×

Semarang Sibuk: Tol One‑Way Lancar, Hilal Kecil, Idulfitri di Lawang Sewu, dan Motor Gratis KAI

Semarang Sibuk: Tol One‑Way Lancar, Hilal Kecil, Idulfitri di Lawang Sewu, dan Motor Gratis KAI

Sekolapedia – 19 Maret 2026 | Semarang menjadi titik fokus aktivitas pada Kamis, 19 Maret 2026, dengan serangkaian kebijakan lalu lintas, peristiwa keagamaan, hingga inisiatif transportasi massal yang menandai momentum mudik Lebaran.

One‑Way Lokal di Tol Semarang Tetap Berlaku

Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memperpanjang penerapan rekayasa lalu lintas one‑way lokal pada tol Semarang Seksi A, B, dan C hingga siang hari ini. Kebijakan ini, yang bersifat diskresi kepolisian, mencakup ruas dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung (Jalan Tol Batang‑Semarang) hingga KM 459 Salatiga (Jalan Tol Semarang‑Solo). Tujuannya adalah mengoptimalkan distribusi arus kendaraan pada periode puncak mudik.

  • KM 414‑459: wilayah utama penerapan one‑way
  • Pengaturan berlaku pada jam sibuk pagi dan sore
  • Koordinasi intensif antara JTT dan pihak kepolisian

Volume Lalu Lintas Meningkat, Kecepatan Tetap Stabil

Pengamatan lapangan menunjukkan peningkatan volume kendaraan sebesar 18,29% dibandingkan dengan rata‑rata normal. Pada KM 427+000, kecepatan rata‑rata tercatat 74 km/jam, menandakan kondisi lalu lintas masih berada dalam kategori lancar. Senior Manager Representative Office 2 PT Jasamarga Transjawa Tol, M. Faried Sulistamtama, menegaskan bahwa meski volume naik, arus tetap terjaga berkat penerapan one‑way.

Kecelakaan di Jalur One‑Way Tol Batang‑Semarang

Pada pukul 10.25 WIB, sebuah Mitsubishi Xpander menabrak belakang Bus 27 Trans di KM 368 arah Semarang. Empat penumpang terluka, dua di antaranya mengalami luka berat. Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang, Nasrullah, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi akibat kurangnya antisipasi saat kendaraan melaju pada jalur one‑way. Bahu luar jalur sempat ditutup sementara untuk proses evakuasi, yang selesai pada pukul 13.00 WIB. Pihak Jasa Marga menekankan pentingnya menjaga jarak aman dan istirahat di rest area bila mengemudi dalam kondisi lelah.

Visibilitas Hilal di Kota Semarang Diperkirakan Kecil

Tim observatorium Planetarium UIN Walisongo melaporkan bahwa hilal 1 Syawal 1447 H berada pada ketinggian 1° 12′ 11″ dengan elongasi 6°, masih jauh di bawah ambang minimal 3°. Cuaca mendung dan horizon yang terhalang perbukitan menambah tantangan pengamatan. Dengan kondisi tersebut, peluang masyarakat menyaksikan hilal secara langsung diprediksi sangat kecil.

🔖 Baca juga:
Ekonom: Pelebaran Defisit Bukan Solusi, Pangkas Belanja MBG Kunci Stabilitas Fiskal

Shalat Idulfitri Digelar di Lawang Sewu

PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) kembali menyelenggarakan shalat Idulfitri di kompleks bersejarah Lawang Sewu, Semarang. Acara dimulai pukul 05.30 hingga 08.30 WIB, dipimpin oleh H. Machasin sebagai imam dan khatib, serta Arda Nur Yulian sebagai bilal. Kapasitas jemaah diperkirakan antara 700‑1.000 orang. Penyelenggaraan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas di tengah masyarakat, sekaligus mempromosikan destinasi ikonik sebagai ruang publik inklusif.

Program Angkutan Motor Gratis oleh KAI Daop 4 Semarang

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) bersama PT KAI meluncurkan program Motis (Motor Gratis) untuk mudik Lebaran 2026. Motor pemudik dikirimkan dengan kereta api, mengurangi beban kendaraan roda dua di jalan raya. Di wilayah Daop 4 Semarang, empat stasiun—Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, dan Cepu—menjadi posko pendaftaran. Kapasitas total mencapai 2.800 motor selama 14 hari pelaksanaan, dengan 146 motor sudah terdaftar pada pukul 09.00 WIB, 19 Maret. Program ini diharapkan menurunkan risiko kecelakaan dan memperlancar arus mudik.

Rangkaian kebijakan satu‑arah pada tol, upaya penanganan kecelakaan, pengamatan hilal, kegiatan keagamaan, serta inisiatif transportasi gratis membuktikan bahwa Semarang berada pada posisi strategis dalam mengelola mobilitas massa menjelang Lebaran. Koordinasi lintas sektor antara Jasa Marga, kepolisian, KAI, dan instansi keagamaan menjadi faktor kunci keberhasilan. Masyarakat diimbau tetap mematuhi rambu, merencanakan perjalanan dengan matang, dan memanfaatkan fasilitas publik yang tersedia demi kelancaran dan keselamatan bersama.

Post Comment