Kehidupan awal
Doeriat lahir pada tanggal 15 Maret 1913 di Dukuh Ceper (kini bagian dari Desa Wedomartani di Kabupaten Sleman). Ayahnya, Raden Gunowijoyo, adalah kepala desa setempat. Dia terlahir dengan nama Rabekan. Berdasarkan adat Jawa, namanya diubah menjadi Doeriat setelah sembuh dari penyakit yang ia derita saat masih kecil.[1] Doeriat menempuh pendidikan dasar di Sekolah Ongko Loro di Dukuh Tanjung (sekarang bagian dari Ngaglik), yang merupakan cabang dari Taman Siswa di Yogyakarta.[2] Setelah menyelesaikan kelas satu di sana, atas permintaannya, ia pindah ke Normaalschool di Muntilan.[3]
Saat menetap di Muntilan, terjadi sebuah wabah penyakit pes. Akibatnya, Doeriat harus kembali ke desanya dan dipindahkan oleh ayahnya ke sekolah lain.[4] Ia kemudian melanjutkan ke Hollandsche Indische Kweekschool dan lulus pada tahun 1934 [5]
Karier
Setelah lulus HIK, ia diterima menjadi guru di Katholieke Kweekschool (Sekolah Guru Katolik) di Muntilan.[6] Ia dipindahkan dari sekolah tersebut ke Schakelschool di Sleman dan ditunjuk menjadi kepala sekolahnya. Selama berada di Sleman, ia menyewa sebuah indekos di Yogyakarta.[7] Namun, setelah menikah dengan Siti Rabini, orang tuanya membelikannya sebuah rumah di Jalan Pakuningratan yang dekat dengan Tugu Yogyakarta.[8]
Pada tahun 1939, setelah ditawari pekerjaan oleh temannya di Batavia, Doeriat pindah ke kota tersebut. Di sana, ia bergabung dengan Pakempalan Politik Katolik Djawi (disingkat PPKD, kelak menjadi Partai Katolik) dan menjadi sekretarisnya. Ia juga mengajar di HIS Van Lith di Batavia, dan bergabung dengan Kepanduan Katolik (Katholieke Padvindersbonden). [9]
Saat masa pendudukan Jepang, istri Doeriat diminta oleh ayahnya mengungsi ke rumahnya di Boyolali, sedangkan Doeriat tetap bertahan di Batavia.[10] Pada tanggal 8 Maret 1942, sekolah Van Lith ditutup paksa oleh tentara Jepang, sehingga Doeriat mengikuti istrinya ke Boyolali.[11]
Selama tinggal di Boyolali, ia bekerja sebagai sinder (pengawas) di perkebunan teh milik tentara Jepang di Desa Baros Tampir, Kabupaten Boyolali.[12]