Alwi Abdul Jalil Habibie (Lahir di Gorontalo, 17 Agustus 1908–3 September 1950) adalah seorang Ahli Pertanian di wilayah Afdeeling Parepare. Beliau merupakan ayah dari Presiden ke-3 Republik Indonesia Bachruddin Jusuf Habibie berdarah Gorontalo dan berkebangsaan Indonesia.[1]
Kelahiran
Alwi Abdul Jalil Habibie lahir di Kabila, Gorontalo pada tanggal 17 Agustus 1908 dari pasangan Abdul Jalil Habibie dan Hailu Tantu.
Abdul Jalil Habibie adalah seorang haji dan pemimpin umat Islam di daerah Kabila dan sekitarnya (sebuah Kecamatan di Bone Bolango sekarang) . Selain itu, beliau juga sebagai pemangku adat dan anggota Majelis Peradilan Agama. Beliau cukup terkenal dan disegani. Beliau memiliki sawah, perkebunan kelapa, peternakan sapi dan kuda di Kampung Batudaa, sekitar 11km dari Gorontalo.
Kehidupan Pribadi
Pendidikan
Alwi Abdul Jalil menjalani masa sekolahnya dengan berpindah-pindah tempat mulai dari Gorontalo, Tondano, lalu ke Buitenzorg (atau sekarang Bogor.
Habibie menikah dengan R. A. Tuti Marini Poespowardojo yang berasal dari Jawa.[2] Pada tanggal 28 Desember 1928 lahirlah anak pertama mereka yang diberi nama Sri Sulaksmi. Selanjutnya, istrinya melahirkan 8 orang anak, 5 putra dan 3 putri tetapi anak yang ke-8 meninggal dunia saat berumur 1 tahun. Anaknya yang ke-4 kelak menjadi Presiden RI Ke-3.
Salah satu tugasnya adalah membimbing dan membina Mantri Pertanian pada wilayah tersebut untuk melakukan eksperimen, menciptakan jenis-jenis tanaman yang bisa menjadi “bibit unggul”.
Di Parepare, Alwi Abdul Jalil dikenal akrab dengan masyarakat setempat, dari kalangan rakyat biasa sampai golongan bangsawan. Ia aktif dalam perkumpulan olahraga tenis. Kawan-kawannya waktu itu antara lain, Andi Abdullah Bau Massepe (Pahlawan Nasional), Andi Makkasau (Datu Suppa Towa/Pejuang), Abdul Razak (Bestuur Assisten), Henk Rondonuwu (Guru HIS), dan Andi Makkarumpa (Pejuang).
Pada tahun 1948, Alwi Abdul Jalil pindah ke Makasaar bersama keluarganya. Disana, beliau dipromosikan menjadi Kepala Jawatan Pertanian di Makassar dengan daerah tugasnya meliputi Indonesia Bagian Timur.
Wafat
Alwi Abdul Jalil Habibie meninggal dunia di Makassar tanggal 3 September 1950 pada umur 42 tahun.