Bukan Cuma Salat Bareng, Bupati Karawang Ajak Pasukan Pejabat “Nongkrong” Bareng Warga Buat Dengerin Curhatan!

Halo, Sobat Karawang! Apa kabar? Semoga ibadah puasanya di tahun 2026 ini makin berkah dan lancar ya. Ada cerita seru nih dari kegiatan Ramadan di kota kita tercinta. Biasanya kan kalau pejabat datang ke masjid itu kesannya kaku, protokolernya ketat, dan jaraknya jauh banget sama rakyat. Tapi, suasana di Dusun Cariumulya kemarin beda banget, lho!

Bupati Karawang, Pak Aep Syaepuloh, baru saja bikin gebrakan di kegiatan Tarawih Keliling (Tarling). Beliau nggak datang sendirian buat sekadar formalitas, tapi beliau memboyong “pasukan penuh” pejabat daerahnya buat turun langsung menyapa warga di Masjid Jami Alhuda. Yuk, kita kepoin gimana serunya momen tersebut!

Ramadan Jadi Momen “Jemput Bola” Aspirasi

Bagi Pak Aep, bulan suci Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan dahaga, tapi juga soal mempererat silaturahmi. Tapi bukan silaturahmi biasa, lho. Beliau ingin momen ini jadi jembatan yang menghubungkan antara kebijakan di kantor dinas dengan kenyataan di lapangan.

Waktu kegiatan Tarling di Kecamatan Telagasari kemarin (Selasa, 3 Maret 2026), Pak Aep secara khusus meminta seluruh jajaran pejabat daerahnya hadir. Nggak tanggung-tanggung, mulai dari Kepala Dinas (Kadis) sampai Kepala Bidang (Kabid) wajib “nongkrong” di sana.

Kenapa sih harus dibawa semua? Pak Aep bilang ke teman-teman media kalau ini adalah kesempatan emas. Di momen Tarling inilah para pejabat punya waktu luang buat menyerap aspirasi alias dengerin curhatan masyarakat secara langsung tanpa sekat meja kantor yang tinggi.

🔖 Baca juga:
Daftar Beasiswa Khusus Perempuan di Sektor STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics)

“Momen ini kita punya kesempatan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung,” kata Pak Aep dengan gaya yang kebapakan.

Baca juga:Penegakan Hukum: Tindakan Tegas Polri Terhadap Penimbun BBM dana Minyak Goreng

Masjid Jadi “Mal Pelayanan Publik” Dadakan

Yang lebih keren lagi, halaman Masjid Jami Alhuda nggak cuma jadi tempat parkir sandal jamaah, tapi disulap jadi pusat pelayanan publik yang bermanfaat banget buat warga. Pak Aep ingin bukti nyata kalau pemerintah daerah itu benar-benar ada di tengah masyarakat, bukan cuma lewat foto di baliho saja.

Apa saja sih yang disediakan?

  1. Cek Kesehatan Gratis: Warga yang habis salat bisa langsung periksa kesehatan tanpa perlu bayar sepeser pun. Penting banget kan, apalagi di bulan puasa biar kondisi fisik tetap prima.
  2. Lapak UMKM Lokal: Pemerintah juga kasih ruang buat para pelaku usaha kecil di sekitar Telagasari buat menjajakan produknya. Jadi, sambil ibadah, warga juga bisa bantu ekonomi tetangga.
  3. Pojok Keluhan: Waktu itu juga warga dipersilakan menyampaikan keluhan atau kendala yang mereka alami di lingkungan masing-masing secara langsung ke pejabat terkait.

Pejabat Diabsen! Jangan Sampai Cuma Formalitas

Nah, ini bagian yang paling menarik. Pak Aep ternyata serius banget soal kehadiran anak buahnya. Beliau nggak mau para pejabat cuma datang, duduk, diam, lalu pulang. Pak Aep sampai melakukan “absen” lho buat mastiin para Kadis dan Kabid-nya ada di lokasi.

Beliau menekankan kalau kehadiran mereka itu penting banget supaya kinerja pemerintah makin optimal. Logikanya simpel: gimana mau bikin kebijakan yang bagus kalau pejabatnya nggak tahu apa yang dikeluhkan dan dibutuhkan rakyatnya di level dasar?

“Ini kegiatan yang menyentuh langsung,” tegas Pak Aep. Beliau ingin seluruh jajaran pemda paham betul kebutuhan dasar masyarakat Karawang. Jadi, kalau nanti ada rapat di kantor, para pejabat ini sudah punya “data” asli dari mulut warga, bukan cuma dari laporan di atas kertas.

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Terbaik di Lampung Menerima Visitasi Akreditasti ACQUIN sebagai Langkah Menuju World Class University

Kesimpulan: Pemimpin yang Mendengar, Rakyat yang Senang

Gaya kepemimpinan yang santai tapi berisi seperti ini memang dibutuhkan banget ya, Sobat. Dengan cara turun ke lapangan lewat kegiatan keagamaan, suasana jadi lebih hangat dan nggak kaku. Warga pun nggak merasa sungkan buat cerita soal masalah jalan, irigasi, atau pelayanan publik lainnya.

Pak Aep Syaepuloh sudah kasih contoh kalau jabatan itu adalah tanggung jawab buat melayani, bukan buat dilayani. Semoga semangat Tarling di Telagasari ini menular ke kecamatan-kecamatan lain di Karawang, ya!

Penulis: okta

Post Comment