Ketahui Komponen Penambah Pajak dalam Perhitungan THR 2026 Anda

Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu hak yang paling dinantikan oleh para pekerja di Indonesia menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Natal, Nyepi, atau Waisak. Bagi banyak karyawan, THR tidak hanya menjadi tambahan penghasilan tahunan, tetapi juga menjadi dana penting untuk berbagai kebutuhan seperti mudik, belanja kebutuhan keluarga, hingga pembayaran utang atau cicilan.

Namun, tidak sedikit pekerja yang merasa kebingungan ketika menerima THR karena jumlah yang diterima tidak selalu sama dengan gaji bulanan. Salah satu penyebabnya adalah adanya potongan pajak penghasilan. Dalam sistem perpajakan Indonesia, THR termasuk dalam penghasilan tambahan yang dikenakan pajak melalui mekanisme PPh 21.

Banyak orang mengira bahwa pajak THR hanya dihitung berdasarkan nilai THR itu sendiri. Padahal, dalam praktiknya terdapat berbagai komponen yang dapat menambah jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh karyawan. Komponen-komponen ini biasanya berasal dari total penghasilan tahunan yang diterima oleh pekerja.

Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai komponen penambah pajak dalam perhitungan THR 2026, cara menghitungnya, serta tips agar pekerja dapat memahami potongan pajak yang berlaku.

Mengapa THR Dikenakan Pajak?

Dalam aturan perpajakan Indonesia, semua penghasilan yang diterima seseorang dari pekerjaan dianggap sebagai objek pajak. Hal ini diatur dan diawasi oleh Direktorat Jenderal Pajak yang berada di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

🔖 Baca juga:
Kabar Gembira atau Sedih? Harga Emas Hari Ini Naik Rp16.000 per Gram!

Penghasilan yang termasuk objek pajak meliputi:

  • Gaji pokok
  • Tunjangan tetap
  • Tunjangan tidak tetap
  • Bonus
  • Insentif
  • Tunjangan Hari Raya (THR)

Karena THR merupakan bagian dari penghasilan yang diterima pekerja dari perusahaan, maka secara otomatis THR akan dimasukkan ke dalam total penghasilan tahunan.

Ketika penghasilan tahunan meningkat, maka jumlah pajak yang harus dibayar juga dapat bertambah.

Cara Dasar Menghitung Pajak THR

Sebelum memahami komponen penambah pajak, penting untuk mengetahui bagaimana proses perhitungan pajak dilakukan.

Secara umum, langkah-langkah perhitungan pajak penghasilan adalah sebagai berikut:

  1. Menghitung total penghasilan bruto tahunan
  2. Mengurangi penghasilan dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
  3. Menentukan Penghasilan Kena Pajak (PKP)
  4. Menghitung pajak menggunakan tarif progresif

Dalam proses ini, THR akan digabungkan dengan penghasilan lain sehingga memengaruhi jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Komponen Penambah Pajak dalam Perhitungan THR

Ada beberapa komponen yang dapat meningkatkan jumlah pajak dalam perhitungan THR. Komponen-komponen ini sering kali tidak disadari oleh karyawan.

1. Gaji Pokok

Gaji pokok merupakan komponen utama dalam perhitungan pajak penghasilan. Semakin tinggi gaji pokok seseorang, maka semakin besar kemungkinan penghasilan tersebut masuk ke lapisan tarif pajak yang lebih tinggi.

Ketika THR ditambahkan ke dalam penghasilan tahunan, jumlah penghasilan bruto akan meningkat. Hal ini dapat menyebabkan pajak yang dikenakan menjadi lebih besar.

2. Tunjangan Tetap

Selain gaji pokok, banyak karyawan juga menerima tunjangan tetap dari perusahaan.

Beberapa contoh tunjangan tetap antara lain:

  • Tunjangan jabatan
  • Tunjangan keluarga
  • Tunjangan transportasi
  • Tunjangan makan
  • Tunjangan komunikasi

Semua tunjangan ini akan dihitung sebagai bagian dari penghasilan bruto tahunan.

Ketika THR dibayarkan, jumlah penghasilan tahunan akan meningkat sehingga pajak yang dihitung juga bertambah.

3. Bonus dan Insentif Tahunan

Bonus tahunan merupakan salah satu komponen yang sering meningkatkan pajak karyawan.

Jika seorang pekerja menerima bonus pada tahun yang sama dengan pembayaran THR, maka total penghasilan tahunan akan meningkat secara signifikan.

Akibatnya, pekerja tersebut bisa masuk ke lapisan tarif pajak yang lebih tinggi dalam sistem pajak progresif.

4. Tunjangan Tidak Tetap

Beberapa perusahaan memberikan tunjangan tidak tetap kepada karyawan, seperti:

  • Uang lembur
  • Tunjangan proyek
  • Insentif kinerja
  • Komisi penjualan

Meskipun tidak diterima setiap bulan, tunjangan ini tetap dihitung sebagai penghasilan dan dapat meningkatkan jumlah pajak yang harus dibayarkan.

5. Penghasilan Tambahan dari Perusahaan

Selain gaji dan tunjangan, beberapa perusahaan memberikan fasilitas tambahan kepada karyawan.

Contohnya:

  • fasilitas kendaraan
  • tunjangan perumahan
  • fasilitas kesehatan tambahan
  • subsidi pendidikan

Beberapa fasilitas tersebut dapat dihitung sebagai penghasilan tambahan yang dikenakan pajak.

Jika fasilitas tersebut dimasukkan ke dalam penghasilan bruto, maka jumlah pajak yang dihitung juga akan meningkat.

6. Kenaikan Gaji dalam Tahun Berjalan

Karyawan yang mendapatkan kenaikan gaji dalam satu tahun pajak juga dapat mengalami peningkatan potongan pajak THR.

Hal ini terjadi karena kenaikan gaji akan meningkatkan penghasilan tahunan. Ketika THR ditambahkan, total penghasilan menjadi lebih tinggi sehingga pajak yang dikenakan juga bertambah.

7. Perubahan Status Pajak

Status pajak juga dapat memengaruhi perhitungan pajak THR.

Status pajak ditentukan oleh:

  • status perkawinan
  • jumlah tanggungan keluarga

Status pajak memengaruhi besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak atau PTKP.

Jika seseorang memiliki PTKP lebih kecil, maka bagian penghasilan yang dikenakan pajak akan lebih besar.

Sebaliknya, jika PTKP lebih besar, maka pajak yang harus dibayar akan lebih kecil.

Tarif Pajak Penghasilan yang Berlaku

Setelah penghasilan kena pajak dihitung, maka pajak akan dikenakan berdasarkan tarif progresif.

Tarif pajak yang berlaku di Indonesia adalah:

  • 5% untuk penghasilan sampai Rp60 juta
  • 15% untuk penghasilan Rp60 juta – Rp250 juta
  • 25% untuk penghasilan Rp250 juta – Rp500 juta
  • 30% untuk penghasilan Rp500 juta – Rp5 miliar
  • 35% untuk penghasilan di atas Rp5 miliar

Karena sistem ini bersifat progresif, maka semakin tinggi penghasilan seseorang, semakin besar tarif pajak yang dikenakan.

Contoh Simulasi Perhitungan Pajak THR

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana perhitungan pajak THR.

Misalnya seorang karyawan memiliki data berikut:

Gaji bulanan: Rp7.000.000
THR: Rp7.000.000
Bonus tahunan: Rp5.000.000

Penghasilan tahunan:

7 juta × 12 = Rp84.000.000
Tambah THR = Rp7.000.000
Tambah bonus = Rp5.000.000

Total penghasilan = Rp96.000.000

Jika karyawan tersebut berstatus lajang, maka PTKP yang berlaku adalah Rp54.000.000.

Penghasilan kena pajak:

96 juta – 54 juta = Rp42 juta

Pajak yang dikenakan:

5% × 42 juta = Rp2.100.000 per tahun.

Dari simulasi ini terlihat bahwa bonus dan THR sama-sama menambah jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Baca juga : Optimisme Produksi: Mengapa BUMI Percaya Diri dengan Angka 75 Juta Ton?

Mengapa Potongan Pajak THR Terasa Lebih Besar?

Banyak pekerja merasa bahwa potongan pajak THR terlihat lebih besar dibandingkan potongan pajak gaji bulanan.

Hal ini bisa terjadi karena beberapa alasan.

THR Dibayarkan Sekaligus

Karena THR dibayarkan dalam satu waktu, potongan pajak yang muncul juga terlihat lebih besar dibandingkan potongan pajak bulanan.

Penyesuaian Pajak Tahunan

Beberapa perusahaan melakukan penyesuaian pajak ketika THR dibayarkan.

Jika sebelumnya pajak bulanan kurang dipotong, maka kekurangan tersebut bisa disesuaikan ketika THR dibayarkan.

Penghasilan Naik ke Lapisan Pajak Lebih Tinggi

Jika penambahan THR membuat penghasilan tahunan melewati batas tertentu, maka sebagian penghasilan bisa dikenakan tarif pajak yang lebih tinggi.

Peran HRD dalam Menghitung Pajak THR

Perhitungan pajak THR biasanya dilakukan oleh bagian HRD atau payroll perusahaan.

Mereka bertanggung jawab untuk:

  • menghitung pajak penghasilan karyawan
  • memotong pajak dari gaji dan THR
  • menyetorkan pajak ke negara
  • memberikan bukti potong pajak kepada karyawan

Bukti potong ini nantinya digunakan oleh karyawan ketika melaporkan pajak tahunan mereka.

Tips Memahami Perhitungan Pajak THR

Agar tidak bingung ketika menerima THR, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pekerja.

Memahami Struktur Penghasilan

Pekerja perlu mengetahui semua komponen penghasilan yang mereka terima dari perusahaan.

Mengecek Status Pajak

Pastikan status pajak dan jumlah tanggungan sudah tercatat dengan benar di perusahaan.

Menyimpan Bukti Potong Pajak

Bukti potong pajak penting untuk pelaporan pajak tahunan.

Konsultasi dengan HRD

Jika ada perbedaan dalam perhitungan pajak, pekerja dapat menanyakan langsung kepada bagian HRD.

Dampak Pajak THR terhadap Penerimaan Negara

Pajak yang dipungut dari penghasilan pekerja, termasuk THR, merupakan salah satu sumber pendapatan negara.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan seperti:

  • pembangunan infrastruktur
  • pendidikan
  • layanan kesehatan
  • bantuan sosial

Dengan kata lain, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk layanan publik.

Baca juga : Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung Pimpin Doa untuk Para Syuhada Ijtimak Ulama di Masjid Al-Hijrah

Kesimpulan

THR merupakan tambahan penghasilan yang sangat dinantikan oleh pekerja setiap tahunnya. Namun karena termasuk dalam objek pajak penghasilan, THR dapat dikenakan potongan pajak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Penulis : Ellisa

Post Comment