Ambisi Pendidikan Gratis Prabowo: Komisi X Beri Lampu Hijau Namun Ingatkan Risiko Fiskal

Ambisi Pendidikan Gratis Prabowo: Komisi X Beri Lampu Hijau Namun Ingatkan Risiko Fiskal

Sekolapedia – 20 September 2026 | Rencana besar Presiden Prabowo Subianto untuk menggratiskan seluruh biaya pendidikan di instansi negeri mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri memicu respons serius dari parlemen. Dalam diskusi terbaru, Komisi X sepakat pendidikan negeri gratis usulan Prabowo, minta dihitung matang agar kebijakan ini tidak menjadi beban berat bagi stabilitas keuangan negara di masa depan.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, memberikan pernyataan resmi terkait arah kebijakan pendidikan nasional yang tengah menjadi sorotan publik tersebut. Meskipun secara prinsip mendukung visi besar tersebut, ia menekankan bahwa implementasi di lapangan memerlukan perencanaan yang sangat mendalam dan berbasis data yang akurat.

Definisi ‘Gratis’ yang Harus Diperjelas

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian Komisi X adalah mengenai definisi operasional dari kata ‘gratis’ itu sendiri. Menurut Lalu Hadrian Irfani, pemerintah tidak boleh hanya terpaku pada pembebasan biaya administrasi atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) semata. Cakupan pendidikan gratis harus dipandang secara holistik.

Pemerintah perlu menyusun parameter yang jelas mengenai apa saja yang akan ditanggung oleh negara. Berikut adalah beberapa komponen biaya yang harus masuk dalam perhitungan pemerintah:

  • Biaya operasional sekolah dan kampus secara menyeluruh.
  • Penyediaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan.
  • Kesejahteraan dan penggajian tenaga pendidik (guru dan dosen).
  • Kebutuhan materi pembelajaran dan alat pendukung lainnya.

Tanpa definisi yang jelas, kebijakan ini dikhawatirkan hanya akan menyentuh permukaan tanpa benar-benar meningkatkan kualitas pendidikan secara substantif. Oleh karena itu, Komisi X sepakat pendidikan negeri gratis usulan Prabowo, minta dihitung matang agar tidak terjadi ketimpangan antara janji politik dengan realitas kebutuhan di sekolah maupun universitas.

Tantangan Anggaran dan Risiko Ketergantungan Asset Recovery

Persoalan utama yang membayangi kebijakan ini adalah besarnya anggaran yang dibutuhkan. Estimasi kebutuhan dana tambahan untuk merealisasikan program ini diperkirakan mencapai angka puluhan hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya. Angka yang sangat fantastis ini menuntut sumber pendanaan yang stabil dan berkelanjutan.

Terdapat kekhawatiran mengenai wacana penggunaan uang hasil sitaan tindak pidana korupsi sebagai salah satu sumber pendanaan. Meskipun pemanfaatan aset hasil korupsi sangat baik untuk pembangunan, Komisi X mengingatkan agar hal tersebut tidak dijadikan tulang punggung pembiayaan sektor pendidikan. Berikut adalah tabel perbandingan ketergantungan sumber dana:

Sumber Dana Sifat Pendanaan Rekomendasi Penggunaan
APBN (Rutin) Stabil dan Terencana Sumber Utama Pembiayaan
Asset Recovery (Korupsi) Fluktuatif dan Tidak Pasti Sumber Tambahan/Penguatan

Lalu menjelaskan bahwa hasil asset recovery memiliki sifat yang tidak pasti dan jumlahnya sangat bergantung pada keberhasilan penegakan hukum di setiap tahunnya. Sementara itu, biaya pendidikan adalah kebutuhan rutin yang bersifat tetap dan wajib dipenuhi setiap tahun tanpa boleh terinterupsi oleh ketidakpastian ekonomi atau hukum. Hal ini memperkuat alasan mengapa Komisi X sepakat pendidikan negeri gratis usulan Prabowo, minta dihitung matang dalam hal struktur pembiayaannya.

Harapan untuk Masa Depan Pendidikan Nasional

Meskipun terdapat catatan kritis, Komisi X tetap melihat rencana ini sebagai langkah progresif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Penggunaan uang hasil sitaan korupsi tetap dapat dialokasikan, namun fungsinya harus sebagai akselerator atau tambahan untuk memperkuat sektor pendidikan, bukan sebagai basis utama yang berisiko mengguncang sistem jika terjadi penurunan hasil sitaan.

Dengan demikian, dukungan terhadap visi Presiden Prabowo tetap diberikan, namun dengan catatan bahwa akurasi perhitungan fiskal adalah harga mati. Komisi X sepakat pendidikan negeri gratis usulan Prabowo, minta dihitung matang guna memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan negara benar-benar berdampak pada kemajuan intelektual bangsa tanpa mengorbankan kesehatan fiskal nasional.

Kesimpulannya, kebijakan pendidikan gratis merupakan cita-cita mulia yang memerlukan manajemen anggaran yang sangat teliti. Pemerintah diharapkan mampu menyusun skema pembiayaan yang mandiri, berkelanjutan, dan mencakup seluruh aspek kebutuhan pendidikan agar kualitas sekolah negeri tetap terjaga di tengah transformasi besar ini.

Post Comment