Hog maw adalah hidangan tradisional masyarakat Pennsylvania Dutch yang terbuat dari lambung babi (hog maw) yang dibersihkan, diisi campuran kentang, sosis babi, kubis, bawang, dan bumbu sederhana, lalu dipanggang perlahan hingga kulit luar renyah dan isian matang. Hidangan ini sering muncul pada acara keluarga besar atau hari raya, terutama Tahun Baru, karena dianggap membawa keberuntungan. Rasanya gurih dan mengenyangkan, mirip meat-and-potatoes dalam satu bungkus, dan tetap populer di Lancaster County serta komunitas Amish dan Mennonite.[1]
Hog maw berasal dari tradisi Jerman (Saumagen) yang dibawa imigran Palatine ke Pennsylvania pada abad ke-18. Di Jerman Selatan dan Alsace, lambung babi diisi daging, kentang, dan rempah, lalu direbus atau dipanggang. Versi Pennsylvania mengganti sebagian daging dengan kentang dan sosis lokal, menyesuaikan dengan bahan yang tersedia di tanah baru. Pada masa itu, tidak ada bagian babi yang terbuang—lambung yang besar dan kuat jadi wadah alami untuk isian yang mengenyangkan sekeluarga.[2][3]
Proses pembuatannya dimulai dari membersihkan lambung babi (seringnya direndam air garam semalaman), lalu diisi campuran kentang potong dadu, sosis babi segar atau asap, kubis parut, bawang bombay, garam, merica, dan kadang sage atau marjoram. Isian dicampur rata, dimasukkan ke lambung sampai tiga perempat penuh (agar ada ruang mengembang), dijahit atau diikat dengan tusuk gigi, lalu dipanggang di oven 150–175 °C selama 2½–3 jam hingga kulit luar kecokelatan dan isian lunak.[4][5]
Di Pennsylvania, hog maw sering disajikan potong irisan tebal bersama saus dari cairan panggangan, dengan lauk sauerkraut atau apel panggang. Pada Tahun Baru, tradisi makan hog maw (bersama babi dan sauerkraut) dianggap membawa kemakmuran karena babi “menggali maju” dan kubis melambangkan uang.[2]
Meski mirip haggis Skotlandia atau Saumagen Pfalz, hog maw lebih berfokus pada kentang daripada jeroan, sehingga rasanya lebih ringan dan tidak terlalu “jeroan”. Di komunitas Pennsylvania Dutch, hidangan ini tetap hidup di pasar petani, gereja supper, sering dibuat dalam jumlah besar untuk dibekukan dan dimakan sepanjang tahun.[3]