Habibie, Presiden ke-3 Indonesia bersama Ainun, istrinya
Ainun lahir pada tanggal 11 Agustus 1937 di Semarang dari pasangan R. Mohamad Besari, seorang dosen,[2] dan istrinya Sadarmi Besari, seorang bidan, yang dikenal sebagai keluarga yang terpelajar dan intelektual.
Ia dan saudara-saudaranya belajar di SMP Kristen Dago. Kakak tertuanya, Sahari, lulus dari SMP saat ia duduk di kelas dua dan melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung.[3] Ainun melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1961.
Pendidikan
Hasri Ainun Habibie menempuh pendidikan dasar dan menengah di Kota Bandung, Jawa Barat.[4]
Menikah
Ainun pertama kali bertemu dengan Bacharuddin Jusuf Rudy Habibie ketika mereka masih duduk di bangku sekolah menengah. Mereka adalah teman sekolah ketika belajar di SMP Kristen Dago. Keluarga mereka sudah saling mengenal sejak lama dan sering saling mengunjungi.
Pada tahun 1962, Rudy dan Ainun bertemu kembali. Mereka jatuh cinta dan menikah pada tanggal 12 Mei 1962. Bulan madu mereka berlangsung di Yogyakarta, Bali, dan Makassar. Liburan Rudy selama tiga bulan di Indonesia segera berakhir dan mereka pindah ke Aachen, tempat Rudy bekerja. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak.
Wafat
Makam Hasri Ainun Habibie di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata
Hasri Ainun menderita kanker ovarium dan pada tanggal 24 Maret 2010, Hasri Ainun Habibie masuk ke rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universität, Klinikum Grosshadern, München, Jerman dan telah menjalani sembilan kali operasi.[5][6] Empat dari sembilan operasi tersebut merupakan operasi utama sedangkan sisanya merupakan eksplorasi.[7]
Pada tanggal 22 Mei 2010 sekitar pukul 17.35 CEST di München, Jerman, Ainun meninggal dunia setelah melewati masa kritis sekitar 1 hari di mana hidupnya ditopang oleh alat.[8] Jenazah Hasri Ainun Habibie diberangkatkan tanggal 24 Mei 2010 dari Jerman dan tiba di Jakarta pada tanggal 25 Mei 2010 kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata hari itu juga.[9]
Untuk menghormati Habibie dan Ainun, Pemerintah Kota Parepare mendirikan Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun di tengah kota. Monumen ini diresmikan oleh B. J. Habibie dalam kunjungannya ke Parepare pada 12 Mei 2015.[10]