Berisi riwayat Daud yang menjadi raja atas seluruh Israel, terutama persiapan untuk mendirikan rumah Allah atau Bait Suci di tempat Daud mendirikan mezbah buat Tuhan untuk menghentikan tulah (dicatat di pasal sebelumnya).
Waktu
Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi pada masa pemerintahan raja Daud setelah bertahta di Yerusalem, sekitar tahun 1000-960 SM.
Struktur
Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):
1 Tawarikh 22:17–19 = Perkataan Daud kepada pembesar-pembesar Israel untuk membantu Salomo
Ayat 1
Lalu berkatalah Daud: "Di sinilah rumah TUHAN, Allah kita, dan di sinilah mezbah untuk korban bakaran orang Israel."[3]
Ayat 12
"TUHAN kiranya memberikan kepadamu akal budi dan pengertian dan membuat engkau menjadi pemegang perintah atas Israel, supaya engkau memelihara Taurat TUHAN, Allahmu."[4]
Sekalipun Daud tidak diizinkan membangun Bait Suci (1 Tawarikh 22:7–8), dengan setia ia mempersiapkan pembangunannya. Perhatiannya bukan hanya untuk bait suci, tetapi juga bagi putranya Salomo, yang akan mengawasi proyek itu. Terutama sekali, Ia mengarahkan putranya untuk menaati perintah-perintah Allah dengan tekun dan mencari Tuhan dengan segenap hati dan jiwa (1 Tawarikh 22:11–13,19; lihat Yohanes 17:1 mengenai cara orang-tua harus mendoakan anak-anak mereka).[5]
Referensi
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857