Turki adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Sudan Selatan dari Sudan pada tahun 2011. Segera setelah itu, konsulat jenderal Turki di Juba ditingkatkan statusnya menjadi kedutaan.[1]
Pada tahun 2020, kantor berita Turki Anadolu Ajansı menyatakan bahwa Badan Koordinasi dan Kerjasama Turki (TIKA) telah menyumbangkan peralatan dan bahan untuk program pelatihan kejuruan bagi para narapidana. Peralatan yang disumbangkan tersebut meliputi 100 batang las, 240 cakram gerinda, 280 cakram pemotong, kacamata las, palu, dan lembaran logam.[1][2] Pada tahun yang sama, TIKA menyumbangkan sekitar 250 perlengkapan memancing kepada lebih dari 150 nelayan di Juba.[3]
Hubungan ekonomi
Volume perdagangan kedua negara adalah US$2,7 juta pada tahun 2018. Volume perdagangan tumbuh menjadi US$3,2 juta pada tahun 2019.[1]