Sholat merupakan tiang agama sekaligus rukun Islam kedua yang menjadi barometer utama amal ibadah seorang Muslim. Di akhirat kelak, sholat adalah amalan pertama yang akan dihisab. Oleh karena itu, memastikan bahwa gerakan dan bacaan sholat kita sudah sesuai dengan sunnah bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, “Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.” (HR. Bukhari). Hadits ini menjadi landasan utama bahwa dalam beribadah, kita tidak boleh hanya sekadar ikut-ikutan, melainkan harus bersandar pada dalil yang shahih. Artikel ini akan mengupas tuntas tata cara sholat mulai dari niat hingga salam, lengkap dengan syarat dan rukunnya.
Syarat Sah dan Rukun Sholat: Fondasi Sebelum Memulai
Sebelum masuk ke dalam teknis gerakan, sangat penting bagi setiap Muslim untuk membedakan antara syarat sah dan rukun sholat.
Syarat Sah Sholat adalah hal-hal yang harus dipenuhi sebelum sholat dimulai:
- Beragama Islam.
- Sudah Baligh dan Berakal.
- Suci dari hadats kecil dan besar (berwudhu atau tayamum).
- Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis.
- Menutup aurat (bagi laki-laki dari pusar hingga lutut, bagi perempuan seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan).
- Telah masuk waktu sholat.
- Menghadap kiblat.
Rukun Sholat adalah bagian inti dari sholat yang jika ditinggalkan secara sengaja maupun tidak, maka sholatnya batal:
- Niat.
- Berdiri bagi yang mampu.
- Takbiratul Ihram.
- Membaca Surah Al-Fatihah pada setiap rakaat.
- Ruku’ dengan thuma’ninah.
- I’tidal dengan thuma’ninah.
- Sujud dua kali dengan thuma’ninah.
- Duduk di antara dua sujud dengan thuma’ninah.
- Duduk Tasyahud Akhir.
- Membaca doa Tasyahud Akhir.
- Membaca sholawat Nabi pada Tasyahud Akhir.
- Salam pertama.
- Tertib (berurutan).
Panduan Langkah demi Langkah Sholat Sesuai Sunnah
Mari kita bedah setiap gerakan dan bacaan secara mendetail agar Anda dapat mempraktikkannya dengan khusyuk.
1. Niat dan Menghadap Kiblat
Niat adalah menyengaja di dalam hati untuk melakukan ibadah karena Allah semata. Meskipun ada perbedaan pendapat mengenai melafadzkan niat (ushalli), yang disepakati oleh seluruh ulama adalah niat wajib ada di dalam hati tepat saat akan memulai ibadah. Berdirilah tegak menghadap kiblat dengan pandangan mengarah ke tempat sujud.
2. Takbiratul Ihram
Angkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau daun telinga, dengan jari-jari direnggangkan sedikit dan telapak tangan menghadap kiblat. Ucapkan kalimat:
Allahu Akbar (Allah Maha Besar)
Setelah takbir, letakkan tangan kanan di atas punggung tangan kiri, pergelangan, atau lengan kiri. Letakkan kedua tangan di atas dada. Ini adalah posisi bersedekap yang paling kuat sesuai sunnah.
3. Membaca Doa Istiftah (Pembuka)
Membaca doa istiftah hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan) pada rakaat pertama. Salah satu bacaan yang populer adalah: Allaahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib… (dan seterusnya). Atau bisa juga menggunakan doa Wajjahtu wajhiya…
4. Membaca Al-Fatihah dan Surat Pendek
Membaca Al-Fatihah adalah rukun. Sholat tidak sah tanpa Al-Fatihah. Bacalah dengan tartil dan berhenti di setiap akhir ayat. Setelah Al-Fatihah, ucapkan “Aamiin”. Selanjutnya, bacalah surat atau ayat dari Al-Qur’an pada dua rakaat pertama.
5. Ruku’ dengan Thuma’ninah
Angkat tangan seperti saat takbiratul ihram sambil mengucap “Allahu Akbar”, lalu bungkukkan badan. Pastikan punggung rata (sejajar), tangan memegang lutut dengan jari merenggang, dan pandangan ke tempat sujud. Bacaan ruku’ (sebanyak 3 kali):
Subhaana rabbiyal ‘azhiimi wa bihamdih (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya)
Thuma’ninah artinya diam sejenak sampai posisi tubuh tenang sebelum lanjut ke gerakan berikutnya.
6. I’tidal (Bangun dari Ruku’)
Bangkitlah dari ruku’ sambil mengangkat tangan dan berucap:
Sami’allaahu liman hamidah (Allah mendengar orang yang memuji-Nya)
Saat sudah berdiri tegak, bacalah:
Rabbanaa lakal hamdu mil’us-samaawaati wa mil’ul-ardhi wa mil’u maa syi’ta min syai’in ba’du
7. Sujud dengan Sempurna
Turunlah untuk sujud tanpa mengangkat tangan, dahulukan lutut atau tangan sesuai kenyamanan (keduanya memiliki dalil). Pastikan tujuh anggota badan menempel di lantai: dahi dan hidung, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung jari-jari kedua kaki yang ditekuk menghadap kiblat. Bacaan sujud (sebanyak 3 kali):
Subhaana rabbiyal a’laa wa bihamdih (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya)
8. Duduk di Antara Dua Sujud
Bangun dari sujud dengan bertakbir dan duduklah secara Iftirasy (menduduki kaki kiri dan menegakkan kaki kanan). Bacalah doa:
Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, wa ‘aafinii, wa’fu ‘annii
Setelah itu, lakukan sujud kedua dengan bacaan dan gerakan yang sama dengan sujud pertama.
9. Tasyahud Awal dan Akhir
Pada rakaat kedua (untuk sholat lebih dari 2 rakaat), lakukan duduk tasyahud awal secara Iftirasy. Namun, pada rakaat terakhir, lakukan duduk Tawarruk (kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan, dan pinggul langsung menyentuh lantai).
Jari telunjuk tangan kanan berisyarat (menunjuk) ke arah kiblat sejak awal duduk atau saat membaca kalimat syahadat. Bacaan tasyahud: At-tahiyyaatu lillaahi wash-shalawaatu wath-thayyibaat… (sampai selesai hingga sholawat Ibrahimiyah).
10. Salam
Tolehkan wajah ke kanan hingga pipi kanan terlihat dari belakang sambil mengucap:
Assalaamu’alaikum warahmatullaah
Kemudian tolehkan wajah ke kiri dengan ucapan yang sama. Salam pertama adalah rukun, sedangkan salam kedua adalah sunnah.
Pentingnya Thuma’ninah dan Kekhusyukan
Banyak orang melakukan sholat dengan terburu-buru seperti ayam mematuk makanan. Padahal, thuma’ninah adalah kunci sahnya sholat. Setiap perpindahan gerakan harus dilakukan dengan tenang. Selain itu, khusyuk bukan berarti tidak memikirkan apapun, melainkan menghadirkan hati dan memahami makna dari setiap bacaan yang diucapkan.
Kesalahan Umum dalam Sholat yang Sering Terjadi
Untuk menyempurnakan ibadah kita, hindarilah beberapa kesalahan berikut:
- Mendahului Imam: Dalam sholat berjamaah, makmum wajib mengikuti imam, bukan mendahului atau membarengi gerakannya.
- Sikut Menempel di Lantai: Saat sujud, angkatlah sikut Anda, jangan ditempelkan ke lantai seperti anjing yang mendekam.
- Kaki Tidak Menempel: Seringkali saat sujud, ujung kaki terangkat dari lantai. Pastikan jari kaki tetap menekan lantai menghadap kiblat.
- Pandangan Menoleh ke Atas: Pandangan harus tetap ke tempat sujud, dilarang melihat ke atas atau menoleh ke samping tanpa udzur.
Tips Meningkatkan Kualitas Sholat
- Pahami Makna Bacaan: Meluangkan waktu untuk menghafal arti bacaan sholat akan sangat membantu meningkatkan kekhusyukan.
- Gunakan Pakaian Terbaik: Sholat adalah menghadap Sang Pencipta. Gunakan pakaian yang bersih, rapi, dan harum (bagi laki-laki).
- Sholat di Awal Waktu: Menunda sholat seringkali membuat pikiran terdistraksi oleh urusan dunia sehingga sholat dilakukan secara tergesa-gesa.
Kesimpulan
Mempelajari tata cara sholat yang benar sesuai sunnah adalah perjalanan seumur hidup bagi seorang Muslim. Dengan memperbaiki sholat, kita sebenarnya sedang memperbaiki kualitas hidup kita. Sholat yang benar akan mencegah perbuatan keji dan munkar serta memberikan ketenangan batin yang luar biasa.
penulis: ridho



Post Comment