Humbang Hasundutan (Batak Toba: ᯂᯮᯔ᯲ᯅᯰᯂᯘᯮᯉ᯲ᯑᯮᯖᯉ᯲) adalah sebuah Kabupaten di ProvinsiSumatera Utara, Indonesia.[6][7] Dibentuk pada 28 Juli2003, kabupaten ini mempunyai luas sebesar 2.351,51 km². Ibu kotanya adalah Kecamatan Dolok Sanggul. Kondisi fisik kabupaten ini berada pada ketinggian 330-2.075 meter dpl.
Menurut data per 30 Juni 2024, penduduk Kabupaten Humbang Hasundutan berjumlah 209.317 jiwa.[1] Motto daerah kabupaten ini adalah "bona pasogit nauli", yang dalam bahasa Batak Toba berarti kampung halaman kita yang indah. Kabupaten Humbang Hasundutan dipimpin oleh Bupati Oloan Paniaran Nababan dan Junita Rebeka Marbun sebagai wakil bupati.
Geografi
Gapura selamat datang di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan salah satu kabupaten di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten ini mempunyai luas wilayah sebesar 251.765,93 Ha yang terbagi kedalam 10 kecamatan. Secara geografis, kabupaten ini terletak antara 2°13'–2°28' Lintang Utara dan 98°10'–98°57' Bujur Timur.[8]
Batas wilayah
Wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan berbatasan dengan:[9]
Secara topografi, wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki sifat muka tanah bergelombang dan berbukit dengan ketinggian antara 330–2075 mdpl. Kemiringan tanah di wilayah ini terbagi menjadi tiga, yaitu datar dengan persentase 11% dari luas wilayah keseluruhan Kabupaten Humbang Hasundutan, landai dengan persentase 20% dari luas wilayah keseluruhan Kabupaten Humbang Hasundutan, dan miring/terjal sebesar 69% dari luas wilayah keseluruhan Kabupaten Humbang Hasundutan.[8]
Kabupaten Humbang Hasundutan terdiri dari 10 kecamatan, 1 kelurahan, dan 153 desa dengan luas wilayah mencapai 2.351,51 km² dan jumlah penduduk sekitar 206.668 jiwa (2023) dengan kepadatan penduduk 88 jiwa/km².[6][7][16]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Humbang Hasundutan, adalah sebagai berikut:
Kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar adalah Dolok Sanggul dengan 53.862 jiwa sedangkan jumlah penduduk terkecil berada di Kecamatan Sijamapolang dengan 6.570 jiwa.[17]
Batak Toba yang merupakan suku asli dan dominan di Kabupaten Humbang Hasundutan, memengaruhi pada bahasa komunikasi yang digunakan dalam kehidupan bermasyarakat. Bahasa Batak Toba adalah bahasa utama yang digunakan oleh penduduk Kabupaten Humbang Hasundutan, selain dari bahasa Indonesia yang merupakan bahasa resmi Negara Indonesia.[19]
Mayoritas penduduk Kabupaten Humbang Hasundutan adalah petani. Komoditas pertanian terbesar adalah kopi dengan luas panen 9.246 Ha dan produksi 6.461 ton (Humbahas Dalam Angka 2007). Perkebunan kopi terdiri dari 48.45% luas lahan pertanian dan perkebunan. Selain kopi, kabupaten ini juga kaya dengan kemenyan. Dengan luas panen 5.235 Ha menghasilkan 1.278 ton. Luas lahan kemenyan mencapai 23,16%. Komoditas lainnya adalah karet, kulit kayu manis, kenikir, cokelat, kelapa sawit, enau, kelapa, tebu, jahe, cengkih, dan andaliman.
Pertanian
Komoditas pertanian andalan penduduk Kabupaten Humbang Hasundutan adalah cabai dengan luas panen 612 Ha menghasilkan 3.086 ton (Humbahas Dalam Angka 2007). Tanaman cabai mencapai 39,97% lahan pertanian. Selain cabai penduduk juga bertanam andaliman, kubis, tomat, kentang, sawi, wortel, dan bawang merah.
Kehutanan
Di bidang kehutanan, Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki lahan 159.392 Ha hutan terdiri dari hutan produksi 84.540 Ha; hutan lindung 74.852 Ha. Kawasan hutan terbesar berada di Kecamatan Parlilitan yakni 38,58% dari hutan yang ada di kabupaten ini.
Pembangkit listrik
Potensi ekonomi lain di Kabupaten Humbang Hasundutan adalah pembangkit listrik. Terdapat 10 lokasi air terjun yang dapat dimanfaatkan menjadi pembangkit listrik. Air terjun dengan ketinggian jatuh tertinggi adalah Aek Sipang dengan ketinggian 125 meter. Berikutnya adalah Sipulak (75 m), Sisira (75 m), Simarhilang (50 m), dan lain-lain. Sebanyak 4 air terjun ini berada di satu desa yakni Sijarango (Janjimatogu), Kecamatan Pakkat.
↑Dongoran, Tumpal. H, dkk (Februari 1997). "Fonologi Bahasa Angkola"(PDF). labbineka.kemdikbud.go.id. hlm. 1–6. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2022-03-08. Diakses tanggal 23 September 2021.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)