Sekolapedia – 21 September 2026 | Kritik terhadap kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ke wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur memicu reaksi keras dari pihak Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Isu mengenai Jokowi disebut terlambat ke NTT, Grace PSI: Mereka tidak paham penanganan bencana menjadi sorotan setelah sejumlah pihak menilai kedatangan Presiden ke Pulau Palue, Kabupaten Sikka, dilakukan terlalu lama setelah bencana terjadi.
Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, melayangkan pembelaan melalui pernyataan di media sosialnya. Ia menjelaskan bahwa kritik yang muncul tersebut menunjukkan ketidaktahuan publik mengenai manajemen bencana yang terstruktur. Menurut Grace, penanganan bencana tidak bisa dipukul rata hanya berdasarkan waktu kedatangan pejabat, melainkan harus dilihat dari fase yang sedang dijalani.
Memahami Fase Penanganan Bencana
Grace Natalie menekankan bahwa dalam manajemen bencana, terdapat pembagian fase yang sangat krusial untuk menentukan jenis bantuan yang diberikan. Berikut adalah penjelasan mengenai tahapan tersebut:
- Fase Tanggap Darurat: Dilakukan pada hari-hari pertama setelah bencana. Fokus utama adalah penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, evakuasi, tenda, dan air bersih.
- Fase Rehabilitasi: Masa transisi untuk memulihkan fungsi pelayanan publik dan infrastruktur dasar.
- Fase Rekonstruksi: Tahap pembangunan kembali infrastruktur dan pemukiman secara permanen agar masyarakat bisa kembali hidup normal.
Grace menjelaskan bahwa ketika Presiden Jokowi tiba di Palue, situasi sudah memasuki tahap di mana masyarakat membutuhkan pemulihan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa isu Jokowi disebut terlambat ke NTT, Grace PSI: Mereka tidak paham penanganan bencana muncul karena pihak pengkritik hanya melihat aspek permukaan tanpa memahami bahwa kebutuhan warga telah bergeser dari sekadar makanan menjadi kebutuhan membangun kembali kehidupan mereka.
Bantuan Konstruksi untuk Pemulihan Jangka Panjang
Untuk membuktikan bahwa kunjungan tersebut bersifat strategis, Grace memaparkan jenis bantuan yang dibawa langsung oleh Presiden Jokowi ke lokasi terdampak. Berbeda dengan bantuan logistik harian, bantuan kali ini difokuskan pada material bangunan untuk mendukung fase rekonstruksi. Adapun rincian bantuan tersebut meliputi:
| Jenis Bantuan | Jumlah | Tujuan Utama |
|---|---|---|
| Semen | 4.000 zak | Perbaikan dan pembangunan kembali rumah warga |
| Seng | 3.000 lembar | Penutup atap bangunan yang rusak |
| Tandon Air | 100 unit | Penyediaan akses air bersih bagi pengungsi |
Dengan jenis bantuan tersebut, Grace menekankan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah membantu warga yang masih bertahan di pengungsian, memperbaiki sekolah yang rusak, serta membangun kembali tempat ibadah seperti gereja yang saat ini masih menggunakan tenda untuk beribadah. Oleh karena itu, narasi mengenai Jokowi disebut terlambat ke NTT, Grace PSI: Mereka tidak paham penanganan bencana dianggap tidak relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Kondisi Memprihatinkan di Pulau Palue
Kunjungan Presiden Jokowi pada Rabu malam, 16 September 2026, memperlihatkan kondisi nyata di Desa Rokirole, Kecamatan Palue. Dalam peninjauan tersebut, Presiden terlihat menyambangi langsung rumah-rumah warga yang hancur total akibat guncangan gempa yang terjadi pada Agustus 2026. Dalam sebuah interaksi emosional, Presiden menanyakan langsung kondisi tempat tinggal warga yang kini terpaksa tidur di tenda pengungsian.
Melihat kerusakan bangunan yang sudah tidak berbentuk, Presiden Jokowi langsung memberikan instruksi tegas kepada Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, agar pemerintah daerah segera mengambil alih penanganan perbaikan rumah warga. Kehadiran Presiden yang didampingi oleh Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, bertujuan untuk memastikan bahwa proses pemulihan pascabencana berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang mendesak.
Pada akhirnya, perdebatan mengenai waktu kunjungan ini seharusnya tidak mengaburkan substansi dari upaya pemulihan itu sendiri. Alih-alih terjebak dalam kritik yang tidak memahami teknis penanganan bencana, masyarakat diharapkan dapat melihat bahwa fokus pemerintah kini telah beralih dari sekadar pemberian bantuan darurat menuju pembangunan kembali infrastruktur yang lebih kokoh bagi warga NTT. Isu Jokowi disebut terlambat ke NTT, Grace PSI: Mereka tidak paham penanganan bencana menjadi pengingat pentingnya edukasi mengenai manajemen bencana di tengah publik.



Post Comment