Festival tahunan
2007
Festival Danau Poso X yang pelaksanaannya sempat terhenti akibat kerusuhan, digelar kembali di kota Tentena, ibu kota kecamatan Pamona Puselemba, pada tanggal 25 hingga 30 November 2007.[4][5]
2009
Festival Danau Poso XII tahun 2009 digelar di kota Tentena. Festival ini berlangsung selama empat hari, dari tanggal 8 hingga 11 Agustus 2009. Festival ini dibuka oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata saat itu, Jero Wacik. Menurutnya, penyelenggaraan Festival Danau Poso pada tahun 2009 juga sebagai manifestasi pemerintah dan masyarakat dalam rangka mengangkat kembali citra budaya dan pariwisata yang sempat terpuruk akibat krisis dan konflik yang berkepanjangan di Poso beberapa tahun sebelumnya.[7]
Kegiatan yang digelar, di antaranya, lomba musik bambu, lomba menangkap ikan sidat (ikan khas Danau Poso), dan beberapa olahraga yang berlangsung di Danau Poso. Selain itu, juga terdapat pemilihan putra-putri Duta Wisata Sulteng yang akan diumumkan pada malam penutupan.[8]
2010
Festival Danau Poso XIII tahun 2010 digelar di kota Tentena. Festival ini mengambil tema "Perdamaian dan Kemanusiaan". Festival berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 29 Oktober sampai 31 Oktober 2013. Festival Danau Poso edisi ini didahului dengan Festival Budaya Poso yang digelar lebih dulu pada tanggal 25 hingga 27 Oktober.[9]
Festival ini hanya diikuti oleh enam kabupaten, yakni Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, Kabupaten Banggai, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong dan Kotamadya Palu. Festival kali ini merupakan festival dengan peserta paling sedikit sejak dilaksanakannya Festival Danau Poso.
2011
Festival Danau Poso XIV digelar di Tentena pada tanggal 28 Oktober 2011 dan berlangsung selama 4 hari hingga 31 Oktober 2011. Festival ini dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola. Festival edisi ini diakhiri dengan pemilihan putra dan putri pariwisata yang disaksikan dan ditutup secara langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Sudarto.[10]
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan adalah lomba menari dero, salah satu tari tradisional (tari pergaulan) di Poso, lomba perahu dayung, tarik tambang di atas perahu, menangkap sidat dan lele, lomba kuliner tradisional, hingga pentas budaya dari setiap kabupaten.[11]
2012
Festival Danau Poso XV digelar di lokasi FDP Tentena. Festival ini digelar selama empat hari, dari tanggal 3 November sampai 6 November 2012, dan diikuti oleh delapan kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Perlombaan yang dipertandingkan dalam festival ini antara lain, pagelaran seni budaya masing-masing kota dan kabupaten, pemilihan putri pariwisata Sulawesi Tengah, pameran produk dan pernak-pernik khas daerah, lomba kuliner, lomba dayung perahu, lomba tarik tambang di atas perahu serta lomba egrang (moloko).[12]
Di samping kegiatan Festival Danau Poso, juga diadakan lomba lainnya sebagai pendukung dalam menyemarakkan kegiatan tersebut, seperti pemilihan Raja dan Ratu Kacamata tingkat TK dan SD, lomba panjat pinang, lomba lagu pop daerah, eksebisi grup musik senior umur lima puluh tahun ke atas, eksebisi jetski, eksebisi lomba ayam ketawa, serta lomba tangkap ikan sogili (belut).[12]
2013
Festival Danau Poso XVI di gelar pada tahun 2013. Festival ini mengambil tema "We Love Poso". Kegiatan ini dipusatkan di Tentena. Festival berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 25 Oktober sampai 27 Oktober 2013.[13]
Kegiatan yang dilakukan di festival ini, yakni pemilihan putra-putri pariwisata, atraksi seni budaya, lomba lagu pop daerah, foto objek wisata, dan olahraga tradisional seperti Egrang Moloko (jalan di atas bambu). Kemudian, lomba Mosango (menangkap ikan di danau dengan alat tangkap tradisional), tarik tambang di atas perahu tradisional, lomba perahu dayung, dan lomba renang di danau. Kemudian, dilanjutkan dengan atraksi seni musik bambu, tarian massal, dan drum band.[13]
2014
Festival Danau Poso XVII digelar di Tentena. Festival ini digelar selama empat hari, dari tanggal 29 Agustus hingga 1 September 2014. Tema yang diangkat dalam edisi ini adalah "Pesona Kreasi, Pesona Wisata, Indahnya Negeriku".[14]
Berbagai kegiatan seperti pagelaran seni dan budaya, lomba lari maraton 5 kilo putri dan 10 kilo putra, lomba egrang, lomba renang 100 m di Danau Poso. Ada juga kegiatan pameran produk daerah, lomba tarik tambang dengan perahu.[15]
2015
Festival Danau Poso XVIII tahun 2015, dibuka pada tanggal 7 Oktober 2015 oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tengah Siti Norma Mardjanu. Festival edisi ini mengambil tema "Pesona Pesta Rakyat Padungku". Festival kali ini di ikuti satu kota dan 8 kabupaten; yaitu Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Banggai dan Kabupaten Poso.[16]
Pelaksanaan festival ini menimbulkan berbagai macam masalah. Mantan anggota DPRD Poso, Burhanudin Hamzah menyatakan heran dengan kondisi FDP yang sekarang. Menurutnya, pemerintah terlihat asal-asalan membuat konsep kegiatan FDP tersebut. Dia juga menyatakan, dari segi kesiapan tempat maupun waktu tidak terstruktur dengan baik.[17]