Karier
Glenn Fredly mengawali kariernya saat dia menjadi vokalis Funk Section. Pada tahun 1995, setahun setelah ia lulus SMA pada tahun 1994, Funk Section meluncurkan sebuah album eksklusif yang dikemas secara apik.[2] Tiga tahun kemudian (1998), Glenn bernyanyi solo dan meluncurkan sebuah album yang bertajuk Glenn dengan bermodalkan 8 buah lagu. Dalam album ini terdapat 3 buah lagu yang sering dinyanyikan Glenn yaitu Kau dan Cukup Sudah serta Mobil Mama yang menjadi hits di Malaysia.[2]
Album kedua diluncurkan pada tahun 2000 dengan judul Kembali. Dalam album ini terdapat beberapa hits seperti Salam bagi Sahabat dan Kasih Putih. Seperti album perdananya, album ini masih bernaung di bawah Sony Music Indonesia dengan produser Aminoto Kosin. Album ini pun bernasib sama seperti album sebelumnya, meskipun cukup dikenal, tetapi kedua album Glenn ini belum memenuhi keinginan major label baik itu dari segi popularitas maupun penjualan.[2]
Tahun 2000 Glenn diberi penghargaan di Malaysia (album Indonesia terbaik) dan Singapura (lagu terbaik pilihan pendengar). Pada Anugerah Musik Indonesia setahun kemudian, Glenn meraih penghargaan kategori lagu terbaik dan penyanyi pria terbaik kategori musik R&B.[2]
Di tahun yang sama, ia membentuk sebuah grup vokal bernama Berlima merupakan kumpulan para penyanyi pria berdarah indonesia timur ini terdiri dari Andre Hehanussa, Edo Kondologit, Rio Febrian, dan Frans Mohede merupakan satu-satunya anggota bukan berasal dari latarbelakang penyanyi pria dan ia juga dikenal sebagai anggota grup vokal Lingua, Pada tahun 2017, kabar Berlima ingin menghidupkan kembali disampaikan oleh melalui postingan sosial media instagram Frans Mohede, namun sayang realisasinya tidak terwujud hingga akhir hayatnya.[3] Pada tahun 2020, baru terungkap, ia menginginkan Berlima reuni di Konferensi Musik Indonesia di Ambon disampaikan melalui postingan sosial media instagram Frans Mohede, salah satu proyek ia belum kesampaian hingga akhir hayatnya.[4]
Dengan keraguan besar dari pihak label, Glenn yang beragama Kristen ini meluncurkan album ketiganya bertajuk Selamat Pagi, Dunia! (2003). Tak dinyana banyak hits yang muncul dari album ini. Hits yang paling mengguncang Indonesia adalah lagu Januari. Keberhasilan album ini membuat pihak Sony Music Indonesia membuat album repackage tahun 2004, dikemas dengan bonus VCD karaoke dan unplugged live performance.[2]
Pada tahun 2004, Glenn ikut serta dalam album milik Erwin Gutawa bertajuk Salute to Koes Plus/Bersaudara. Dia menyanyikan Dunia & Mari-mari dalam album tersebut.[2]
Tahun 2005, Glenn ditawari untuk membuat satu album sebagai soundtrack dari film baru Cinta Silver yang didalamnya termasuk lagu hits Kisah Romantis dan You Are My Everything yang diciptakan bersama sahabat-sahabatnya Nyonk Webster Manuhutu, Ivan Saba, Timotius Firman dan Syailendra Zen. Satu tahun kemudian Glenn mengeluarkan album lagi sebagai penghargaan dan rasa hormatnya kepada musisi-musisi terdahulu, bertajuk Aku & Wanita.[2] Pada tahun yang sama Glenn meluncurkan album ketujuh dengan judul Terang. Kemasan suguhan terbaru dari Glenn ini adalah album yang bernuansa Natal dikarenakan berbarengan dengan Natal 2006.[2]
Tahun 2007 Glenn kembali mengeluarkan album terbarunya. Bertajuk Happy Sunday, album ini diklaim sebagai wahana dalam memancarkan spirit baru memandang kehidupan secara global melalui musik.[2]
Glenn juga peduli terhadap lingkungan. Hal ini dibuktikannya saat berpartisipasi dalam konser amal bertajuk Soul for Indonesian Earth, sebagai penghargaan akan bumi, pada tanggal 7 Juli 2007.[5]
Glenn menjadi pembimbing bagi grup vokal Pasto dalam sebuah acara pencarian bakat di Trans TV. Pasto memenangi kontes tersebut.
Pada awal tahun 2005, Glenn menciptakan lagu Kita untuk Mereka, yang didedikasikan untuk korban tsunami di Aceh. Lagu tersebut dinyanyikan oleh kelompok Indonesian Voices, terdiri dari penyanyi-penyanyi Indonesia termasuk Glenn, yaitu Gito Rollies, Harvey Malaiholo, Rio Febrian, Duta Sheila on 7, Fadly Padi, Kikan Cokelat, Ahmad Albar, Vina Panduwinata, Baim, Delon, Tia AFI, Ruth Sahanaya, Syahrani, Ubiet, dan lain-lain. Bersama dengan Indonesian Voices, Glenn ikut menyanyikan lagu Rumah Kita dalam album Tribute untuk Ian Antono.[2]
Dinamika perjalanan karier Glenn terus berlanjut lewat Trio Lestari yang dibentuk pada 2011, bersama Sandhy Sondoro dan Tompi.[6] Glenn pernah pula berperan sebagai aktor pendukung dalam sebuah film kontroversial bernuansa toleransi berjudul Tanda Tanya di bawah rumah produksi sutradara Hanung Bramantyo. Ini merupakan film layar lebar pertama Glenn.[7]
Akhir tahun 2011, Glenn berkolaborasi dengan Ras Muhamad membuat lagu berjudul Tanah Perjanjian, lagu ini bercerita tentang keprihatinannya terhadap permasalahan di Papua. Lagu ini dibagikan secara gratis melalui situs resmi Rolling Stone Indonesia.[8]
Pada tanggal 2 September 2012, Glenn menyuguhkan konser Cinta Beta dalam rangka merayakan 17 tahun kariernya dalam industri musik Indonesia. Diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta. Di dalam konser ini Glenn mengajak penontonnya kembali menaruh perhatian serius pada Timur Indonesia. Dari konsep hingga artis pendukung diantaranya Ivan Saba yang ikut terlibat. Glenn sendiri menjadi konseptor dengan menyajikan suguhan 2 panggung indoor dan outdoor dibuat sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan oleh Glenn dalam pagelaran musiknya ini. Lebih dari 5000 penonton hadir pada malam itu.
Setelah 3 tahun Glenn disibukkan dengan minat barunya sebagai produser film Cahaya dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi dan Surat dari Praha, pada tahun 2015 Glenn menyelenggarakan tur 20 kota dan sebuah konser besar dalam merayakan 20 tahun Ia berkarya. Tanggal 17 Oktober 2015, Istora Senayan menjadi saksi bersejarah buat Glenn dan musik Indonesia. Salah satu konser terbaik pada tahun 2015. Seperti biasa di dalam setiap konsernya, Glenn selalu mempunyai pesan. Kali ini Ia mengangkat pesan musik 90an, masa ia tumbuh dan berkembang pada era musik itu. Ia pun mengajak Funk Section sebagai salah satu kejutan bagi para penonton. Dan lagi-lagi penonton yang hadir lebih dari 7000 orang malam itu.[9]
Salah satu musisi yang dikagumi bahkan disebut sebagai pahlawan oleh Glenn sejak belia adalah Ruth Sahanaya. Pada tahun 2016 ketika Mama Uthe (biasa dipanggil oleh kerabat dekatnya) merayakan 30 tahun berkaryanya, Glenn merayakan ulang tahun dengan menyelanggarakan konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Ruth Sahanaya pada 30 September 2016 di Balai Sarbini, Jakarta. Begitu bermakna sosok Ruth Sahanaya dalam kehidupan dan karier musik Glenn. Baik itu sebagai motivasi maupun sosok idola. Konser ini pun membawa pesan regenerasi dan kepedulian Glenn terhadap industri musik Indonesia.[10]
Glenn meluncurkan lagu "Satu Indonesiaku" pertama kali dirilis pada tahun 2016 bersama kolaborasi penyanyi all-artist antara banyak musisi Indonesia yang diciptakannya Erwin Gutawa dengan mash-up: Raisa, Ariel Noah, Narova Morina Sinaga, Afgan, Gita Gutawa, Marcell Siahaan, Rossa, Isyana Sarasvati, Andre Hehanusa, Ikke Nurjanah, Tulus, Cita Citata, Bimbo, Vina Panduwinata, Once Mekel, Cakra Khan, Tompi, Tantowi Yahya, Judika, Elfa's Singers, Giring Ganesha dan Edo Kondologit. Versi ini adalah sebuah komposisi dari Erwin Gutawa yang menggabungkan empat lagu nasional legendaris yang diciptakannya bersama: "Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki)", "Kolam Susu (Yok Koeswoyo)", "Zamrud Khatulistiwa (Guruh Soekarnoputra)" dan "Pemuda (Candra Darusman)".
Pada 30 September 2017, Glenn kembali membuat Konser #TNDMT untuk Slank di Gandaria City Hall, Mall Gandaria City, Jakarta. Glenn menggandeng sederet musisi lintas-genre seperti Dewa Budjana, Bonita, Tompi, Idang Rasjidi, Bertha, Harry Pochang, Yacko, Young Lex, Mondo Gascaro, Trie Utami, hingga Yopie Latul. Konser tersebut juga diramaikan oleh komika Sakdiyah Ma'ruf serta Najwa Shihab.[11]
Glenn sekarang mempunyai label musik sendiri yang bernama Musik Bagus yang sudah memproduksi beberapa musisi baru yaitu Yura Yunita, Gilbert Pohan, dan Tiara Degrasia. Tahun 2017, salah satu agenda Glenn adalah merilis album pertama Tiara di bawah label Musik Bagus.
Pada tahun 2021, atau tepat setelah setahun Glenn Fredly meninggal, lagu ini juga kerap dijadikan kolaborasi pencipta lagu instrumental terakhir ini kembali dirilis, yang diciptakannya bersama almarhum Ismail Marzuki, namun dengan kampanye versi instrumental bagi yang dibawakan bersama perusahaan Wings Surya Group pencipta lagu Erwin Gutawa, Guruh Soekarnoputra, Yok Koeswoyo dan Candra Darusman. Ini berarti versi tersebut tidak menampilkan penyanyi, melainkan fokus pada instrumen musik yang dimainkan oleh Wings Surya Group, Erwin Gutawa, Guruh Soekarnoputra, Yok Koeswoyo dan Candra Darusman terinspirasi dengan iklan "Mie Sedaap (Ariel Noah dan Nidji)", "Zinc Shampoo (Rossa)", "Teh Javana (Zamrud Khatulistiwa)", "Emeron Shampoo (Ikke Nurjanah)", "Power F (Cita Citata)" dan "Cream Ekonomi (Vina Panduwinata)", pada tahun 2025 lagu instrumental Satu Indonesiaku untuk iklan kampanye tanpa jingle produk Wings Surya Group oleh Erwin Gutawa, Guruh Soekarnoputra, Yok Koeswoyo dan Candra Darusman dengan mengubah judulnya menjadi "Life Keeps Getting Better".[12][13][14][15][16]