Sekolapedia – 21 Juli 2026 | Festival musik legendaris Soundrenaline kembali menggetarkan Jakarta pada 18-19 Juli 2026, mengubah kawasan Blok M menjadi pusat euforia musik lintas genre. Edisi Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026 ini sukses menyajikan perpaduan kurasi musisi internasional dan lokal yang solid, merayakan keberagaman subkultur musik di jantung kota.
Hari pertama, Sabtu (18/7/2026), langsung diramaikan oleh penampilan energik Naykilla, Seringai, dan The Upstairs. Soundrenaline tahun ini mengusung konsep unik yang memadukan pertunjukan musik dengan suasana khas Blok M yang dikenal memiliki nuansa urban, vintage, sekaligus modern. Pengunjung tidak hanya disuguhkan konser berkualitas, tetapi juga diajak menjelajahi berbagai sudut kawasan yang menjadi pusat penyelenggaraan festival.
Antusiasme penonton terlihat sejak awal festival. Efek Rumah Kaca dan Soulvibe menjadi pembuka yang sukses menghangatkan suasana. Sementara itu, Naykilla memukau ribuan penonton dengan penampilan enerjik dan lagu-lagu hitsnya yang membangkitkan semangat. Nuansa nostalgia hadir dari penampilan grup pop-jazz Mocca yang sukses mengajak penonton berdansa. The Upstairs juga tak kalah memukau, mengajak penonton berdansa sembari menyampaikan pesan mendalam melalui lirik-liriknya.
Hari kedua, Minggu (19/7/2026), panggung Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2026 ditutup dengan penampilan magis dari kuartet shoegaze asal Brooklyn, DIIV. Band asal Amerika Serikat ini berhasil memukau ribuan penonton di Taman Kota Peruri Stage dengan permainan instrumen intens dan minim interaksi verbal. Lanskap musik mereka yang penuh gema sukses menyulap panggung menjadi ruang katarsis yang magis, membuat penonton terpaku dan hanyut dalam larutan distorsi yang pekat. Tepat pukul 22.15 WIB, DIIV menghentak dengan nomor pembuka “Horsehead” dari album Deceiver (2019), disusul dengan lagu-lagu seperti “Like Before You Were Born” dan “Brown Paper Bag” dari album teranyar mereka, Frog in Boiling Water (2024). Meskipun minim interaksi verbal, ketegangan dan atmosfer intim yang diciptakan DIIV justru memicu antusiasme luar biasa dari para penggemar yang telah mengular memadati area panggung sejak sore hari demi debut perdana mereka di ibu kota. Lagu-lagu favorit seperti “Take Your Time”, “Taker”, hingga “Doused” digelontorkan tanpa ampun, menegaskan takhta dan karakter shoegaze modern yang menjadi identitas utama mereka.
Sebelum DIIV mengambil alih panggung, The SIGIT berhasil menghadirkan kontras energik lewat performa hard rock penuh agresi. Bassis The SIGIT, Aghan Sudrajat, mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali manggung di Soundrenaline. “Seru. Kebetulan ini yang kedua ya, maksudnya Soundrenaline yang ini. Sebelumnya tahun lalu kami main di yang ‘Livehouse’, ya, Kali ini kesempatannya dapat di panggung yang lebih gede. Senang, sih, senang banget,” ujarnya. Gitaris The SIGIT, Farri Icksan, menyoroti bagaimana Soundrenaline berhasil meremajakan diri melalui pemilihan musisi yang dihadirkan. “Dengan awal 2000-an awal Soundrenaline ada, dibandingkan dengan sekarang itu lineup-nya itu lebih segar, lebih relevan dengan audiens yang lebih muda mungkin sekarang ini,” kata Farri.
Selain The SIGIT dan DIIV, festival ini juga dimeriahkan oleh penampilan musisi lain yang tak kalah memukau. Gitaris The SIGIT, Farri Icksan, menyoroti bagaimana Soundrenaline berhasil meremajakan diri melalui pemilihan musisi yang dihadirkan. Dia pun menilai line up Soundrenaline kali ini terasa lebih segar apabila dibandingkan dengan awal penyelenggaraan pada 2000-an lalu. “Dengan awal 2000-an awal Soundrenaline ada, dibandingkan dengan sekarang itu lineup-nya itu lebih segar, lebih relevan dengan audiens yang lebih muda mungkin sekarang ini,” kata Farri.
Penyanyi Danilla Riyadi berbagi pengalaman nyaman tampil di panggung kecil Soundrenaline 2026, menikmati penampilan intimate. Sal Priadi memukau penonton dengan penampilan emosional dan interaksi hangat, membawakan lagu-lagu puitis yang menyentuh hati. Herjunot Ali sukses menggebrak Melting Pop Stage dengan lagu-lagu pop dan EDM yang memicu semangat penonton. Liz Stokes dari The Beths bahkan sempat mengungkapkan darah Indonesia-nya, menambah kejutan di Soundrenaline 2026.
Secara keseluruhan, Soundrenaline 2026 sukses menciptakan ekosistem festival urban lintas lokasi dengan kurasi musisi internasional dan lokal yang solid. Festival musik ini kembali membuktikan eksistensinya sebagai salah satu panggung musik terbesar di Indonesia yang mampu merangkul berbagai kalangan penikmat musik.



Post Comment