Sekolapedia – 09 Juli 2026 | Yogyakarta menjadi saksi sejarah baru dalam hubungan diplomatik antara Indonesia dan India. Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi secara resmi memulai kolaborasi strategis dalam program konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan. Kunjungan yang berlangsung pada Rabu (8/7/2026) ini menandai dimulainya proyek jangka panjang bertajuk ‘Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation’ yang diproyeksikan akan mengubah wajah situs warisan dunia tersebut dalam satu dekade ke depan.
Setibanya di lokasi pada pukul 11.45 WIB, kedua pemimpin negara disambut dengan pertunjukan tari tradisional Rama Sinta yang diiringi alunan musik gamelan. Suasana hangat begitu terasa saat Presiden Prabowo dan PM Modi menyusuri kompleks candi menggunakan boogie car. Keduanya tampak akrab berdiskusi sambil mengunjungi titik-titik krusial seperti Candi Nandi dan Candi Siwa, di mana mereka mendapatkan penjelasan mendalam mengenai nilai historis dan arsitektural situs tersebut.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menjelaskan bahwa fokus utama dari kerja sama ini adalah pemugaran 224 candi perwara atau candi pendamping yang tersebar di empat baris mengelilingi candi utama. Hingga saat ini, hanya enam dari 224 candi tersebut yang telah dipugar secara utuh, sementara sisanya masih dalam kondisi reruntuhan. Proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap, dengan fokus awal pada 54 Candi Perwara di kuadran timur laut kompleks.
Dalam pidatonya, PM Narendra Modi menyampaikan kekagumannya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Ia secara khusus memuji kemampuan strategis sang Presiden yang berlatar belakang militer dalam menyusun perencanaan restorasi yang matang. Keyakinan tersebut membuat Modi optimis bahwa pekerjaan fisik yang kompleks ini dapat dirampungkan lebih cepat dari jadwal yang ditentukan, yakni sebelum tahun 2029. Modi bahkan berjanji untuk kembali ke Indonesia guna merayakan peresmian hasil restorasi tersebut sebagai sebuah festival budaya besar.
Bagi PM Modi, kunjungan ini memiliki makna spiritual yang sangat mendalam. Ia mengaku terhormat dapat memanjatkan doa di Candi Prambanan, yang ia sebut sebagai salah satu kuil Hindu terbesar di Asia Tenggara. Momen sakral tersebut menjadi puncak dari rangkaian kunjungan kenegaraannya di Indonesia, di mana ia merasa terkesan dengan keramahan masyarakat dan sambutan hangat dari Presiden Prabowo.
Lebih dari sekadar perbaikan fisik, kolaborasi ini mencakup lima pilar utama pengembangan kawasan:
- Peningkatan kualitas konservasi fisik situs warisan dunia.
- Penguatan dokumentasi ilmiah dan riset arkeologi.
- Perbaikan tata kelola kawasan cagar budaya yang lebih modern.
- Pengembangan kerja sama kebudayaan lintas negara.
- Pertukaran pengetahuan dan keahlian arkeologi antara tenaga ahli Indonesia dan India.
Hubungan antara Nusantara dan India yang telah terjalin selama berabad-abad kini kembali dipertegas melalui proyek ini. Relief Ramayana dan Krishnayana yang menghiasi dinding candi menjadi bukti abadi pertukaran gagasan, seni, dan nilai budaya yang telah menyatukan kedua bangsa sejak masa lampau. Melalui program yang akan berlangsung hingga tahun 2036 ini, kedua negara berharap dapat melestarikan warisan budaya dunia agar tetap relevan dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Kesepakatan ini tidak hanya memperkuat ikatan bilateral dalam bidang diplomatik, tetapi juga menjadi model kerja sama internasional dalam pelestarian warisan budaya. Dengan komitmen kuat dari kedua pemimpin, restorasi Candi Prambanan diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperdalam pemahaman masyarakat global mengenai sejarah peradaban Hindu di Asia Tenggara. Sinergi ini sekaligus membuktikan bahwa warisan masa lalu dapat menjadi jembatan diplomasi yang kokoh untuk masa depan kedua bangsa.



Post Comment