Kemenag Kirim “Pasukan” ASN: 130 Pegawai Siap-Siap Latihan Militer Bareng Kemhan!

Halo, Sobat ASN dan teman-teman pembaca semua! Ada kabar yang cukup unik dan seru nih dari lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Kalau biasanya kita melihat para pegawai Kemenag sibuk mengurus layanan keagamaan, pendaftaran haji, atau urusan KUA, dalam waktu dekat pemandangannya bakal sedikit beda. Kenapa? Karena sekitar 130 ASN Kemenag bakal segera “ganti kostum” buat ikut Latihan Dasar Militer (Latsarmil)!

Bukan buat dikirim ke medan perang sungguhan ya, tapi mereka terpilih untuk bergabung dalam program Komponen Cadangan (Komcad) Nasional. Program ini adalah inisiatif pemerintah untuk memastikan pertahanan negara kita nggak cuma kuat di sisi militer aktif saja, tapi juga punya cadangan dari warga sipil yang terlatih. Yuk, kita kupas tuntas gimana ceritanya pegawai Kemenag ini bisa sampai ikut latihan ala tentara!

Tugas Negara: Perintah Langsung dari Presiden

Persiapan buat “pasukan” Kemenag ini bukan main-main. Pembahasannya saja dilakukan lewat rapat serius antara Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kemenag bareng perwakilan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026 kemarin.

Dalam rapat tersebut, Sekretaris Tim Seleksi Administrasi Kemhan, Jevin Fahmier, menjelaskan kalau program Komcad ini adalah kebijakan nasional yang sifatnya strategis. Tujuannya jelas: memperkuat kesiapsiagaan seluruh warga negara dalam mendukung sistem pertahanan negara.

Nggak tanggung-tanggung, program ini adalah perintah langsung dari Presiden Republik Indonesia. Pemerintah menargetkan ada 4.000 ASN dari berbagai kementerian di seluruh Indonesia yang direkrut tahun ini. Dari jumlah ribuan itu, Kemenag kebagian “jatah” untuk mengirimkan 130 orang pegawainya.

🔖 Baca juga:
10 Contoh Soal Jangka Sorong untuk SMP & SMA + Cara Menghitungnya

Dibagi Dua Gelombang: Biar Layanan Tetap Jalan

Supaya kantor Kemenag nggak mendadak sepi karena ditinggal pegawainya latihan militer, 130 peserta ini nggak berangkat barengan semua. Pihak Kemhan dan Kemenag sudah sepakat untuk membagi mereka ke dalam dua gelombang. Jadi, masing-masing gelombang isinya ada 65 orang.

Langkah ini diambil supaya tugas-tugas administratif dan layanan publik di Kemenag tetap bisa berjalan normal, sementara sebagian rekannya yang lain lagi fokus belajar disiplin militer. Adil, kan?

Baca juga : Pendaftaran Paskibraka 2026 resmi dibuka!

Seleksinya Ketat, Bukan Cuma Asal Berangkat

Nah, buat kalian yang mengira ikut Latsarmil ini tinggal daftar terus langsung berangkat, kalian salah besar. Prosesnya ternyata cukup panjang dan lumayan ketat. Para kandidat dari Kemenag ini harus melewati serangkaian “ujian” untuk memastikan mereka memang layak dan kuat secara fisik maupun mental.

Tahapannya antara lain:

  • Seleksi Administrasi: Cek kelengkapan berkas kepegawaian.
  • Pemeriksaan Kesehatan: Harus dipastikan badannya fit dan nggak punya riwayat penyakit yang bisa membahayakan selama latihan berat.
  • Tes Jasmani: Bakal ada tes fisik dasar. Ya, hitung-hitung olahraga biar badannya makin bugar!
  • Tes Mental Ideologi: Memastikan loyalitas dan kecintaan mereka terhadap NKRI sudah nggak perlu diragukan lagi.
  • Psikologi: Menilai kesiapan mental dalam menghadapi lingkungan baru yang disiplinnya tinggi.

45 Hari Jadi “Siswa” Militer

Buat ASN yang nantinya lolos semua tahapan seleksi di atas, mereka bakal menjalani Pendidikan Dasar Militer selama 45 hari. Lokasinya di mana? Nantinya bakal ditentukan oleh Kemhan, biasanya di lembaga pendidikan militer resmi milik TNI.

Selama 45 hari itu, rutinitas mereka bakal berubah total. Bangun subuh, olahraga, latihan baris-berbaris, belajar taktik dasar, sampai materi tentang bela negara bakal jadi “makanan” sehari-hari. Tujuannya supaya para ASN ini punya disiplin baja, loyalitas tinggi, dan rasa tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga kedaulatan negara.

Tetap Terima Gaji Plus Uang Saku!

Ini dia bagian yang paling banyak ditanyakan: “Selama latihan, nasib gajinya gimana?” Tenang saja! Pemerintah sudah menjamin kalau para ASN yang ikut Komcad ini tetap bakal menerima hak kepegawaian mereka seperti biasa. Jadi, gaji bulanan tetap jalan terus.

Nggak cuma itu, selama di “camp” pelatihan, mereka juga bakal dikasih:

  1. Uang saku harian: Buat jajan-jajan lucu kalau ada waktu istirahat.
  2. Fasilitas penunjang: Mulai dari seragam, perlengkapan latihan, sampai makan dan asrama, semuanya ditanggung negara.

Baca juga : Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung, Sampaikan Duka Mendalam atas Gugurnya 19 Prajurit Marinir Beruang Hitam

Kenapa ASN Harus Ikut Komcad?

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa sih pegawai kementerian harus ikut pelatihan militer? Jawabannya adalah karena ASN adalah salah satu pilar utama negara. Dengan membekali mereka nilai-nilai disiplin dan kesiapsiagaan militer, diharapkan mereka bisa jadi contoh di lingkungan kerja dan masyarakat dalam hal cinta tanah air.

Selain itu, dalam kondisi darurat (yang semoga nggak pernah terjadi), negara punya ribuan cadangan orang yang sudah terlatih secara dasar untuk membantu mendukung keamanan nasional.

Kesimpulannya, pengiriman 130 ASN Kemenag untuk ikut Latsarmil ini adalah langkah nyata pemerintah dalam memperkuat pertahanan dari sisi sipil. Semoga para pegawai Kemenag yang terpilih bisa menjalani latihan dengan lancar, sehat, dan pulang-pulang makin disiplin buat melayani masyarakat.

Rincian Program Komcad Kemenag 2026Keterangan
Total Peserta Kemenag130 Orang
Pembagian Gelombang2 Gelombang (65 orang per gelombang)
Durasi Pelatihan45 Hari
Target Nasional4.000 ASN
FasilitasGaji tetap, uang saku, dan perlengkapan pendidikan

Gimana menurut Sobat semua? Keren nggak kalau lihat pegawai kementerian punya skill militer juga?

Mau saya bantu carikan informasi lebih detail mengenai syarat pendaftaran buat ASN yang mau jadi sukarelawan Komcad atau materi apa saja yang biasanya diajarkan selama 45 hari tersebut?

Penulis : Okta

Post Comment