10 Contoh Soal Jangka Sorong untuk SMP & SMA + Cara Menghitungnya

Pendahuluan

Jangka sorong adalah salah satu alat ukur yang sangat penting dalam pelajaran fisika di tingkat SMP dan SMA. Alat ini digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, diameter luar dan dalam, serta kedalaman benda dengan akurasi yang lebih tinggi dibanding penggaris biasa. Oleh karena itu, menguasai cara membaca jangka sorong dan menyelesaikan soal-soal terkait menjadi kunci agar siswa dapat mengerjakan ujian dengan benar dan cepat.

Artikel ini akan membahas 10 contoh soal jangka sorong untuk SMP & SMA, lengkap dengan cara menghitungnya agar mudah dipahami. Semua soal disertai pembahasan langkah demi langkah, sehingga cocok untuk latihan mandiri maupun persiapan ujian.


Pengertian Jangka Sorong

Jangka sorong adalah alat ukur panjang yang memiliki ketelitian tinggi, biasanya 0,1 mm (0,01 cm). Alat ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu skala utama dan skala nonius (vernier). Skala utama biasanya menunjukkan satuan sentimeter, sedangkan skala nonius digunakan untuk membaca pecahan dari skala utama agar hasil pengukuran lebih tepat.

Fungsi jangka sorong antara lain:

  • Mengukur panjang benda
  • Mengukur ketebalan benda
  • Mengukur diameter luar dan dalam benda
  • Mengukur kedalaman lubang atau silinder

Bagian-Bagian Jangka Sorong

Sebelum memulai contoh soal, penting memahami bagian-bagian jangka sorong:

🔖 Baca juga:
Kumpulan Contoh Soal Pulley untuk Fisika SMA dan SMP
  1. Rahang luar โ†’ untuk mengukur diameter luar atau ketebalan benda
  2. Rahang dalam โ†’ untuk mengukur diameter bagian dalam benda
  3. Batang pengukur kedalaman โ†’ untuk mengukur kedalaman lubang
  4. Skala utama โ†’ menunjukkan satuan sentimeter
  5. Skala nonius โ†’ menunjukkan pecahan dari skala utama

Pemahaman bagian ini akan memudahkan kita dalam menentukan jenis pengukuran yang digunakan.

Baca Juga : Contoh Soal UN IPA SD Lengkap dengan Pembahasan


Cara Membaca Jangka Sorong

Langkah-langkah membaca jangka sorong:

  1. Lihat nilai skala utama tepat sebelum nol pada skala nonius
  2. Cari garis skala nonius yang berimpit dengan garis skala utama
  3. Kalikan nomor garis skala nonius tersebut dengan ketelitian jangka sorong
  4. Jumlahkan hasil skala utama dan skala nonius untuk mendapatkan hasil akhir

Contohnya, jika skala utama 2,3 cm dan skala nonius ke-4 berimpit, dengan ketelitian 0,01 cm, maka:
Hasil pengukuran = 2,3 + (4 ร— 0,01) = 2,34 cm


Contoh Soal 1: Mengukur Panjang Benda

Sebuah batang diukur menggunakan jangka sorong. Skala utama menunjukkan 5,2 cm, sedangkan garis skala nonius ke-6 berimpit. Ketelitian alat 0,01 cm. Tentukan panjang batang tersebut.

Pembahasan:
Skala utama = 5,2 cm
Skala nonius = 6 ร— 0,01 = 0,06 cm
Panjang batang = 5,2 + 0,06 = 5,26 cm

Jawaban: 5,26 cm


Contoh Soal 2: Mengukur Ketebalan Koin

Sebuah koin diukur ketebalannya menggunakan jangka sorong. Skala utama menunjukkan 0,5 cm, skala nonius ke-3 berimpit. Ketelitian 0,01 cm.

Pembahasan:
Skala utama = 0,5 cm
Skala nonius = 3 ร— 0,01 = 0,03 cm
Ketebalan koin = 0,5 + 0,03 = 0,53 cm

Jawaban: 0,53 cm


Contoh Soal 3: Mengukur Diameter Luar Pipa

Diameter luar sebuah pipa diukur. Skala utama menunjukkan 3,2 cm dan skala nonius ke-8 berimpit. Ketelitian alat 0,01 cm.

Pembahasan:
Skala utama = 3,2 cm
Skala nonius = 8 ร— 0,01 = 0,08 cm
Diameter luar pipa = 3,2 + 0,08 = 3,28 cm

Jawaban: 3,28 cm


Contoh Soal 4: Mengukur Diameter Dalam Cincin

Diameter dalam sebuah cincin diukur jangka sorong. Skala utama 1,7 cm, skala nonius ke-5 berimpit. Ketelitian 0,01 cm.

Pembahasan:
Skala utama = 1,7 cm
Skala nonius = 5 ร— 0,01 = 0,05 cm
Diameter dalam cincin = 1,7 + 0,05 = 1,75 cm

Jawaban: 1,75 cm


Contoh Soal 5: Mengukur Kedalaman Lubang

Sebuah lubang diukur menggunakan batang pengukur jangka sorong. Skala utama 4,0 cm, skala nonius ke-2 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 4,0 cm
Skala nonius = 2 ร— 0,01 = 0,02 cm
Kedalaman lubang = 4,0 + 0,02 = 4,02 cm

Jawaban: 4,02 cm

Baca Juga : Mahasiswa FEB Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara III Lomba Business Plan Festival Earth Dream 2025


Contoh Soal 6: Mengukur Panjang Silinder

Sebuah silinder diukur, skala utama 6,4 cm dan skala nonius ke-9 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 6,4 cm
Skala nonius = 9 ร— 0,01 = 0,09 cm
Panjang silinder = 6,4 + 0,09 = 6,49 cm

Jawaban: 6,49 cm


Contoh Soal 7: Diameter Kelereng

Diameter kelereng diukur jangka sorong. Skala utama 2,1 cm, skala nonius ke-7 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 2,1 cm
Skala nonius = 7 ร— 0,01 = 0,07 cm
Diameter kelereng = 2,1 + 0,07 = 2,17 cm

Jawaban: 2,17 cm


Contoh Soal 8: Mengukur Panjang Benda Besar

Sebuah benda panjang diukur. Skala utama 7,3 cm, skala nonius ke-1 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 7,3 cm
Skala nonius = 1 ร— 0,01 = 0,01 cm
Panjang benda = 7,3 + 0,01 = 7,31 cm

Jawaban: 7,31 cm


Contoh Soal 9: Diameter Tabung

Diameter tabung diukur jangka sorong. Skala utama 9,8 cm, skala nonius ke-6 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 9,8 cm
Skala nonius = 6 ร— 0,01 = 0,06 cm
Diameter tabung = 9,8 + 0,06 = 9,86 cm

Jawaban: 9,86 cm


Contoh Soal 10: Mengukur Ketebalan Plat

Sebuah plat besi diukur ketebalannya. Skala utama 0,9 cm, skala nonius ke-5 berimpit.

Pembahasan:
Skala utama = 0,9 cm
Skala nonius = 5 ร— 0,01 = 0,05 cm
Ketebalan plat = 0,9 + 0,05 = 0,95 cm

Jawaban: 0,95 cm


Tips Menghitung Jangka Sorong dengan Mudah

Agar lebih cepat dan akurat:

  1. Pastikan ketelitian jangka sorong diketahui
  2. Selalu baca skala utama sebelum membaca skala nonius
  3. Pilih garis nonius yang benar-benar berimpit, jangan menebak
  4. Latihan secara rutin agar terbiasa dengan berbagai jenis pengukuran

Kesimpulan

Jangka sorong adalah alat ukur presisi yang penting untuk dipahami oleh siswa SMP dan SMA. Dengan latihan soal secara rutin, membaca skala utama dan nonius menjadi lebih mudah. Sepuluh contoh soal jangka sorong di atas dilengkapi dengan cara menghitungnya langkah demi langkah, sehingga siswa bisa lebih percaya diri saat menghadapi ujian fisika atau praktik laboratorium.

Mempelajari jangka sorong bukan hanya soal menghafal angka, tetapi juga memahami konsep pengukuran secara tepat dan akurat. Dengan pemahaman ini, pengukuran benda apapun akan lebih presisi dan minim kesalahan.

Penulis : Reyfen

Post Comment