Sejarah
Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1960 saat pemerintah Indonesia menasionalisasi belasan perusahaan asuransi.[5] Pada tanggal 24 Maret 1961, NV Nusantara Lloyd digabung dengan NV Nederlandsche Lloyd untuk membentuk PN Eka Nusa,[6] sementara NV Zee-en Brandassurantie Maatschappij van 1851, NV Zee-en Brandassurantie Maatschappij van 1861, NV Tweede Zee-en Brandassurantie Maatschappij van 1861, NV Zee-en Brandassuratie Maatschappij van 1865, NV Tweede Zee-en Brandassurantie Maatschappij van 1865, dan NV Javasche Verszekerings Agenturen Maatschappij digabung untuk membentuk PN Eka Chandra.[7] Pada tanggal 27 Januari 1965, PN Jasa Negara dibentuk untuk menampung kewajiban dari PN Eka Nusa, PN Eka Chandra, dan PN Eka Karya yang timbul dari transaksi perasuransian dalam valuta asing.[8] Pada tanggal 6 Februari 1965, nama PN Eka Chandra diubah menjadi PN Jasa Samudra,[9] sementara PN Eka Nusa dan PT
Kritabhaya digabung untuk membentuk PN Jasa Aneka.[10]
Pada tanggal 24 Desember 1965, PN Jasa Negara, PN Jasa Samudra, dan PN Jasa Aneka resmi digabung untuk membentuk PN Asuransi Bendasraya.[11] Pada tahun 1971, status Asuransi Bendasraya resmi diubah menjadi persero.[12] Pada tahun 1973, Asuransi Bendasraya dan PT Umum International Underwriters resmi digabung untuk membentuk perusahaan ini.[13] Pada tahun 2008, perusahaan ini membentuk Asuransi Syariah Jasindo Takaful sebagai salah satu unit usaha di bawah pengelolaan Unit Usaha Takaful (UUT). Pada tanggal 28 November 2012, perusahaan ini membayar klaim senilai US$ 185,32 juta atas satelit Telkom T3 yang gagal mengorbit pada tanggal 7 Agustus 2012.
Pada tahun 2015, Unit Usaha Takaful resmi dipisah menjadi sebuah perusahaan tersendiri dengan nama PT Asuransi Jasindo Syariah. Pada tahun 2017, perusahaan ini meluncurkan produk asuransi perjalanan. Pada bulan Maret 2020, pemerintah Indonesia resmi menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding BUMN yang bergerak di bidang asuransi dan penjaminan.[3][14][15] Pada bulan Juni 2022, perusahaan ini menjual 10% saham Mandiri Inhealth ke induknya, Indonesia Financial Group.[16] Pada bulan November 2022, perusahaan ini juga menjual 20% saham Asuransi Tokio Marine Indonesia ke Tokio Marine Asia dengan harga Rp 509 miliar.[17]