Cyrtodactylus jatnai adalah sejenis cecak jari-lengkung yang menyebar terbatas di Bali Barat, Indonesia. Namanya dalam bahasa Inggris adalah Jatna’s bent-toed gecko.[1] Dalam Bahasa Indonesia cecak ini disebut cecak jari-lengkung jatna (baca: yatna), atau cecak jatna.
Cecak jari-lengkung yang berukuran sedang; panjang tubuh SVL (snout-vent length, dari ujung moncong hingga ke anus) mencapai 66,8 mm pada hewan jantan dan 64,8mm pada betina.[1]
Kombinasi ciri-ciri berikut membedakan C. jatnai dari semua jenis Cyrtodactylus yang berkerabat dengannya di Asia Tenggara:[1]
Perisai supralabial (bibir atas) berjumlah 9–11 buah; infralabial (bibir bawah) 8 atau 9
Permukaan (kulit) tubuh dan tungkai dengan banyak bintil-bintil besar; begitu pula, lipatan kulit di sisi tubuh dan pangkal ekor disertai dengan bintil-bintil
Bintil-bintil terdapat mulai kepala belakang hingga ke pinggang; makin ke belakang makin membesar ukurannya
Terdapat 24–29 deret bintil paravertebral di tengah punggung (sisi dorsal)
Sisi ventral (perut) tertutupi oleh 40–48 deret (melintang) sisik-sisik halus, rata, yang saling tumpang tindih seperti genting
Terdapat dua barisan sisik-sisik femoral (di sisi bawah paha) yang membesar, memanjang hingga wilayah prekloaka (di depan kloaka)
Pada hewan jantan, terdapat deretan 40–43 pori femoro-prekloakal yang menerus (bersambungan mulai dari paha hingga wilayah prekloaka, terus hingga ke paha sebelahnya)
Terdapat enam deret sisik-sisik pasca prekloaka yang membesar
Terdapat 17–19 lamella subdigital (sisik-sisik yang membesar di bawah jari) pada jari ke-4 tungkai belakang
Tidak terdapat sisik-sisik subkaudal yang membesar (subkaudal median, sisik di bawah ekor yang membesar sepanjang garis tengah)
Tidak terdapat pola serupa jala (retikulasi) di atas kepala
Sepasang noktah gelap membentuk pola-V di kepala belakang
Punggung (dorsum) dengan pola-pola noktah berwarna gelap
Habitat dan agihan
Cecak ini diketahui menghuni aneka tipe habitat seperti hutan gugur daun tropika dan hutan hujan tropika. Habitat mikro tempat cecak ini ditemukan di antaranya adalah batang-batang pohon, semak belukar, batu-batu besar dekat sungai, serta tonjolan-tonjolan batu karang dekat pantai, pada ketinggian tempat antara 20–130 m dpl.. Semua cecak teramati pada ketinggian kurang dari 3 m di atas tanah.[1]
Holotipe: MZB uncat. (UIMZ 0085), jantan, SVL 66,8mm, dikoleksi dari Teluk Menjangan, Taman Nasional Bali Barat, Bali, Indonesia (08°08′38,6″LS, 114°32′22,5″BT; 20 m dpl.), oleh A.A. Thasun Amarasinghe, pada 26–27 Agustus 2015. Sekarang tersimpan dalam koleksi Museum Zoologi Bogor (MZB, Museum Zoologicum Bogoriense).[1]
Rujukan
12345678Amarasinghe, A.A.T., A. Riyanto, Mumpuni & L.L. Grismer. (2020). "A new bent-toed gecko species of the genus Cyrtodactylus Gray, 1827 (Squamata: Gekkonidae) from the West Bali National Park, Bali, Indonesia". Taprobanica, 09(01): 59-70. (laman ResearchGate)
McKay, J.L. (2006). Field Guide of the Amphibians and Reptiles of Bali. Florida: Krieger Publishing Company. 146 pp.
Riyanto, A. & Mumpuni. (2013). "Herpetofauna di Taman Nasional Bali Barat". Prosiding Seminar Nasional Biologi-IPA 2013. Surabaya: FMIPA Universitas Negeri Surabaya. Hlm 1–7. (laman ResearchGate)