Jatna Supriatna menyelesaikan studi tingkat Sarjana Muda (1976) dan tingkat Sarjana (1978) pada Fakultas Biologi Universitas Nasional di Jakarta. Setelah lulus, ia bekerja di Lembaga Biologi NasionalLIPI sebagai peneliti, dengan kekhususan pada bidang herpetologi.
Mulai tahun 1981, Jatna Supriatna mengajar di Jurusan Biologi, Fakultas MIPA Universitas Indonesia. Kemudian pada tahun 1984, ia melanjutkan studi di University of New Mexico, Amerika Serikat. Gelar Master of Science (MSc) diperolehnya pada tahun 1986 dan gelar Doktor (Ph.D) pada tahun 1991 dalam bidang Biological Anthropology. Selama studi di Amerika ini, minatnya bertambah pada bidang ilmu primatologi.
Di samping meneliti dan mengajar, semenjak 1994 Jatna juga aktif mengembangkan program-program konservasi di Indonesia bersama Conservation International, suatu organisasi internasional non pemerintah di bidang konservasi. Bersamaan dengan itu, ia mengembangkan minatnya lebih jauh pada keanekaragaman hayati di wilayah Wallacea, terutama di Sulawesi dan pulau-pulau sekitarnya, serta proses-proses evolusi yang menyertainya.
Penghargaan
1999: "Golden Ark Award" dari Kerajaan Belanda atas jasanya dalam bidang konservasi alam
2009: "Habibie Award" untuk bidang sains
2010: "Terry MacManus Award" dari Amerika Serikat
2011: "Ahmad Bakrie Award" untuk bidang sains
2017: "Life Time Achievement on Biological Diversity" dari Conservation International, Amerika Serikat
Jatna Supriatna. (2014). Berwisata Alam di Taman Nasional. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 500 hlm.
Jatna Supriatna, & Rizki Ramadhan. (2016). Pariwisata primata Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. xvi + 316 hlm.
Catatan kaki
↑McGuire, J.A.; R.M. Brown, Mumpuni, A. Riyanto, & N. Andayani. (2007). "The flying lizards of the Draco lineatus group (Squamata: Iguania: Agamidae): A taxonomic revision with descriptions of two new species". Herpetological Monographs21(1): 180-213. DOI: https://doi.org/10.1655/07-012.1
↑Amarasinghe, A.A.T., A. Riyanto, Mumpuni & L.L. Grismer. (2020). "A new bent-toed gecko species of the genus Cyrtodactylus Gray, 1827 (Squamata: Gekkonidae) from the West Bali National Park, Bali, Indonesia". Taprobanica, 09(01): 59-70. (laman ResearchGate)
↑Brown, R.M., J. Supriatna & H. Ota. (2000). "Discovery of a new species of Luperosaurus (Squamata: Gekkonidae) from Sulawesi, with a phylogenetic analysis of the genus, and comments on the status of Luperosaurus serraticaudus". Copeia2000(1): 191-209. DOI: https://doi.org/10.1643/0045-8511(2000)2000[0191:DOANSO]2.0.CO;2
↑Amarasinghe, A.A.T.; G. Vogel, J.A. McGuire, I. Sidik, J. Supriatna, & I. Ineich. (2015). "Description of a second species of the genus Rabdion Duméril, Bibron & Duméril, 1854 (Colubridae: Calamariinae) from Sulawesi, Indonesia". Herpetologica71(3): 234-239, [Sep 2015]. DOI: https://doi.org/10.1655/HERPETOLOGICA-D-14-00058