton yang bersemangat menanggapi dengan antusias setelah ia secara tidak sengaja mematahkan kepala gitarnya pada langit-langit rendah saat konser di pub Railway Hotel di Wealdstone, London barat, ia kemudian memasukkan penghancuran instrumennya ke dalam penampilan The Who.[121] Namun, seiring penghancuran instrumen semakin terintegrasi ke dalam set konser The Who, ia beralih ke gitar yang lebih tahan lama dan tangguh (dan, yang penting, lebih murah) untuk dihancurkan, seperti Fender Stratocaster, Fender Telecaster, dan berbagai model Danelectro.[122] Pada penampilan The Who di The Smothers Brothers Comedy Hour pada 1967, Townshend menggunakan gitar Vox Cheetah,[123] yang hanya digunakannya untuk penampilan tersebut; gitar itu dihancurkan oleh Townshend dan ledakan drum Moon. Pada akhir 1960-an, Townshend mulai memainkan model Gibson SG Special hampir secara eksklusif. Ia menggunakan gitar ini pada pertunjukan Woodstock[124] dan Isle of Wight pada 1969 dan 1970, serta penampilan Live at Leeds pada 1970.
Pada 1970, Gibson mengubah desain SG Special yang sebelumnya digunakan Townshend, dan ia mulai menggunakan gitar lain. Sepanjang sebagian besar 1970-an, ia menggunakan Gibson Les Paul Deluxe, beberapa hanya dengan dua pick-up mini-humbucker dan yang lain dimodifikasi dengan pick-up ketiga di "posisi tengah" (DiMarzio Superdistortion / Dual Sound). Ia dapat terlihat menggunakan beberapa gitar ini dalam dokumenter The Kids Are Alright, meskipun di studio ia sering memainkan gitar Gretsch 6120 '59 (yang diberikan kepadanya oleh Joe Walsh),[123] terutama pada album Who's Next dan Quadrophenia.[125]
Selama 1980-an, Townshend terutama menggunakan Fender, Rickenbacker, dan model bergaya Telecaster yang dibuat untuknya oleh Schecter dan berbagai luthier lainnya. Sejak akhir 1980-an, Townshend telah menggunakan Fender Eric Clapton Signature Stratocaster dengan pick-up Lace Sensor,[123] baik di studio maupun dalam tur. Beberapa gitar Stratocaster miliknya memiliki sistem pick-up piezo Fishman PowerBridge untuk mensimulasikan nada gitar akustik. Sistem piezo ini dikendalikan oleh kontrol volume tambahan di belakang bridge gitar.
Selama tur The Who tahun 1989, Townshend memainkan gitar Rickenbacker yang ironisnya secara tidak sengaja hancur ketika ia tersandung gitar tersebut. Alih-alih membuang bagian-bagian yang hancur, Townshend merakit kembali potongan-potongan itu menjadi sebuah patung.[126] Patung tersebut ditampilkan dalam pameran Rock Stars, Cars And Guitars 2 pada musim panas 2009 di museum The Henry Ford.

Terdapat beberapa gitar signature Pete Townshend dari Gibson, seperti Pete Townshend SG, Pete Townshend J-200, dan tiga Pete Townshend Les Paul Deluxe yang berbeda. SG tersebut ditandai dengan jelas sebagai model edisi terbatas Pete Townshend dan dilengkapi kotak khusus serta sertifikat keaslian yang ditandatangani oleh Townshend sendiri. Terdapat pula gitar Rickenbacker edisi terbatas signature Pete Townshend model 1998, yang merupakan gitar 6-dawai utamanya pada masa-masa awal The Who. Seri tersebut terdiri dari 250 gitar yang dibuat antara Juli 1987–Maret 1988, dan menurut CEO Rickenbacker John Hall, seluruh seri terjual habis sebelum kampanye iklan besar sempat dilakukan.
Ia juga menggunakan Gibson ES-335, salah satunya ia sumbangkan kepada Hard Rock Cafe. Townshend juga menggunakan Gibson EDS-1275 berleher ganda secara sangat singkat sekitar akhir 1967, serta Harmony Sovereign H1270 dari Harmony[127] dan Fender Electric XII untuk sesi studio Tommy pada bagian gitar 12-dawai. Ia juga sesekali memainkan Fender Jazzmaster di atas panggung pada 1967 dan 1968[128] dan di studio untuk Tommy.
Ia selalu menganggap instrumennya semata-mata sebagai alat kerja[129] dan, dalam beberapa tahun terakhir, menjauhkan instrumen yang paling berharga baginya dari panggung konser. Instrumen-instrumen ini mencakup beberapa Rickenbacker vintage dan edisi ulang, Gretsch 6120, Fender Telecaster asli tahun 1952,[130] edisi ulang terbatas artis Gibson Custom Shop dari model Les Paul DeLuxe Townshend nomor 1, 3, dan 9, serta edisi ulang SG Special signature miliknya.
Amplifier
Selama bertahun-tahun, Townshend telah menggunakan banyak jenis amplifier, termasuk Vox,[131] Selmer, Fender, Marshall, dan Hiwatt, dengan tetap menggunakan amplifier Hiwatt selama sebagian besar dari empat dekade. Sekitar masa Who's Next, ia menggunakan amplifier tweed Fender Bandmaster (yang juga diberikan kepadanya oleh Joe Walsh pada 1970[132]), yang juga digunakannya untuk Quadrophenia dan The Who by Numbers. Saat merekam Face Dances dan album kolaborasi Rough Mix, Townshend menggunakan amplifier Peavey Vintage 4×10 di studio. Sejak 1989, rig-nya terdiri dari empat stack Fender Vibro-King dan sebuah head Hiwatt yang menggerakkan dua kabinet speaker Hiwatt/Mesa Boogie 2×12" buatan khusus. Namun, sejak 2006, ia hanya memiliki tiga stack Vibro-King, salah satunya sebagai cadangan.
Townshend berperan penting dalam pengembangan apa yang secara luas dikenal di kalangan rok sebagai "Marshall stack". Ia memesan beberapa kabinet speaker yang berisi delapan speaker 12 inci dalam sebuah kabinet setinggi hampir enam kaki, dengan separuh bagian atas kabinet dimiringkan sedikit ke atas. Kabinet-kabinet ini terlalu berat untuk dipindahkan dengan mudah, sehingga Jim Marshall, atas saran Townshend, memotong kabinet speaker besar tersebut menjadi dua, dengan setiap kabinet berisi empat speaker 12 inci. Salah satu kabinet memiliki separuh baffle speaker yang dimiringkan ke atas dan Marshall membuat kedua kabinet tersebut dapat ditumpuk. Marshall stack pun lahir, dan Townshend menggunakan stack tersebut serta stack Hiwatt.
Kibor
Townshend memainkan kibor pada beberapa lagu The Who. Pada Who's Next, ia mulai bekerja dengan penyintesis analog, menggunakan model ARP 2600 yang pertama kali ditemuinya di Universitas Cambridge.[133] Ia mengatakan tentang instrumen tersebut: "Saya menyukai penyintesis karena alat itu menghadirkan ke tangan saya hal-hal yang tidak ada di tangan saya: bunyi orkestra, French horn, dawai. Ada perangkat pada penyintesis yang memungkinkan seseorang menjadi virtuoso pada kibor. Anda dapat memainkan sesuatu secara perlahan lalu menekan sakelar dan alat itu memutarnya kembali dengan kecepatan dua kali lipat. Sedangkan pada gitar Anda terbatas pada seberapa cepat Anda dapat bermain dan saya tidak bermain cepat, saya hanya bermain keras. Jadi ketika harus memainkan sesuatu yang cepat, saya beralih ke synth."[134]
Penyintesis yang dimaksud Townshend mencakup EMS VCS3 dan ARP 2600, beberapa di antaranya memodifikasi sebuah organ Lowrey TBO Berkshire. Foto-foto terkini studio rumahnya juga memperlihatkan sebuah ARP 2500. Townshend ditampilkan dalam materi promosi ARP pada awal 1970-an.[135]
Sejak akhir 1980-an, Townshend terutama menggunakan sistem Audio Digital Synclavier untuk komposisi kibor, khususnya pada album dan proyek solo.[136]
Karya sastra
Meskipun dikenal karena komposisi musik dan kemusisiannya, Townshend telah banyak terlibat dalam dunia sastra selama lebih dari tiga dekade, dengan menulis artikel surat kabar dan majalah, ulasan buku, esai, buku, dan naskah.
Salah satu contoh awal tulisan Townshend muncul pada Agustus 1970 melalui bagian pertama dari sembilan bagian "The Pete Townshend Page", sebuah kolom bulanan yang ditulis Townshend untuk surat kabar musik Britania Melody Maker. Kolom tersebut menyajikan sudut pandang Townshend mengenai berbagai hal, seperti media dan kondisi gedung konser serta sistem tata suara publik di AS, sekaligus memberikan wawasan berharga mengenai pola pikir Townshend selama perkembangan proyek Lifehouse-nya.
Townshend juga menulis tiga esai panjang untuk majalah Rolling Stone, yang pertama terbit pada November 1970. "In Love With Meher Baba" menggambarkan kecenderungan spiritual Townshend. "Meaty, Beaty, Big and Bouncy", sebuah uraian terperinci mengenai album kompilasi The Who dengan nama yang sama, menyusul pada Desember 1971. Artikel ketiga, "The Punk Meets the Godmother", terbit pada November 1977.
Pada 1977 juga, Townshend mendirikan Eel Pie Publishing, yang mengkhususkan diri pada buku anak-anak, buku musik, dan beberapa publikasi terkait Meher Baba. Ia juga membuka toko buku bernama Magic Bus (diambil dari lagu populer The Who) di London. The Story of Tommy, sebuah buku yang ditulis Townshend bersama teman sekolah seninya Richard Barnes (kini penulis biografi resmi The Who) mengenai penulisan opera rock Townshend tahun 1969 dan pembuatan film tahun 1975 yang disutradarai Ken Russell, diterbitkan oleh Eel Pie pada tahun yang sama.
Pada Juli 1983, Townshend mengambil posisi sebagai editor akuisisi di penerbit London Faber and Faber. Proyek-proyek pentingnya mencakup penyuntingan autobiografi vokalis utama The Animals Eric Burdon, Crosstown Traffic: Jimi Hendrix and Post-War Pop karya Charles Shaar Murray yang memenangkan penghargaan, More Dark Than Shark karya Brian Eno dan Russell Mills, serta bekerja bersama Pangeran Charles pada sebuah volume kumpulan pidatonya. Townshend menugaskan penulisan Like Punk Never Happened karya Dave Rimmer, dan menjadi editor komisioning bagi dramawan radikal Steven Berkoff.
Dua tahun setelah bergabung dengan Faber and Faber, Townshend memutuskan untuk menerbitkan bukunya sendiri. Horse's Neck, yang diterbitkan pada Mei 1985, merupakan kumpulan cerita pendek yang ditulisnya antara 1979 dan 1984, dengan membahas tema-tema seperti masa kanak-kanak, ketenaran, dan spiritualitas. Berkat posisinya di Faber and Faber, Townshend menjalin persahabatan dengan Sir William Golding, penulis Lord of the Flies peraih Hadiah Nobel, serta Pujangga Kerajaan Britania Ted Hughes. Persahabatannya dengan Hughes kemudian menghasilkan interpretasi musikal Townshend atas cerita anak Hughes The Iron Man, enam tahun kemudian, sebagai The Iron Man: The Musical by Pete Townshend, yang dirilis pada 1989.
Townshend telah menulis beberapa naskah sepanjang kariernya, termasuk banyak draf dari proyek Lifehouse yang sukar diwujudkan; draf terakhirnya, yang ditulis bersama dramawan radio Jeff Young, diterbitkan pada 1999. Pada 1978, Townshend menulis naskah untuk Fish Shop, sebuah drama yang dipesan tetapi tidak diselesaikan oleh London Weekend Television, dan pada pertengahan 1984 ia menulis naskah untuk White City: A Novel yang kemudian menghasilkan sebuah film pendek.
Pada 1989 Townshend mulai mengerjakan novel berjudul Ray High & The Glass Household, yang drafnya kemudian diserahkan kepada editornya. Meskipun novel aslinya tetap tidak diterbitkan, unsur-unsur dari cerita ini digunakan dalam album solo Townshend tahun 1993 Psychoderelict. Pada 1993, Townshend menulis buku lain, The Who's Tommy, sebuah kronik mengenai perkembangan versi Broadway pemenang penghargaan dari opera rok-nya.
Pembukaan situs web pribadinya dan situs perdagangannya Eelpie.com, keduanya pada 2000, memberi Townshend saluran lain untuk karya sastra. (Eelpie.com ditutup pada 2010.) Beberapa esai Townshend telah dipublikasikan daring, termasuk "Meher Baba—The Silent Master: My Own Silence" pada 2001, dan "A Different Bomb", sebuah kecaman terhadap industri pornografi anak, pada tahun berikutnya.
Pada September 2005, Townshend mulai menerbitkan novela daring berjudul The Boy Who Heard Music sebagai latar belakang untuk musikal dengan nama yang sama. Ia menerbitkan satu bab setiap minggu hingga selesai, dan novela tersebut tersedia untuk dibaca di situs webnya selama beberapa bulan. Seperti Psychoderelict, karya itu merupakan pengembangan lebih lanjut dari Lifehouse dan Ray High & The Glass Household.
Pada 1997 Townshend menandatangani kesepakatan dengan penerbit Little, Brown and Company untuk menulis autobiografinya, yang kabarnya berjudul Pete Townshend: Who He? Keanehan kreatif dan manuver konseptual Townshend telah dikisahkan oleh Larry David Smith dalam bukunya The Minstrel's Dilemma (Praeger 1999). Setelah penundaan panjang, autobiografi Townshend, yang kini berjudul Who I Am, dirilis pada 8 Oktober 2012.[137] Buku tersebut menempati peringkat lima besar daftar buku terlaris The New York Times pada Oktober 2012.[138]
Pada 5 Maret 2019, Townshend mengumumkan bahwa novel debutnya, berjudul The Age of Anxiety, akan diterbitkan pada 5 November 2019 oleh imprint Coronet dari Hodder & Stoughton. Townshend menyebut karya tersebut sebagai "meditasi panjang tentang kejeniusan manik dan seni gelap kreativitas." Novel tersebut akan disertai sebuah opera, yang saat itu sedang dalam pengembangan, dan kemudian diikuti sebuah instalasi seni.[111]
Spiritualitas
Pada 1967 Townshend mulai mendalami spiritualitas.[139] Townshend dengan cepat menyerap semua tulisan Meher Baba yang dapat ditemukannya; pada April 1968, ia menyatakan dirinya sebagai murid Baba. Sekitar masa ini, Townshend, yang selama dua tahun sebelumnya mencari dasar untuk sebuah opera rok, menciptakan cerita yang terinspirasi oleh ajaran Baba dan tulisan-tulisan lain serta mengekspresikan pencerahan yang diyakininya telah ia terima dari semua itu, yang akhirnya menjadi Tommy.[140]
Dalam wawancara, Townshend lebih terbuka mengenai keyakinannya, menulis sebuah artikel tentang Baba untuk majalah Rolling Stone pada 1970 dan menyatakan bahwa dengan mengikuti ajaran Baba, ia menentang penggunaan semua obat psikedelik, menjadikannya salah satu bintang rok pertama yang memiliki kredibilitas kontrabudaya untuk menentang penggunaannya.[141] Hal ini tidak mencegahnya kemudian terlibat dalam penyalahgunaan zat. Ia menulis dalam Who I Am bahwa ia menjadi kecanduan kokain pada 1980–1981, hingga mengalami overdosis dan memerlukan resusitasi.[142] Ia juga menulis bahwa pada Januari 1982, "Saya membutuhkan bantuan untuk memutus ketergantungan saya pada obat resep dan heroin."[143]
Kehidupan pribadi
Hubungan
Townshend bertemu Karen Astley, putri komponis film Edwin Astley, ketika berada di sekolah seni. Mereka menikah pada 20 Mei 1968 dan pindah ke sebuah townhouse tiga kamar tidur di Twickenham, di bagian luar London barat daya, yang menghadap Thames.[144] Mereka memiliki tiga anak: Emma (lahir 1969), seorang kolumnis berkebun; Aminta (lahir 1971), yang bekerja dalam produksi film; dan Joseph (lahir 1989), yang mempelajari desain grafis di Central St. Martins.[145]
Townshend dan istrinya berpisah pada 1994. Sejak itu ia menjalin hubungan romantis dengan pengaransemen dan musisi Rachel Fuller, yang diam-diam dinikahinya pada 2016. Townshend tinggal di The Wick, Richmond, London, Inggris, tetapi menjual rumah tersebut pada Agustus 2021 seharga lebih dari £15 juta.[146] Ia juga memiliki sebuah rumah di Churt, Surrey, dan pada 2010 membeli hak sewa atas sebagian properti National Trust, Ashdown House, di Oxfordshire.[147] Menurut Rich List dari The Sunday Times, asetnya bernilai £40 juta pada 2009.[148]
Seksualitas
Dalam sebuah wawancara tahun 1989 dengan pembawa acara radio Timothy White, Townshend tampaknya mengakui biseksualitasnya, dengan merujuk pada lagu "Rough Boys" dari album studionya tahun 1980 Empty Glass. Ia menyebut lagu tersebut sebagai sebuah "coming out, pengakuan atas fakta bahwa saya pernah menjalani kehidupan gay, dan bahwa saya memahami tentang apa itu seks gay."[149] Dalam wawancara tahun 1994 untuk Playboy, ia berkata, "Saya pernah diwawancarai tentang hal itu, mengatakan bahwa 'Rough Boys' adalah tentang menjadi gay, dan dalam wawancara itu saya juga berbicara tentang 'kehidupan gay' saya, yang—maksud saya—sebenarnya adalah tentang teman-teman saya yang gay. Jadi pewawancara itu seolah memberi titik pada huruf T dan menyilangkan huruf I dan menganggap bahwa ini adalah coming out, padahal sama sekali bukan."[150] Townshend kemudian menulis dalam autobiografinya tahun 2012 Who I Am bahwa ia "mungkin biseksual".[151] Townshend juga menyatakan dalam biografi ini bahwa ia pernah merasa tertarik secara seksual kepada vokalis utama The Rolling Stones, Mick Jagger.[151]
Gambar pelecehan seksual anak dan daftar pelaku kejahatan seksual
Townshend menerima sebuah peringatan resmi polisi dari Kepolisian Metropolitan (the Met) sebagai bagian dari Operasi Ore, sebuah penyelidikan besar mengenai gambar pelecehan seksual anak yang dilakukan pada 2002–2003. The Met menyatakan bahwa "telah dipastikan bahwa Tn. Townshend tidak memiliki gambar pelecehan anak apa pun yang diunduh". Townshend masuk dalam daftar pelaku kejahatan seksual selama lima tahun, mulai 2003, setelah mengakui bahwa ia telah menggunakan kartu kreditnya untuk mengakses sebuah situs web gambar pelecehan seksual anak.[152][153] Townshend mengatakan bahwa ia mengakses gambar-gambar tersebut sebagai penelitian dalam kampanye melawan pelecehan seksual anak[154] – khususnya untuk membuktikan bahwa bank-bank Britania terlibat dalam menyalurkan keuntungan dari jaringan pedofil.[155] Pihak berwenang tidak dapat membuktikan bahwa situs web yang diakses Townshend melibatkan anak-anak, dan tidak ditemukan bukti yang memberatkannya pada komputer pribadinya.[156]
Kehilangan pendengaran
Townshend mengalami ketulian parsial dan tinitus, kemungkinan akibat kehilangan pendengaran akibat bising karena paparan jangka panjang terhadap musik keras. The Who dikenal sebagai band yang sangat keras dalam penampilan langsung mereka; misalnya, sebuah konser The Who di Charlton Athletic Football Club pada 31 Mei 1976—ketika tingkat volume pada jarak 32 meter (105 ft) dari panggung diukur sebesar 126 desibel—dicatat sebagai "Konser Terkeras Sepanjang Masa" oleh Guinness Book of Records. Townshend juga mengaitkan kehilangan pendengarannya dengan ledakan set drum Keith Moon dalam penampilan The Who tahun 1967 di The Smothers Brothers Comedy Hour.[157]
Pada 1989, Townshend memberikan pendanaan awal untuk memungkinkan pembentukan kelompok advokasi pendengaran nirlaba H.E.A.R. (Hearing Education and Awareness for Rockers). Setelah The Who tampil pada paruh waktu Super Bowl XLIV pada 2010, Townshend menyatakan kekhawatirannya bahwa tinitusnya telah berkembang sedemikian rupa sehingga ia mungkin terpaksa berhenti tampil bersama band tersebut sepenuhnya. Ia berkata kepada Rolling Stone, "Jika pendengaran saya akan menjadi masalah, kami tidak akan menunda pertunjukan. Kami selesai. Saya benar-benar tidak melihat jalan keluar dari masalah ini." Neil Young memperkenalkannya kepada seorang audiolog yang menyarankan agar ia menggunakan in-ear monitor, dan meskipun mereka membatalkan jadwal tur musim semi 2010, Townshend menggunakan perangkat itu pada satu-satunya konser London yang tersisa pada 30 Maret 2010, untuk menilai kelayakan Townshend terus tampil bersama The Who.[158]
Pada Maret 2011, Roger Daltrey mengatakan dalam sebuah wawancara dengan BBC bahwa Townshend baru-baru ini mengalami kehilangan pendengaran bertahap tetapi parah dan sedang berusaha mempertahankan sisa pendengarannya: "Pete mengalami masalah yang sangat buruk dengan pendengarannya. Ia benar-benar, benar-benar memiliki masalah besar dengannya... bukan tinitus, melainkan penurunan, dan sekarang ia benar-benar khawatir akan benar-benar kehilangan pendengarannya".
Merujuk pada hal itu, pada Juli 2011, Townshend menulis di blognya: "Pendengaran saya sebenarnya lebih baik daripada sebelumnya karena setelah ketakutan akibat feedback di indigO2 pada Desember 2008 saya menjaganya dengan baik. Saya memiliki sistem komputer di studio yang telah membantu saya melakukan pekerjaan rekayasa pada rilisan Quadrophenia mendatang. Saya mendapat bantuan dari teknisi forensik dan teknisi mastering yang lebih muda untuk membantu saya membersihkan frekuensi tinggi yang berada di luar jangkauan saya. Sistem komputer yang sama bekerja dengan sangat baik di atas panggung, terbukti sempurna bagi saya ketika The Who tampil di Super Bowl dan membawakan Quadrophenia untuk TCT di Royal Albert Hall pada 2010. Saya berusia 66 tahun, pendengaran saya tidak sempurna, dan jika saya mendengarkan musik keras atau pergi ke pertunjukan, saya memang cenderung mengalami tinitus".
Pandangan politik
Pada 1998, Townshend disebut dalam daftar penyumbang keuangan pribadi terbesar kepada Partai Buruh (Britania Raya).[159] Ia menolak mengizinkan Michael Moore menggunakan "Won't Get Fooled Again" dalam Fahrenheit 9/11 (2004), dengan mengatakan bahwa ia menonton Bowling for Columbine (2002) dan tidak yakin.[160] Pada 1961, ketika berada di sekolah seni, Townshend bergabung dengan Young Communist League dan menjadi tokoh penting dalam kampanye perekrutan "Trend" mereka pada 1966. Dalam wawancara tahun 1974 dengan Penthouse, ia menyatakan bahwa dalam praktiknya ia menyadari dirinya adalah seorang kapitalis yang mendapat imbalan besar atas pekerjaannya, tetapi cita-citanya bersifat komunis.[161]
Dalam sebuah wawancara tahun 2012 yang banyak diberitakan dengan ABC, Townshend secara bercanda menggambarkan dirinya sebagai "agak neokonservatif", dengan menyatakan, "Saya menyukai gagasan Amerika sebagai polisi dunia. Maka kami tidak perlu melakukannya. Kalian saja yang mengurusnya."[162]
Dalam wawancara tahun 2019 dengan The Times, Townshend mengungkapkan bahwa ia mendukung Britania Raya tetap berada di Uni Eropa, dengan menyatakan, "Saya seorang Remainer, dia [Roger Daltrey] seorang Brexiteer. Saya percaya kepada Tuhan, dia tidak."[163]
Kegiatan amal

Townshend memiliki sejarah panjang keterlibatan dengan berbagai badan amal dan upaya filantropi lainnya sepanjang kariernya, baik sebagai artis solo maupun bersama The Who. Konser solo pertamanya, misalnya, adalah pertunjukan amal tahun 1974 yang diselenggarakan untuk menggalang dana bagi Camden Square Community Play Centre.
Contoh publik paling awal dari keterlibatan Townshend dalam kegiatan amal terjadi pada 1968, ketika Townshend menyumbangkan penggunaan apartemen lamanya di Wardour Street kepada Meher Baba Association.[butuh rujukan] Pada tahun berikutnya, asosiasi tersebut dipindahkan ke apartemen lain milik Townshend, yakni bekas tempat tinggal istrinya Karen di Eccleston Square. Townshend duduk dalam sebuah komite yang mengawasi operasional dan keuangan pusat tersebut. "Komite memastikan tempat itu buka beberapa hari dalam seminggu, dan menjaga agar tagihan dibayar serta perpustakaan tetap penuh", tulisnya dalam sebuah artikel Rolling Stone tahun 1970.[butuh rujukan]
Pada 1969 dan 1972, Townshend memproduksi dua album rilisan terbatas, Happy Birthday dan I Am, untuk asosiasi Baba yang berbasis di London. Hal ini menghasilkan Who Came First pada 1972, sebuah rilisan yang lebih luas, dengan 15 persen pendapatannya disalurkan kepada asosiasi Baba.[butuh rujukan] Rilisan terbatas lainnya, With Love, dirilis pada 1976. Sebuah set kotak CD edisi terbatas yang berisi ketiga rilisan terbatas tersebut, Avatar, dirilis pada 2000, dengan seluruh keuntungannya disalurkan kepada Avatar Meher Baba Trust di India, yang menyediakan dana bagi sebuah dispensari, sekolah, rumah sakit, dan pusat ziarah.[butuh rujukan]
Pada Juli 1976, Townshend membuka Meher Baba Oceanic, sebuah pusat kegiatan di London untuk para pengikut Baba, yang memiliki fasilitas sulih suara dan penyuntingan film, sebuah bioskop, dan studio rekaman. Selain itu, pusat tersebut berfungsi sebagai tempat pertemuan rutin bagi para pengikut Baba. Townshend menawarkan penginapan yang sangat murah (dilaporkan £1 per malam) bagi pengikut dari Amerika yang memerlukan tempat menginap semalam dalam perjalanan ziarah mereka ke India.[butuh rujukan] Townshend menulis dalam sebuah artikel Rolling Stone tahun 1977:
Selama beberapa tahun, saya bermain-main dengan gagasan membuka sebuah rumah di London yang didedikasikan untuk Meher Baba. Dalam delapan tahun saya mengikutinya, saya hanya menyumbangkan uang receh kepada yayasan-yayasan yang didirikan di seluruh dunia untuk melaksanakan keinginan Sang Guru dan memutuskan sudah waktunya saya sendiri benar-benar mempertaruhkan sesuatu. The Who telah mendirikan perwalian amal yang kuat milik mereka sendiri, yang sampai taraf tertentu meredakan perasaan saya bahwa Meher Baba lebih memilih melihat saya memberi kepada orang miskin daripada mendirikan satu lagi apa yang disebut 'pusat spiritual'.
[butuh rujukan] Townshend juga memulai sebuah proyek yang didedikasikan untuk pengumpulan, restorasi, dan pemeliharaan film-film terkait Meher Baba. Proyek tersebut dikenal sebagai MEFA, atau Meher Baba European Film Archive.[butuh rujukan]
Badan amal anak-anak
Townshend telah menjadi pendukung aktif badan amal anak-anak. Debut versi panggung Tommy karya Townshend berlangsung di La Jolla Playhouse, San Diego, pada Juli 1992. Pertunjukan tersebut ditujukan sebagai acara amal bagi Nordoff-Robbins Music Therapy Foundation yang berbasis di London, sebuah organisasi yang membantu anak-anak dengan autisme dan disabilitas intelektual.[butuh rujukan]
Townshend tampil pada acara amal tahun 1995 yang diselenggarakan oleh Paul Simon di Paramount Theatre, Madison Square Garden, untuk Children's Health Fund. Pada tahun berikutnya, Townshend tampil dalam acara amal tahunan Bridge School Benefit, sebuah fasilitas di California bagi anak-anak dengan gangguan bicara dan fisik berat, dengan konser yang diselenggarakan oleh Neil Young dan Pegi Young. Pada 1997, Townshend menjalin hubungan dengan Maryville Academy, sebuah badan amal anak-anak di wilayah Chicago. Antara 1997 dan 2002, Townshend memainkan lima pertunjukan amal untuk Maryville Academy, menggalang sedikitnya $1.600.000. Albumnya tahun 1998 A Benefit for Maryville Academy dibuat untuk mendukung kegiatan mereka dan hasil penjualan rilisan tersebut disumbangkan kepada mereka.[butuh rujukan]
Sebagai anggota The Who, Townshend juga telah membawakan serangkaian konser sejak 2000 untuk mendukung Teenage Cancer Trust di Britania Raya dan menggalang beberapa juta pound.[butuh rujukan] Pada 2005, Townshend tampil di Gotham Hall, New York, untuk Four Seasons of Hope milik Samsung, sebuah acara penggalangan dana tahunan bagi badan amal anak-anak. Pada tahun yang sama, ia menyumbangkan sebuah gitar yang telah dihancurkan kepada Pediatric Epilepsy Project.[164]
Pada 4 November 2011, Roger Daltrey dan Townshend meluncurkan Daltrey/Townshend Teen and Young Adult Cancer Program di Ronald Reagan UCLA Medical Center, Los Angeles, yang akan didanai oleh badan amal The Who, Who Cares. Peluncuran tersebut, yang diikuti acara penggalangan dana pada 5 November, juga dihadiri oleh Robert Plant dan Dave Grohl.[165] Daltrey dan Townshend mendirikan Teen Cancer America, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk meningkatkan kehidupan remaja dan dewasa muda penderita kanker.[166]
Pada 2024, Townshend menyumbangkan permainan gitar untuk rilisan ulang lagu "Going Home: Theme of the Local Hero" milik Mark Knopfler guna mendukung Teenage Cancer Trust.[167]
Rehabilitasi narkoba
Townshend juga mengadvokasi rehabilitasi narkoba. Dalam sebuah wawancara radio tahun 1985, ia berkata:
Hal yang paling aktif saya lakukan adalah menggalang dana untuk menyediakan tempat tidur di klinik guna membantu orang-orang yang telah menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Di Britania, fasilitasnya memang sangat, sangat, sangat minim ... meskipun kami memiliki layanan kesehatan nasional, sebuah sistem medis gratis, sistem itu tidak melakukan banyak hal khusus untuk pecandu narkoba Kelas A – pengguna kokain, pengguna heroin ... kami membuat banyak kemajuan ... pemerintah Britania memulai kampanye antiheroin melalui iklan, dan saya dilibatkan oleh mereka sebagai semacam figur simbolis, lalu berbagai pihak lain melibatkan saya dalam kampanye mereka sendiri, tetapi pekerjaan utama saya adalah menggalang dana untuk mencoba membuka sebuah klinik besar.
"Klinik besar" yang dimaksud Townshend adalah fasilitas perawatan narkoba di London yang telah ia rancang bersama peneliti rehabilitasi narkoba Meg Patterson, tetapi rencana itu tidak pernah terwujud. Dua konser The Who pada awal 1979 menggalang £20.000 untuk Pharmakon Clinic milik Patterson di Sussex.[168]
Contoh lain aktivisme rehabilitasi narkoba Townshend berlangsung dalam bentuk konser amal tahun 1984 (yang kebetulan merupakan penampilan langsung pertama band Manchester The Stone Roses), sebuah artikel yang ia tulis beberapa hari kemudian untuk Mail on Sunday Britania yang menyerukan perawatan lebih baik bagi jumlah pecandu narkoba di negara itu yang terus meningkat, serta pembentukan organisasi amal Double-O Charities untuk menggalang dana bagi gerakan-gerakan yang baru-baru ini ia dukung.[butuh rujukan] Townshend juga secara pribadi menjual kaus antiheroin penggalangan dana pada serangkaian konser Bruce Springsteen di Britania Raya dan dilaporkan membiayai perjalanan mantan drumer The Clash Topper Headon untuk menjalani perawatan rehabilitasi narkoba. Band Townshend tahun 1985–86, Deep End, memainkan dua pertunjukan amal di Brixton Academy pada 1985 untuk Double-O Charities.[169]
Amnesty International
Pada 1979 Townshend menyumbangkan jasanya kepada organisasi hak asasi manusia Amnesty International ketika ia membawakan tiga lagu untuk pertunjukan amalnya, The Secret Policeman's Ball—penampilan yang kemudian dirilis dalam rekaman dan ditampilkan dalam film pertunjukan tersebut. Penampilan akustik Townshend atas tiga lagunya ("Pinball Wizard", "Drowned", dan "Won't Get Fooled Again") kemudian disebut sebagai pelopor dan inspirasi bagi fenomena "unplugged" pada 1990-an.[170]
Townshend diundang untuk tampil bagi Amnesty oleh Martin Lewis, produser The Secret Policeman's Ball, yang kemudian menyatakan bahwa partisipasi Townshend menjadi kunci baginya untuk memperoleh partisipasi selanjutnya bagi Amnesty (dalam pertunjukan sekuel tahun 1981) dari Sting, Eric Clapton, Jeff Beck, Phil Collins, dan Bob Geldof.[171] Penampil lain yang terinspirasi untuk mendukung Amnesty International dalam pertunjukan Secret Policeman's Ball berikutnya dan acara amal lain karena komitmen awal Townshend terhadap organisasi tersebut mencakup Peter Gabriel, Bruce Springsteen, David Gilmour, dan vokalis utama U2, Bono, yang pada 1986 berkata kepada majalah Rolling Stone: "Saya menonton The Secret Policeman's Ball dan itu menjadi bagian dari diri saya. Itu menanamkan sebuah benih...."[172]
Diskografi
Album solo
- Who Came First (1972)
- Rough Mix (1977) (bersama Ronnie Lane)
- Empty Glass (1980)
- All the Best Cowboys Have Chinese Eyes (1982)
- White City: A Novel (1985)
- The Iron Man: The Musical by Pete Townshend (1989)
- Psychoderelict (1993)
Townshend juga merilis beberapa album yang dipersembahkan kepada mentor spiritualnya, Meher Baba, yang tercantum di halaman diskografi.
Penampilan tamu
Pada 1968, Townshend membantu membentuk sebuah grup musik bernama Thunderclap Newman yang terdiri dari tiga musisi yang dikenalnya: pianis Andy Newman (teman lama dari sekolah seni), drumer John "Speedy" Keen (yang menulis "Armenia City in the Sky" untuk direkam oleh The Who dalam album studio mereka tahun 1967, The Who Sell Out) dan gitaris remaja Jimmy McCulloch (yang kemudian bergabung dengan Wings). Townshend memproduseri grup tersebut dan memainkan bas pada rekaman mereka dengan nama samaran bernada jenaka "Bijou Drains". Rekaman pertama mereka adalah singel "Something in the Air", yang menjadi hit nomor satu di Britania Raya dan hit besar di berbagai wilayah lain di dunia. Menyusul kesuksesan ini, Townshend memproduseri satu-satunya album mereka, Hollywood Dream.[173]
Pada 1971, Townshend, bersama Keith Moon dan Ronnie Lane, mengiringi Mike Heron (dari Incredible String Band) dalam satu lagu, "Warm Heart Pastry", dari LP solo pertama Heron, Smiling Men with Bad Reputations. Dalam catatan album, mereka dicantumkan sebagai "Tommy and the Bijoux".
Pada 1984, Townshend menyumbangkan lirik untuk lagu "I'm the Answer" dalam album solo debut saudaranya, Simon, Sweet Sound.
Townshend berbagi kredit penulisan lagu untuk dua lagu ("Love on the Air" dan "All Lovers Are Deranged") dalam album solo tahun 1984 milik gitaris Pink Floyd, David Gilmour, About Face.[174]
Townshend sering merekam dan tampil bersama pacarnya, Rachel Fuller, seorang pianis yang terlatih secara klasik dan penyanyi-penulis lagu.[175][176]
Pada 2006, Townshend membuka sebuah situs web untuk penerapan The Lifehouse Method berdasarkan konsep Lifehouse miliknya dari tahun 1971. Situs web ini dibuat melalui kolaborasi dengan komponis Lawrence Ball dan pengembang perangkat lunak David Snowden, dengan instrumentasi oleh Steve Hills. Pengguna situs tersebut dapat memasukkan data untuk menggubah sebuah "potret" musikal yang kemudian dapat dikembangkan oleh tim musik menjadi komposisi yang lebih besar untuk konser atau rangkaian konser yang direncanakan.[butuh rujukan]
Penampilan lainnya meliputi:
- The Kids Are Alright bersama The Who, dokumenter rok, disutradarai oleh Jeff Stein (1979)
- "Because You're Young" bersama David Bowie dalam Scary Monsters (1980)
- Vokal latar pada "Slave" bersama "The Rolling Stones" dalam Tattoo You (1981)
- Gitar akustik pada "Ball and Chain" bersama Elton John dalam Jump Up! (1982)
- Vokal latar pada "I'm the Answer" bersama Simon Townshend dalam Sweet Sound (1983)
- "Lonely at the Top" dan "Hard Woman" bersama Mick Jagger dalam She's the Boss (1985)
- Gitar pada "Town of Plenty" bersama Elton John dalam Reg Strikes Back (1988)
- Gitar akustik bersama Prefab Sprout pada "Hey Manhattan!" dalam From Langley Park to Memphis (1988)
- "Substitute" bersama The Ramones dalam Acid Eaters (1993)
- "Joy" dan "Gun" bersama Mick Jagger dalam Goddess in the Doorway (2001)
- "Slow Burn" bersama David Bowie dalam Heathen (2002)
- "Angry" dan "Move Over Busker" dalam Press to Play milik Paul McCartney (1986)
- "Travelator" dalam Electronica 1: The Time Machine milik Jean-Michel Jarre (2015)
Bibliografi
- The Story of Tommy (1977, Eel Pie Publishing) – bersama Richard Barnes
- Horse's Neck (1985, Faber and Faber) – kumpulan cerita pendek
- The Who's Tommy (1993, Pantheon Books)
- The Who: Maximum R&B (2004, Plexus Publishing) – bersama Richard Barnes
- Who I Am (2012, HarperCollins) – autobiografi
- The Age of Anxiety (2019, Coronet) – novel
Penghargaan
- BRIT Awards 1983 – Penghargaan Pencapaian Seumur Hidup
- Q Awards 1991 – Penghargaan Jasa
- International Rock Awards 1991 – Penghargaan Legenda Hidup[177]
- Tony Award 1993 – Skor Orisinal Terbaik (musik & lirik) – The Who's Tommy (bersama)
- Grammy Awards 1994 – Album Pertunjukan Musikal Terbaik (sebagai komponis dan penulis lirik The Who's Tommy)
- Q Awards 1998 – Penghargaan Penulis Lagu
- Grammy Awards 2001 – Penghargaan Pencapaian Seumur Hidup
- Ivor Novello Awards 2001 – Penghargaan Pencapaian Seumur Hidup[178]
- South Bank Show Award 2007 – Penghargaan Pencapaian Seumur Hidup
- Gelar doktor kehormatan dari University of West London, 2010[179]
- MOJO Awards 2008 – Hall of Fame
- MOJO Awards 2008 – Penulis Lagu Klasik
- Penghargaan Album Klasik untuk Quadrophenia dari Classic Rock Roll of Honour Awards di The Roundhouse, 9 November 2011, London, Inggris
- TEC Awards 2013 – Penghargaan Les Paul[180]
- Penghargaan Stevie Ray Vaughan 2015[181]
- The George and Ira Gershwin Award 2016 – Pencapaian Musikal Seumur Hidup.[7][8]
- American Academy of Achievement 2019 – Penghargaan Golden Plate. Townshend menerima Golden Plate bersama Roger Daltrey dan penghargaan tersebut diserahkan oleh anggota Dewan Penghargaan Peter Gabriel.[182][183]
Penghargaan seumur hidup lainnya
- 1990 Rock and Roll Hall of Fame
- 2005 UK Music Hall of Fame
- 2008 Kennedy Center Honors
Referensi
- ↑ "Pete Townshend". Front Row. 26 Desember 2012. BBC Radio 4. Diakses tanggal 18 Januari 2014.
- ↑ "The Who unveil first new song in eight years". BBC News. 26 September 2014. Diakses tanggal 5 Juni 2015.
- ↑ The Who. Encyclopædia Britannica
- ↑ The New Book of Rock Lists. New York City: Simon & Schuster. 1994. hlm. 344. ISBN 978-0671787004. Diakses tanggal 15 Mei 2011.
new book of rock lists.
- ↑ "Top 50 Guitarists". Gibson.com. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Juli 2011. Diakses tanggal 15 Mei 2011.
- ↑ "The 250 Greatest Guitarists of All Time". Rolling Stone (dalam bahasa Inggris Amerika). 13 Oktober 2023. Diakses tanggal 14 Oktober 2023.
{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - 1 2 Gershwin Awards 2016 Recipient Diarsipkan 21 November 2020 di Wayback Machine., Alumni.UCLA.edu,
- 1 2 Weinberg, Lindsay (10 Mei 2016). "The Who to receive lifetime achievement award at Spring Sing 2016". Daily Bruin. Los Angeles, California: University of California, Los Angeles. Diakses tanggal 18 Oktober 2018.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 2.
- ↑ Friedlander, Matt (April 2024). "Pete Townshend Shares Onstage Trauma That Occurred While Performing 'Tommy' with The Who in 2017". American Songwriter. Diakses tanggal 18 Juli 2024.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 6.
- ↑ Rogovoy, Seth (12 November 2019). "The Secret Jewish History of The Who". The Forward. Diakses tanggal 6 Februari 2024.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 8,12.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 8.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 7.
- ↑ Marsh 1983, hlm. 19.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 9-10.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 13.
- ↑ Marsh 1983, hlm. 26.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 15.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 17.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 12.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 7.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 19.
- ↑ Wooldridge 2002, hlm. 136.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 18.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 22.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 22.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 21,24.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 40.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 26.
- ↑ Marsh 1983, hlm. 66.
- ↑ Marsh 1983, hlm. 80.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 55.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 60.
- ↑ Marsh 1983, hlm. 125-126.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 40.
- ↑ Howard 2004, hlm. 107–108.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 52.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 53.
- ↑ Unterberger, Richie. "My Generation – review". AllMusic. Diakses tanggal 19 September 2013.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 63.
- ↑ Marsh 1983, hlm. 227.
- ↑ Marsh 1983, hlm. 229.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 37.
- ↑ Daly, Sean (4 November 2012). "Review: Pete Townshend memoir 'Who I Am' gloomy yet addictive". Tampa Bay Times. Diakses tanggal 5 Maret 2014.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 76.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 76.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 77.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 148.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 149.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 93.
- ↑ Marsh 1983, hlm. 294.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 113.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 89.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 224.
- ↑ "Hope I don't have a heart attack". The Daily Telegraph. London. 22 Juni 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Januari 2022. Diakses tanggal 22 Januari 2014.
- ↑ Marsh 1983, hlm. 368.
- ↑ Marsh 1983, hlm. 378.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 275.
- ↑ Suddath, Claire (21 Oktober 2011). "'Baba O'Riley'". Time. Diakses tanggal 22 Januari 2014.
- ↑ Marsh 1983, hlm. 412.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 211.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 428.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 213.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 336.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 222.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 369.
- ↑ Marsh 1983, hlm. 439.
- ↑ Marsh 1983, hlm. 451.
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 240.
- ↑ Neill & Kent 2009, hlm. 394.
- ↑ "The Who Biography". Rock and Roll Hall of Fame. Diakses tanggal 3 Oktober 2013.
- ↑ "The Who". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 15 Mei 2011.
- ↑ Vedder, Eddie. "The Immortals – The Greatest Artists of All Time: 29) The Who" Rolling Stone, 15 April 2004.
- ↑ "First Annual Lifetime Achievement Award in Live Music". Vodafonemusic.co.uk. Diarsipkan dari asli tanggal 27 September 2007. Diakses tanggal 15 Mei 2011.
- ↑ Watson, Tom. "The Night The Who Saved New York". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 Juni 2024.
- ↑ "The Who: Live at the Isle of Wight Festival 2004 | WHSmith". 'WHSmith (dalam bahasa Inggris Amerika). Diakses tanggal 14 Juni 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ↑ "BBC - The Live 8 Event - Live 8 Running Order". www.bbc.co.uk. Diakses tanggal 14 Juni 2024.
- ↑ NME (24 Juni 2007). "The Who close Glastonbury 2007". NME (dalam bahasa Inggris Britania). Diakses tanggal 14 Juni 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ↑ music, Guardian (10 Juli 2015). "The Who say they were sabotaged at Glastonbury". The Guardian (dalam bahasa Inggris Britania). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 14 Juni 2024.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ↑ "The Who liner notes". Thewho.net. 16 Oktober 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Mei 2011. Diakses tanggal 15 Mei 2011.
- ↑ "Ritchie Blackmore interview". Thehighwaystar.com. Diakses tanggal 15 Mei 2011.
- ↑ "Steven Rosen's Jimmy Page Interview". Zepagain.com. 1977. Diarsipkan dari asli tanggal 24 Januari 2011. Diakses tanggal 15 Mei 2011.
- ↑ "Fan Questions/SLASH Answers – 2003". Snakepit.org. 2003. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Januari 2018. Diakses tanggal 10 Januari 2019.
Brian, there are a lot of guitarist that have stage presence that I like, but I also like their playing. To give you some examples: Joe Perry, Pete Townsend, Jimmy Page...
- ↑ "Alex Lifeson interview". Epiphone.com. 29 Juli 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 28 September 2011. Diakses tanggal 15 Mei 2011.
- ↑ The Sex Pistols' Steve Jones: 'I lost everything, hit bottom, and had to work my way back up' Diarsipkan 24 Maret 2012 di Wayback Machine.. Gibson.
- ↑ "Steve Hoffman Music Forums: Pete Townshend – Peppermint Lump". Diakses tanggal 8 Mei 2018.
- ↑ Rivadavia, Eduardo (13 Januari 2016). "When Eric Clapton Staged His Rainbow Concert Comeback". Ultimate Classic Rock. Diakses tanggal 12 Mei 2019.
- ↑ Kopp, Bill (12 Agustus 2015). "Eric Clapton's Lifesaving 'Rainbow Concert' Revisited". Best Classic Bands. Diakses tanggal 4 April 2025.
- ↑ "John Lennon's Coolness to Pete Townshend". Steve Hoffman Music Forums. Diakses tanggal 12 Mei 2019.
- ↑ "Watch Paul McCartney Lead an All-Star Band with Pete Townshend, Robert Plant (on Bass!) and John Bonham". Paste Magazine. 28 Desember 2017. Diakses tanggal 12 Mei 2019.
- ↑ Miles, Barry; Mabbett, Andy (1994). Pink Floyd – The Visual Documentary. London: Omnibus. ISBN 0-7119-4109-2.
- ↑ "The Who - Album by Album by Song". Steve Hoffman Music Forums (dalam bahasa Inggris Amerika). Diakses tanggal 14 Juni 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ↑ "Pete Townshend's Classic Quadrophenia With Billy Idol Announces U.S. Tour Dates (by Michael Gallucci)". Ultimateclassicrock.com. 6 Juni 2017. Diakses tanggal 8 Oktober 2017.
- ↑ "Pete Townshend Plots Short 'Classic Quadrophenia' Tour – Townshend will revisit The Who's famous double album with an orchestra to reach "classical and pop music lovers alike" (by Elias Leight)". Rolling Stone. 6 Juni 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Oktober 2017. Diakses tanggal 8 Oktober 2017.
- ↑ "Eddie Vedder Performs With Pete Townshend's 'Classic Quadrophenia' In Rosemont". JamBase (dalam bahasa Inggris Amerika). Diakses tanggal 30 November 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ↑ Heath, Chris (Juli 2002). "Pete Townshend: The Rolling Stone Interview". Rolling Stone. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Mei 2009.
- ↑ "The Who Official Band Website – Roger Daltrey, Pete Townshend, John Entwistle, and Keith Moon, Home". Petetownshend.co.uk. Diarsipkan dari asli tanggal 27 Januari 2007. Diakses tanggal 15 Mei 2011.
- ↑ Belson, Ken (2 Februari 2010). "The Who, and the Super Bowl's Evolving Halftime Show". The New York Times. Diakses tanggal 8 Februari 2010.
- ↑ "Closing Ceremony". London 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Juli 2012. Diakses tanggal 20 Juli 2012.
- ↑ "Roger Daltrey should write songs for next Who album". Kshe95.com. 21 Maret 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Maret 2018. Diakses tanggal 22 Maret 2018.
- ↑ "Album Review: The Who Remain Blunt as Ever on Uneven WHO". 29 November 2019.
- ↑ Doyle, Patrick (10 Oktober 2012). "Pete Townshend on the Future of The Who". Rolling Stone. Diakses tanggal 12 Mei 2019.
- ↑ "Townshend Offers Update On New Solo Project – WROR" (dalam bahasa Inggris Amerika). WROR. 1 Juni 2015. Diakses tanggal 18 Desember 2017.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)[pranala nonaktif permanen] - ↑ "The Who's Pete Townshend plans new musical". ABC News. 26 Agustus 2009. Diakses tanggal 12 Mei 2019.
- ↑ Greene, Andy (17 Februari 2012). "The Who Sell Out: Pete Townshend Gets Millions for Back Catalog". Rolling Stone. Diakses tanggal 12 Mei 2019.
- ↑ "Spirit Music Group press release". Spiritmusicgroup.com. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Maret 2015. Diakses tanggal 12 Mei 2019.
- ↑ SiriusXM (9 Februari 2010), The Who's Pete Townshends New Stage Production "Floss" // SiriusXM, diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Desember 2021, diakses tanggal 18 Desember 2017
- ↑ Bonner, Michael (24 Juni 2015). "An interview with Pete Townshend: 'I might retire... from making money...'". Uncut. Diakses tanggal 28 Juli 2019.
- 1 2 Flood, Alison (5 Maret 2019). "The Who's Pete Townshend announces debut novel, The Age of Anxiety". The Guardian. Diakses tanggal 6 Maret 2019.
- ↑ Kelts, Roland (9 Oktober 2012), "Pete Townshend's War", The New Yorker, diakses tanggal 20 Agustus 2015
- ↑ Victoriano, Camila (16 Oktober 2012), "Townshend Talks Postwar Lyricism", The Harvard Crimson, diakses tanggal 20 Agustus 2015
- 1 2 Deusner, Stephen (19 Oktober 2012), "Pete Townshend: "I wasn't trying to make beautiful music"", Salon, diakses tanggal 20 Agustus 2014
- ↑ Wilkerson 2006, hlm. 16.
- ↑ Hopper, Alex (31 Juli 2026), Before His Work With Stevie Wonder, This Producer Inspired Pete Townshend To Break Instruments
- ↑ Andrew Male. "Strength of Strings". Mojo. Januari 2020. Issue 314. p. 112.
- ↑ "Guild F-612XL 12-string acoustic guitar | Pete Townshend's Guitar Gear | Whotabs".
- ↑ "Takamine Guitars | Pete Townshend's Guitar Gear | Whotabs".
- ↑ "Gibson Montana SJ 200 Standard review". MusicRadar. 5 Mei 2018.
- ↑ Victoria and Albert Museum, Online Museum (3 Mei 2011). "Pete Townshend's Guitar". Victoria and Albert Museum. Diakses tanggal 12 Mei 2019.
- ↑ "Danelectro Guitars | Pete Townshend's Guitar Gear | Whotabs". Thewho.net.
- 1 2 3 Gress, Jesse (12 Mei 2023). "10 Things You Gotta Do To Play Like Pete Townshend". GuitarPlayer.com.
- ↑ "The Who's guitar is smash hit of Woodstock display". Evening Standard. 12 April 2012.
- ↑ Gill, Chris (8 Juli 2019). "The secrets behind Pete Townshend's tone on The Who's Won't Get Fooled Again". Guitarworld.com. Diakses tanggal 4 Februari 2020.
- ↑ Scapelliti, Christopher (17 Mei 2023). "Pete Townshend's Smashed Rickenbacker Takes More Than $78K at Auction". GuitarPlayer.com.
- ↑ "Pete's Equipment, Harmony Sovereign H-1270 12-string acoustic guitar, Whotabs, Pete Townshend". Thewho.net. Diakses tanggal 15 Mei 2011.
- ↑ "Fender Jazzmaster | Pete Townshend's Guitar Gear". Thewho.net. Diakses tanggal 12 Mei 2020.
- ↑ "Pete Townshend: On Guitar-Smashing Regrets, Stylistic Evolution, and Becoming a Gear Aficionado". Premier Guitar. 11 Maret 2010. Diakses tanggal 12 Mei 2019.
- ↑ "1952 Fender Telecaster | Pete Townshend's Guitar Gear". Thewho.net. Diakses tanggal 12 Mei 2020.
- ↑ "Vox amplifiers | Pete Townshend's Guitar Gear". Thewho.net. Diakses tanggal 12 Mei 2020.
- ↑ "Pete's Gear: 1959 Fender Bandmaster Amplifier". Diakses tanggal 4 Januari 2016.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 95.
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 96.
- ↑ "ARP 2500 and 2600 synthesizers | Pete Townshend's Guitar Gear | Whotabs". Thewho.net. Diakses tanggal 12 Mei 2020.
- ↑ "About". Synclavier (dalam bahasa Inggris Kanada). Diakses tanggal 14 Juni 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ↑ Townshend, Pete. (2012) Who I Am: A Memoir, Kota New York: HarperCollins. ISBN 978-0-06-212724-2
- ↑ "Best Sellers". The New York Times. 28 Oktober 2012. Diakses tanggal 10 Januari 2013.
- ↑ Townshend, Pete (26 November 1970). "In Love with Meher Baba, by Pete Townshend". Rolling Stone.
- ↑ Barnes, Richard. Liner notes from 1996 CD release.
- ↑ Townshend, Pete (26 November 1970). "In Love With Meher Baba". Rolling Stone. No. 71.
- ↑ Townshend, Pete (2012). Who I Am. HarperCollins. hlm. 258–261, 271, 278–279. ISBN 978-0062127242.
- ↑ ibid., p.280
- ↑ Giuliano 2002, hlm. 81.
- ↑ Seigel, Jessica (2 Oktober 1994). "Pete Townshend: So Why Did a Guy Who Hates Pinball Write A Rock Opera About it?". Chicago Tribune. Diakses tanggal 12 Maret 2013.
- ↑ "The Who's Pete Townshend's £15 million London home has been sold". NME. 3 Agustus 2021.
- ↑ Mikhailova, Anna (30 Mei 2010). "Talkin' 'bout my National Trust generation". The Times. London. Diakses tanggal 4 Juni 2010.
- ↑ "Rich List 2009". The Times. London. Diakses tanggal 22 Mei 2010.[pranala nonaktif]
- ↑ "Pete Townshend Says He Is Bisexual". Orlando Sentinel. 8 November 1990. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Mei 2013. Diakses tanggal 3 Desember 2012.
- ↑ Sheff, David (1994). "Interview: Pete Townshend". Playboy.
- 1 2 Lynskey, Dorian (9 Oktober 2012). "Who I Am: A Memoir by Pete Townshend". The Guardian. Diakses tanggal 4 Januari 2013.
- ↑ Wilson, Jamie (8 Mei 2003). "Pete Townshend put on sex offenders register". The Guardian. London, England. Diakses tanggal 22 Mei 2010.
- ↑ "Pete Townshend says court 'would have destroyed me'". BBC News. 9 Oktober 2012. Diakses tanggal 29 September 2014.
- ↑ Taylor, Mark (27 September 2012). "Pete Townshend book describes 'insane' attempt to expose internet child abuse". The Guardian. London. Diakses tanggal 18 Oktober 2018.
- ↑ "Pete Townshend: I paid for child porn to prove British banks were channelling sex-ring cash". The Daily Telegraph. London, England. 28 September 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Januari 2022. Diakses tanggal 18 Oktober 2018.
- ↑ Campbell, Duncan (Juni 2007). "Sex, Lies and the Missing Videotape" (PDF). PC PRO. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 20 Oktober 2021. Diakses tanggal 23 Desember 2021 – via duncancampbell.org.
- ↑ Grow, Kory (4 Maret 2016). "Flashback: Watch the Who Blow Up 'Smothers Brothers' in Primetime". Rolling Stone. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Agustus 2016. Diakses tanggal 15 Agustus 2016.
- ↑ Kreps, Daniel (8 Februari 2010). "The Who's Future Uncertain as Townshend's Tinnitus Returns". Rolling Stone. Diarsipkan dari asli tanggal 21 Februari 2010. Diakses tanggal 21 Februari 2010.
- ↑ "'Luvvies' for Labour". BBC News. 30 Agustus 1998. Diakses tanggal 22 Mei 2010.
- ↑ Rashbaum, Alyssa (13 Juli 2004). "Pete Townshend Says Don't Be 'Fooled' By Michael Moore". MTV. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Juni 2023. Diakses tanggal 8 Desember 2012.
- ↑ "The Hypertext Who › Article Archive › Penthouse Interview (1974)". Thewho.net. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Juli 2014. Diakses tanggal 4 Juli 2014.
- ↑ Sieczkowski, Cavan (5 Desember 2012). "The Who Guitarist Says He Is A Neoconservative". HuffPost. Diakses tanggal 12 Mei 2019.
- ↑ Hodgkinson, Will. "The Who on a new album, ageing and artistic differences". The Times.
- ↑ "Pete Townshend Smashes Guitar... for Charity". Modern Guitars. 12 Agustus 2005. Diarsipkan dari asli tanggal 19 November 2005.
- ↑ "The Who launch teen cancer program at LA hospital". The Sacramento Bee. 4 November 2011. Diakses tanggal 4 November 2011.[pranala nonaktif]
- ↑ "Teen Cancer America - Our Founders". Teen Cancer America (dalam bahasa Inggris Amerika). Diakses tanggal 5 Juni 2026.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ↑ Dunworth, Liberty (8 Februari 2024). "Mark Knopfler recruits Bruce Springsteen, Brian May, Ronnie Wood and more for Teenage Cancer Trust single". NME. Diakses tanggal 4 Maret 2024.
- ↑ des Chenes, Josema (8 Agustus 2013). "Dreams and Music". josemadeschenes.wordpress.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 Juni 2024.
- ↑ Pete Townshend's Deep End Live! - Pete Townshe... | AllMusic (dalam bahasa Inggris), diakses tanggal 14 Juni 2024
- ↑ "The Secret Policeman's Film Festival". 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 18 Juni 2009.
- ↑ Lewis, Randy (8 Oktober 2013). "Amnesty International benefit concerts coming on DVD/CD on Nov. 5". Los Angeles Times (dalam bahasa Inggris Amerika). Diakses tanggal 14 Juni 2024.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) - ↑ "Amnesty: 50 years of fighting for human rights". The Independent. 29 Mei 2011.
- ↑ "Thunderclap Newman Hollywood Dream - Ex UK Vinyl LP Record 2406003 Hollywood Dream - Ex Thunderclap Newman 2406003 Track". test.991.com. Diakses tanggal 14 Juni 2024.
- ↑ "David Gilmour | Official Website". davidgilmour.com. Diakses tanggal 19 Mei 2022.
- ↑ "Rachel Fuller, Pete Townshend & Friends, The Bedford, London". The Independent (dalam bahasa Inggris). 1 November 2005. Diakses tanggal 14 Juni 2024.
- ↑ "LAist Interview: Rachel Fuller". LAist (dalam bahasa Inggris). 14 Juni 2009. Diakses tanggal 14 Juni 2024.
- ↑ Video di YouTube
- ↑ "Pete Townshend". Myguitarsolo.com. Diarsipkan dari asli tanggal 3 September 2014. Diakses tanggal 29 September 2014.
- ↑ Townshend, Pete (31 Oktober 2011). Can John Peelism Survive The Internet? (Speech). BBC Radio 6 Inaugural John Peel Lecture. Radio Academy Radio Festival, Salford's Lowry Theatre, Manchester.
- ↑ Gardner, Elysa; Gundersen, Edna (27 Januari 2013). "Pete Townshend receives Les Paul Award". USA Today. Diakses tanggal 29 September 2014.
- ↑ Blistein, Joan (23 April 2015). "Bruce Springsteen to Honor Pete Townshend for Addiction Charity Work". Rolling Stone. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Agustus 2015. Diakses tanggal 14 Agustus 2015.
- ↑ "Golden Plate Awardees of the American Academy of Achievement". achievement.org. American Academy of Achievement.
- ↑ "2019 International Achievement Summit". American Academy of Achievement.
Referensi yang dikutip
- Giuliano, Geoffrey (2002). Behind Blue Eyes: The Life of Pete Townshend. Cooper Square Press. ISBN 978-1-46173-196-2.
- Howard, David (2004). Sonic Alchemy: Visionary Music Producers and Their Maverick Recordings. Hal Leonard Corporation. ISBN 978-0-634-05560-7.
- Marsh, Dave (1983). Before I Get Old: The Story of The Who. Plexus Publishing Ltd. ISBN 978-0-85965-083-0.
- Neill, Andrew; Kent, Matthew (2009). Anyway Anyhow Anywhere: The Complete Chronicle of The Who 1958–1978. Sterling Publishing. ISBN 978-0-7535-1217-3.
- Wilkerson, Mark (2006). Amazing Journey: The Life of Pete Townshend. Lulu Enterprises Incorporated. ISBN 978-1-411-67700-5.[rujukan terbitan sendiri?]
- Wooldridge, Max (2002). Rock 'n' Roll London. Macmillan. ISBN 978-0-312-30442-3.
Bacaan lebih lanjut
- Horses Neck oleh Pete Townshend, Mariner Books 1987, edisi baru, (21 Mei 1998) ISBN 978-0-395-90559-3
- The Who: Maximum R&B oleh Pete Townshend dan Richard Barnes, Plexus Publishing; edisi ke-5 (27 September 2004) ISBN 978-0-85965-351-0
- Pete Townshend: A Minstrel's Dilemma oleh Larry David Smith, Praeger Publishers (30 Maret 1999) ISBN 978-0-275-96472-6
- Who Are You: The Life of Pete Townshend oleh Mark Ian Wilkerson, Omnibus Press; edisi pertama (30 November 2008) ISBN 978-1-84772-243-0
Pranala luar
- Situs web resmi The Who
- Pete Townshend di AllMusic
- Diskografi Pete Townshend di Discogs

- Pete Townshend di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- Pete Townshend di Internet Broadway Database

- Situs web komersial Eelpie milik Pete Townshend (Versi arsip; situs ditutup pada 2010)
- Pete Townshend diwawancarai pada Pop Chronicles (1969).
- "In Love with Meher Baba" (artikel Rolling Stone karya Townshend tahun 1970)
Penghargaan untuk Pete Townshend | |||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| |||||||||||||||||||||||||
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Akademik | |
| Seniman | |
| Orang | |
| Lain-lain | |