Skandal Agen Travel Labuan Bajo: Paket Wisata Rp125 Juta Bermasalah, 6 Turis Italia Datangi Polres Manggarai Barat

Skandal Agen Travel Labuan Bajo: Paket Wisata Rp125 Juta Bermasalah, 6 Turis Italia Datangi Polres Manggarai Barat

Sekolapedia – 15 Agustus 2026 | Kekecewaan mendalam menyelimuti sejumlah wisatawan mancanegara di destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo. Kasus Paket wisata Rp125 juta bermasalah, 6 turis Italia datangi Polres Manggarai Barat menjadi sorotan tajam setelah dugaan penipuan oleh agen perjalanan lokal mencuat ke publik. Kejadian ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mencederai citra pariwisata di kawasan Taman Nasional Komodo.

Peristiwa ini bermula ketika enam wisatawan asal Italia, yang terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan, merencanakan perjalanan pelayaran liveaboard selama empat hari tiga malam. Namun, rencana indah tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat mereka kehilangan kontak dengan pemilik agen travel Labuan Bajo Top, Kristoforus Aman alias Itok Aman (32), pada Minggu, 9 Agustus 2026. Akibat insiden Paket wisata Rp125 juta bermasalah, 6 turis Italia datangi Polres Manggarai Barat ini, para turis terpaksa menyewa kapal lain secara mandiri agar agenda wisata mereka tidak sepenuhnya hancur.

Kronologi Kerugian dan Penolakan Kapal

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerugian total yang dialami para wisatawan mencapai angka yang fantastis. Berikut adalah rincian mengenai transaksi dan masalah yang terjadi:

Keterangan Detail Informasi
Total Estimasi Kerugian Sekitar Rp125 juta
Nama Terlapor Kristoforus Aman (Itok Aman)
Nama Agen Travel Labuan Bajo Top
Status Perjalanan Batal karena gagal bayar ke pengelola kapal

Salah satu kelompok turis yang terdampak, yakni SS (48), CG (39), dan RG (57), dilaporkan telah melunasi pembayaran sebesar Rp79,8 juta secara bertahap kepada Itok Aman. Namun, saat tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo sesuai jadwal, mereka justru ditolak naik kapal oleh pihak pengelola Sabbar Cruise. Pihak kapal menyatakan bahwa pembayaran dari agen travel belum diterima secara penuh, meskipun Itok Aman sebelumnya telah menyetorkan uang muka (DP) sebesar Rp20 juta untuk persiapan logistik.

Pengelola Sabbar Cruise, Saputra, menjelaskan bahwa dana DP tersebut telah digunakan untuk keperluan persiapan seperti bahan makanan, handuk baru, hingga perlengkapan kamar. Hal ini justru membuat pihak pengelola kapal turut merasa dirugikan karena pengeluaran persiapan telah mencapai sekitar Rp27 juta, sementara agen travel tidak dapat dihubungi saat hari keberangkatan.

Baca juga:
Lonjakan Wisatawan Bromo di Libur Lebaran 2026 Memicu Penutupan Sementara Akses Utama

Rekam Jejak Pelaku dan Laporan Kepolisian

Kasus Paket wisata Rp125 juta bermasalah, 6 turis Italia datangi Polres Manggarai Barat ini mengungkap fakta mengejutkan mengenai rekam jejak pelaku. Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, mengungkapkan bahwa terlapor berinisial KA sebelumnya pernah dilaporkan atas dugaan penipuan pada Mei 2026. Namun, kasus terdahulu tersebut tidak sampai ke persidangan karena diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif (restorative justice) setelah pelaku mengembalikan kerugian korban.

Kejadian terbaru ini membuat para korban merasa tidak memiliki pilihan lain selain menempuh jalur hukum. Christian, salah satu wisatawan Italia, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. Ia menyatakan bahwa meskipun sudah tiga kali berkunjung ke Indonesia, ini adalah kali pertama ia mengalami penipuan oleh agen perjalanan. Setelah kembali dari perjalanan mandiri mereka, rombongan tersebut langsung mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Manggarai Barat pada Rabu malam, 12 Agustus 2026, untuk membuat laporan resmi.

Pihak Polres Manggarai Barat melalui Kasubsi Penmas Humas, Aipda Fransiskus Jelahu, telah mengonfirmasi penerimaan laporan tersebut. Saat ini, kepolisian tengah berupaya melakukan pengejaran dan menghubungi terlapor untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait kasus Paket wisata Rp125 juta bermasalah, 6 turis Italia datangi Polres Manggarai Barat ini.

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi pelaku industri pariwisata di Labuan Bajo untuk lebih profesional dan jujur dalam mengelola dana konsumen. Penanganan cepat dari pihak berwenang sangat diharapkan guna memulihkan kepercayaan wisatawan mancanegara terhadap keamanan dan kenyamanan berwisata di Nusa Tenggara Timur.

Post Comment