Pasar Mobil Listrik Bekas Melejit, Konsumen Khawatir Soal Harga dan Daya Tahan Baterai!

Pasar Mobil Listrik Bekas Melejit, Konsumen Khawatir Soal Harga dan Daya Tahan Baterai!

Sekolapedia – 18 Maret 2026 | Penjualan kendaraan listrik (EV) di Indonesia mengalami lonjakan dramatis, naik dari 2% menjadi 14% dari total penjualan otomotif nasional. Pertumbuhan ini tidak hanya meningkatkan volume penjualan mobil baru, tetapi juga memicu dinamika baru di pasar mobil bekas. Segmen mobil listrik bekas kini menjadi arena kompetitif, menarik minat pembeli yang ingin merasakan manfaat kendaraan ramah lingkungan dengan harga yang lebih terjangkau.

Pasar Mobil Listrik Bekas Mulai Ramai

Data industri menunjukkan bahwa perputaran kendaraan bekas, termasuk EV, tetap tinggi. Meskipun pasar mobil konvensional masih mendominasi, kehadiran EV memperluas pilihan konsumen. Di sisi lain, produsen pelumas seperti ADNOC melalui PT Garuda Petro Perkasa menegaskan komitmen mereka, menyatakan bahwa permintaan komponen pelumas tetap stabil karena tingginya penjualan mobil bekas.

Ismet Sebastian, Direktur Sales and Marketing PT Garuda Petro Perkasa, menjelaskan bahwa pasar otomotif Indonesia secara keseluruhan terus tumbuh, dan kendaraan listrik tidak menggantikan mobil bensin, melainkan menambah variasi pilihan konsumen.

Kekhawatiran Utama Konsumen

  • Harga jual kembali yang belum stabil.
  • Daya tahan dan kesehatan baterai setelah penggunaan beberapa tahun.
  • Ketersediaan jaringan pengisian cepat di daerah suburban.
  • Biaya perawatan dan suku cadang khusus EV.
  • Keamanan dan performa pada kondisi iklim tropis.

Kekhawatiran ini menjadi faktor penentu bagi pembeli mobil bekas listrik. Mereka cenderung menilai riwayat perawatan baterai, jarak tempuh, serta adanya garansi baterai dari produsen.

🔖 Baca juga:
Kapan Musim Kemarau 2026 Berakhir? Ini Prediksi Terbaru dari BMKG

Data Penjualan EV di Indonesia

Tahun Unit Terjual
2022 10.327
2023 17.062
2024 43.193
2025 177.367

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan eksponensial, terutama pada tahun 2025 ketika penjualan melampaui 177 ribu unit. Lonjakan ini dipicu oleh kebijakan insentif pemerintah, seperti Perpres No 55/2019, serta peraturan menteri yang mempercepat penyediaan infrastruktur pengisian.

Pengaruh Kondisi Global

Di panggung internasional, penjualan mobil listrik global pada awal 2026 turun 11% menjadi 1,1 juta unit, dipengaruhi penurunan permintaan di China dan Amerika Utara. Namun, Eropa tetap menjadi mesin pertumbuhan dengan peningkatan 21% berkat subsidi di Jerman, Prancis, dan Italia. Dampak penurunan global menciptakan tekanan pada rantai pasok baterai, tetapi tidak menghambat permintaan domestik Indonesia yang terus naik.

Kebijakan fiskal Indonesia, termasuk pembebasan bea masuk dan pajak penjualan atas barang mewah untuk EV, serta program subsidi infrastruktur pengisian, memperkuat kepercayaan konsumen. Kombinasi ini menjadikan pasar mobil listrik bekas sebagai peluang investasi bagi dealer dan platform jual beli online.

Secara keseluruhan, meski konsumen masih mengkhawatirkan harga, umur baterai, dan infrastruktur, tren pertumbuhan penjualan EV baru dan bekas menunjukkan bahwa pasar otomotif Indonesia sedang berada pada fase transisi yang seimbang antara kendaraan konvensional dan listrik. Dukungan kebijakan, peningkatan jaringan pengisian, serta jaminan purna jual akan menjadi kunci untuk mengurangi kekhawatiran dan mempercepat adopsi mobil listrik bekas di masa depan.

Post Comment