Rumah sakit merupakan salah satu tempat kerja dengan kompleksitas bahaya yang sangat tinggi. Berbeda dengan industri manufaktur atau pertambangan, risiko di rumah sakit melibatkan kombinasi antara bahaya biologi (virus, bakteri), kimia (obat kemoterapi, gas anestesi), fisik (radiasi, jarum suntik), ergonomi (mengangkat pasien), hingga psikososial (stres kerja dan kelelahan shift). Oleh karena itu, penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) menjadi pilar utama dalam melindungi tenaga medis dan non-medis.
Memahami Penyakit Akibat Kerja (PAK) di lingkungan rumah sakit memerlukan ketelitian diagnosis dan strategi pencegahan yang sistematis. Artikel ini menyajikan bank soal pilihan ganda yang komprehensif untuk membantu tenaga kesehatan, praktisi K3RS, serta mahasiswa memahami prosedur diagnosis dan pencegahan PAK di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pentingnya K3 di Rumah Sakit
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2016 tentang K3RS, setiap rumah sakit wajib menyelenggarakan standar K3RS untuk menekan angka kecelakaan kerja dan PAK. Petugas kesehatan yang terpapar bahaya setiap hari berisiko mengalami penyakit kronis seperti Hepatitis, Tuberkulosis (TBC), hingga gangguan muskuloskeletal (LBP).
Kumpulan Soal K3RS: Fokus Penyakit Akibat Kerja
Soal 1: Dasar Regulasi Standar keselamatan dan kesehatan kerja di rumah sakit secara spesifik diatur dalam… A. Permenkes No. 66 Tahun 2016 B. Permenkes No. 4 Tahun 2018 C. UU No. 1 Tahun 1970 D. PP No. 50 Tahun 2012 Kunci Jawaban: A
Soal 2: Identifikasi Bahaya Biologi Seorang perawat di ruang isolasi berisiko tinggi tertular kuman Mycobacterium tuberculosis dari pasien. Penyakit ini termasuk dalam kategori PAK faktor… A. Fisika B. Kimia C. Biologi D. Ergonomi Kunci Jawaban: C
Soal 3: Pencegahan Tertusuk Jarum Tindakan recapping (menutup kembali) jarum suntik bekas dengan dua tangan dilarang dalam K3RS karena berisiko menyebabkan Needlestick Injury. Prosedur pembuangan jarum yang benar adalah… A. Dibuang ke kantong plastik kuning B. Dimasukkan ke dalam Safety Box tanpa ditutup kembali C. Dicuci terlebih dahulu dengan alkohol D. Dibakar di tempat sampah medis Kunci Jawaban: B
Soal 4: Bahaya Kimia (Sitostatika) Petugas farmasi yang bertugas mencampur obat kemoterapi berisiko terpapar uap sitostatika yang bersifat karsinogetik. Alat Pelindung Diri (APD) dan peralatan wajib yang digunakan adalah… A. Masker kain dan sarung tangan rumah tangga B. Biological Safety Cabinet (BSC) dan sarung tangan kemoterapi C. Kacamata hitam dan celemek plastik D. Penutup kepala saja Kunci Jawaban: B
Soal 5: Ergonomi Rumah Sakit Perawat yang sering mengangkat atau memindahkan pasien tanpa alat bantu mekanis sering mengeluh nyeri punggung bawah. Kondisi ini secara medis dikenal sebagai… A. Carpal Tunnel Syndrome B. Low Back Pain (LBP) C. Skoliosis Akut D. Varises Kunci Jawaban: B
Soal 6: Diagnosis Okupasi (Langkah 1) Langkah awal yang harus dilakukan oleh dokter perusahaan/RS untuk mendiagnosis apakah seorang perawat terkena PAK adalah… A. Menentukan hubungan sebab-akibat B. Menentukan pajanan di tempat kerja C. Menentukan diagnosis klinis melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik D. Melakukan rontgen seluruh tubuh Kunci Jawaban: C
Soal 7: Bahaya Fisika (Radiasi) Petugas di unit Radiologi wajib menggunakan film badge atau TLD (Thermoluminescent Dosimeter). Fungsi utama alat tersebut adalah… A. Melindungi tubuh dari sinar X B. Memperjelas hasil rontgen C. Memonitor besarnya dosis radiasi yang diterima petugas D. Menghilangkan efek radiasi pada kulit Kunci Jawaban: C
Soal 8: Faktor Psikososial Beban kerja tinggi, double shift, dan paparan terus-menerus terhadap kematian pasien dapat menyebabkan kondisi kelelahan mental yang disebut… A. Insomnia B. Burnout Syndrome C. Hipertensi D. Gastritis Kunci Jawaban: B
Soal 9: Strategi Pencegahan (Substitusi) Mengganti alat suntik konvensional dengan Safety Needle yang memiliki pelindung otomatis merupakan contoh pengendalian risiko dalam kategori… A. Eliminasi B. Substitusi C. Rekayasa Teknik D. Administratif Kunci Jawaban: B
Soal 10: Penyakit Infeksi (Hepatitis) Salah satu bentuk pencegahan spesifik (specific protection) bagi tenaga kesehatan agar terhindar dari Hepatitis B akibat kecelakaan kerja adalah… A. Pemberian asupan gizi yang baik B. Pemberian imunisasi/vaksinasi Hepatitis B C. Penggunaan masker N95 D. Olahraga rutin setiap minggu Kunci Jawaban: B
Strategi Diagnosis 7 Langkah PAK di Rumah Sakit
Dalam mengidentifikasi PAK di rumah sakit, tim K3RS menggunakan pendekatan 7 langkah diagnosis okupasi:
- Diagnosis Klinis: Menentukan penyakit pasien (misal: Asma Kerja).
- Pajanan di RS: Mengidentifikasi zat di RS (misal: uap desinfektan atau gas anestesi).
- Hubungan Pajanan dengan Penyakit: Mencari literatur apakah zat tersebut memang menyebabkan penyakit tersebut.
- Besarnya Pajanan: Menghitung lama kerja dan intensitas paparan.
- Faktor Individu: Riwayat alergi atau genetik petugas.
- Faktor di Luar RS: Apakah di rumah petugas juga terpapar zat serupa?
- Menetapkan PAK: Menyimpulkan apakah penyakit tersebut akibat pekerjaan di RS.
Strategi Pencegahan PAK di Rumah Sakit
Pencegahan harus dilakukan secara berlapis menggunakan hierarki pengendalian risiko:
- Engineering Control: Penggunaan Hepa Filter di ruang isolasi dan Safety Box untuk limbah tajam.
- Administrative Control: Pengaturan shift kerja untuk mencegah kelelahan dan pelatihan penggunaan APD.
- APD: Penggunaan masker N95, gaun pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata (goggles) sesuai level risiko ruangan.
Kesimpulan
Bank soal K3RS di atas menunjukkan bahwa rumah sakit bukan hanya tempat penyembuhan, tetapi juga area kerja dengan risiko kesehatan yang nyata bagi petugasnya. Kunci sukses dalam menekan angka PAK di RS adalah kombinasi antara kepatuhan petugas terhadap SOP (Standar Operasional Prosedur), ketersediaan fasilitas perlindungan yang memadai, dan sistem pengawasan kesehatan berkala.
Penulis: marfel



Post Comment