Sekolapedia – 09 Juli 2026 | Jakarta kini tengah bersiap menyongsong usia emasnya yang ke-500 tahun. Dalam semangat menyambut momentum bersejarah tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sukses menggelar ajang kreatif bertajuk Color of Jakarta 2026. Kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan sebuah ruang bagi masyarakat untuk mengabadikan, menceritakan, serta memperkenalkan wajah kota yang terus bertransformasi menuju status sebagai kota global yang disegani dunia.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir secara langsung dalam acara apresiasi pemenang yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, pada Selasa (7/7). Dalam sambutannya, Pramono menekankan bahwa antusiasme tinggi dari warga Jakarta membuktikan besarnya rasa bangga masyarakat terhadap ibu kota. Sebanyak 5.646 karya foto dari 894 peserta dan 172 karya video dari 149 peserta menjadi bukti nyata bahwa Jakarta memiliki banyak sisi yang menarik untuk diabadikan.
Rekam Jejak Pembangunan dalam Bingkai Visual
Kompetisi Color of Jakarta tahun ini mengusung tema Proud to be Jakartans dengan kategori yang lebih variatif. Untuk fotografi, terdapat lima kategori yakni Jakarta Humanis, Jakarta Berbudaya, Jakarta Kontemporer, Jakarta Vista, dan Jakarta Berseri. Sementara di bidang videografi, panitia membuka kategori video landscape, vertikal, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan dunia digital.
Gubernur Pramono mengungkapkan bahwa karya-karya visual ini merupakan catatan sejarah yang sangat berharga. Dokumentasi tersebut merekam berbagai kebijakan pembangunan yang telah dilakukan, mulai dari pembongkaran tiang monorel di kawasan Rasuna Said, pembangunan jembatan penghubung JIS-Ancol, hingga rencana pembangunan rumah sakit internasional di lahan RS Sumber Waras. Menurutnya, jika perjalanan pembangunan ini terdokumentasi dengan baik, maka akan terlihat kesungguhan Jakarta dalam memantapkan posisinya sebagai pusat perekonomian nasional sekaligus kota global.
Menatap Masa Depan: Jakarta sebagai Kota Global
Saat ini, Jakarta tidak lagi membandingkan dirinya dengan kota-kota lain di Indonesia, melainkan dengan kota-kota besar di kancah internasional. Pramono memaparkan bahwa posisi Jakarta dalam pemeringkatan kota global terus mengalami peningkatan signifikan. Saat ini, Jakarta menempati peringkat ke-71 dari 156 kota global dunia. Bahkan, dalam penilaian ibu kota negara di dunia, Jakarta sukses berada di peringkat ke-53 dari 100 kota, melampaui posisi Washington D.C. dan Abu Dhabi.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi warga dalam perayaan HUT Jakarta, pemerintah telah menyiapkan rencana besar untuk menyambut usia 500 tahun pada 2027 mendatang. Pramono menjanjikan layanan transportasi publik gratis selama lima hari penuh bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, pemerintah juga berencana menggratiskan akses ke berbagai destinasi wisata unggulan sebagai bagian dari perayaan bersejarah tersebut. Kebijakan ini merupakan pengembangan dari program transportasi gratis selama tiga hari yang telah sukses diterapkan pada perayaan HUT ke-499.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, menegaskan bahwa hasil karya para pemenang akan terus dijaga dan dipamerkan di ruang-ruang publik. Sebagian karya terbaik yang memiliki nilai berkelanjutan bahkan akan dibukukan sebagai arsip visual resmi kota. Kedepannya, terdapat usulan dari Ketua Dewan Juri, Darwis Triadi, agar kompetisi serupa melibatkan pelajar tingkat SLTA. Gubernur Pramono menyambut baik usulan tersebut karena keterlibatan generasi muda diyakini akan semakin memperkaya perspektif visual mengenai perkembangan Jakarta di masa depan.
Secara keseluruhan, Color of Jakarta 2026 telah berhasil memotret dinamika Jakarta yang heterogen dan penuh warna. Melalui lensa masyarakat, transformasi kota ini bukan hanya sekadar angka dan statistik, melainkan sebuah narasi hidup yang terus berkembang. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan antusiasme warga yang tinggi, Jakarta semakin optimis dalam melangkah menuju abad kelimanya sebagai kota global yang inklusif, modern, dan membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia.



Post Comment