Museum memorial Jenderal Besar Soeharto diresmikan pada tanggal 8Juni2013.[2] Tanggal 8 Juni merupakan tanggal lahir Soeharto.[3] Peresmiannya diadakan oleh adik Soeharto yaitu Probosutedjo bersama dengan Siti Hardijanti Rukmana yang merupakan anak perempuan pertama Soeharto.[4]
Museum ini dibangun di atas lahan seluas 3.620 meter persegi, untuk untuk mengenang jasa dan pengabdian Soeharto semasa hidupnya untuk bangsa Indonesia agar dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Koleksi yang tersimpan di dalamnya antara lain benda kenangan milik Soeharto sejak berdinas di kemiliteran hingga saat menjabat sebagai presiden Republik Indonesia, termasuk berbagai prestasi yang pernah diraih semasa menjabat Presiden ke-2 Indonesia. dibangun dan diresmikan oleh H. Probosutedjo (adik dari Soeharto) dan Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut, putri pertama Soeharto)[5]
Bagian museum
Pada bagian halaman depan Memorial Jenderal Besar Soeharto terdapat patung besar yang menampilkan sosok Soeharto.[6] Patung ini dibuat oleh seniman bernama Edhi Sunarso. Di sebelah patung terdapat batu besar yang merupakan prasasti peresmian museum. Dalam pendopo memajang peranti multimedia berisikan gambar-gambar perjuangan Soeharto serta buku elektronik yang bersebelahan dengan patuh setengah badan Soeharto.
Untuk melihat koleksi lengkap dari museum ini, pengunjung dapat memasuki ruang diorama yang dikemas dengan perpaduan tradisional dan modern. Memasuki ruangan ini, pengunjung akan disambut dengan instalasi roll film berisi dokumentasi visual gerak tentang perjuangan Soeharto. Selain itu juga terdapat diorama perjuangan ketika melakukan koordinasi dengan Panglima Besar Jenderal Sudirman pada Serangan Umum 1 Maret 1949. Di dalam diorama ini ada penggambaran ketika Soeharto diundang oleh FAO di Roma tahun 1985 untuk mendapatkan penghargaan keberhasilan dalam swasembada pangan.