Sejarah
Kopi Janji Jiwa didirikan oleh Billy Kurniawan pada tanggal 15 Mei 2018 di Jakarta. Sebelum mendirikan perusahaan ini, Billy adalah pengusaha teh susu mutiara bernama Calais.[3] Pada awal berdiri, Kopi Janji Jiwa hanya memiliki 1 outlet di ITC Kuningan, Jakarta Selatan yang menjual minuman berbahan dasar kopi dengan penjualan 10 gelas kopi sehari, tetapi kini kedai Kopi Janji Jiwa mampu menjual jutaan gelas kopi sebulan.[4]
Pada tahun 2019, Jiwa Group meluncurkan merek kedua mereka, Jiwa Toast. Jaringan ini menghadirkan menu roti panggang dengan bermacam-macam pugasan dan rasa. [5] Hal ini disusul dengan perintisan Jiwa Tea, merek untuk produk teh, pada tahun 2020 dan Burger Geber, merek untuk produk hamburger, pada tahun 2023. Ketiga merek tambahan ini diintegrasikan dengan sejumlah gerai Kopi Janji Jiwa; gerai-gerai lama umumnya hanya memiliki 1, 2, atau 3 merek saja, sementara gerai-gerai baru menaungi keempat merek.[6][7]
Pada tahun 2020, Jiwa Group merilis aplikasi pemesanan dalam jaringan berbasis digital untuk mendukung konsep Grab & Go yang diberi nama JIWA+.[8]
Pada tahun 2021, Jiwa Group menerima pendanaan dari dua investor, yaitu Openspace dan Capsquare Asia Partners. Keduanya merupakan investor yang memiliki praktik terbaik di pasar value-chain lokal dan regional.[9][10]
Pada tahun 2023, Jiwa Group meluncurkan program yang diberi nama Kopi Sejuta Jiwa (KSJ), yaitu berjualan kopi keliling dengan menggunakan sepeda listrik. Per bulan September 2023, Jiwa Group telah mengoperasikan 50 sepeda listrik KSJ.[11]
Saat ini kopi Janji Jiwa memiliki lebih dari 600 outlet, 50 produk dan tersebar di lebih dari 100 kota. [12]