Sebelum tahun 2000, harga kopi relatif tidak terjangkau masyarakat luas. Oleh karenanya, pembuatan kopi bubuk sering kali dicampur dengan biji jagung untuk menurunkan harga produksi. Akan tetapi, harga kopi dan jagung menjadi setara antara tahun 2000-2010, sehingga produsen kopi mulai memproduksi bubuk kopi yang murni 100% terbuat dari biji kopi.[4]
Kopi jagung ditengarai telah ada sejak era penjajahan Belanda. Kopi ini menjadi pilihan karena lebih terjangkau bagi masyarakat kebanyakan.[2]
↑Savitri, Rizki Akbari (2015-06-25). "Kopi Jagung". Minum Kopi (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-02-09. Diakses tanggal 2021-02-04.