Latihan Contoh Soal Menyunting Kalimat Ejaan PUEBI Beserta Jawaban

Kemampuan menyunting kalimat sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI)—yang kini telah dimutakhirkan menjadi EYD Edisi V—merupakan keterampilan krusial. Baik Anda seorang pelajar yang sedang mempersiapkan ujian, mahasiswa yang menyusun skripsi, maupun profesional yang bergelut di dunia kepenulisan, memahami tata bahasa adalah kunci profesionalisme.

Menyunting bukan sekadar mencari kesalahan ketik (tipografi), melainkan memastikan efektivitas kalimat, ketepatan tanda baca, dan penggunaan huruf kapital yang benar. Artikel ini dirancang sebagai panduan lengkap sekaligus sarana latihan interaktif untuk mengasah ketajaman Anda dalam mendeteksi kesalahan berbahasa.

Baca juga: 15 Contoh Soal AKM Pengganti UN untuk SD, SMP, dan SMA

Mengapa Menyunting Kalimat Itu Penting?

Dalam komunikasi tertulis, pesan yang disampaikan haruslah bebas dari ambiguitas. Kesalahan penempatan koma saja dapat mengubah makna seluruh kalimat. Misalnya, perbedaan antara “Makan, kucing mati” dengan “Makan kucing mati” sangatlah fatal.

Dengan menguasai aturan PUEBI/EYD, Anda akan mendapatkan beberapa keuntungan:

🔖 Baca juga:
Berikut adalah panduan lengkap dan simulasi latihan soal untuk menghadapi psikotes di LP3T (Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Psikologi Terapan), yang sering digunakan oleh berbagai instansi pemerintah, BUMN, maupun perusahaan swasta besar di Indonesia.
  1. Meningkatkan Kredibilitas: Tulisan yang rapi menunjukkan ketelitian penulisnya.
  2. Efektivitas Pesan: Pembaca dapat menangkap maksud Anda dengan sekali baca.
  3. Standar Akademik dan Profesional: Memenuhi kriteria penulisan formal di instansi pemerintah maupun swasta.

Aspek Utama dalam Menyunting Kalimat

Sebelum masuk ke contoh soal, mari kita bedah beberapa poin yang paling sering menjadi jebakan dalam penyuntingan:

1. Penggunaan Huruf Kapital

Banyak yang masih bingung membedakan penggunaan huruf kapital untuk jabatan. Huruf kapital digunakan jika diikuti nama orang atau nama instansi. Contoh: Gubernur Lampung (Benar), Ia menjadi gubernur (Benar).

2. Penulisan Kata Depan dan Imbuhan

Kata “di” sering kali tertukar. Sebagai kata depan (menunjukkan tempat), “di” harus dipisah (di kantor, di sana). Sebagai imbuhan (kata kerja pasif), “di” harus disambung (dimakan, ditulis).

3. Tanda Baca Koma (,)

Koma digunakan sebelum kata hubung pertentangan seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan. Koma juga digunakan setelah kata transisi di awal kalimat seperti Oleh karena itu, Namun, dan Selain itu.

4. Kata Baku

Menyunting juga melibatkan pemilihan diksi yang tepat sesuai KBBI. Contoh: Analisa (Salah) menjadi Analisis (Baku), Ijin (Salah) menjadi Izin (Baku).

Latihan Soal Menyunting Kalimat (Level Dasar)

Mari kita mulai dengan latihan sederhana. Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini dan cobalah temukan kesalahannya sebelum melihat kunci jawaban.

Soal 1 “Ibu membeli buah jeruk, apel dan mangga di pasar induk.” Manakah perbaikan yang paling tepat menurut PUEBI?

Soal 2 “Aktivitas para atlit nasional itu dijadwalkan setiap hari jum’at.” Tentukan tiga kesalahan dalam kalimat tersebut.

Soal 3 “Silahkan masuk kedalam ruangan laboratorium sekarang juga!” Perbaiki penulisan kata yang salah pada kalimat di atas.

Jawaban dan Pembahasan Level Dasar

Jawaban 1: “Ibu membeli buah jeruk, apel, dan mangga di pasar induk.” Pembahasan: Dalam rincian yang terdiri lebih dari dua unsur, sebelum kata “dan” wajib diletakkan tanda koma (koma serial).

Jawaban 2: “Aktivitas para atlet nasional itu dijadwalkan setiap hari Jumat.” Pembahasan: Kata baku adalah atlet (bukan atlit). Nama hari harus diawali huruf kapital (Jumat). Tanda petik tunggal pada kata Jumat harus dihilangkan karena tidak sesuai kaidah.

Jawaban 3: “Silakan masuk ke dalam ruangan laboratorium sekarang juga!” Pembahasan: Kata baku adalah silakan (tanpa ‘h’). Kata depan ke dalam harus dipisah karena menunjukkan arah/tempat.

Latihan Soal Menyunting Kalimat (Level Menengah)

Pada level ini, kita akan fokus pada struktur kalimat efektif dan penggunaan tanda baca yang lebih kompleks.

Soal 4 “Bagi mahasiswa yang ingin mengambil beasiswa di harapkan segera mendaftarkan diri ke bagian kemahasiswaan.” Apakah kalimat tersebut efektif? Jika tidak, bagaimana perbaikannya?

Soal 5 “Walaupun hari ini hujan lebat, tetapi para petani tetap pergi ke sawah.” Suntinglah kalimat tersebut agar menjadi kalimat efektif.

Soal 6 “Ulang tahun ke-25 PT. Maju Jaya dirayakan secara sederhana namun meriah.” Temukan kesalahan penulisan singkatan dan kata hubung.

Jawaban dan Pembahasan Level Menengah

Jawaban 4: “Mahasiswa yang ingin mengambil beasiswa diharapkan segera mendaftarkan diri ke bagian kemahasiswaan.” Pembahasan: Penggunaan kata “Bagi” di awal kalimat membuat subjek menjadi tidak jelas (subjek tidak boleh diawali preposisi). Selain itu, “di harapkan” seharusnya disambung menjadi “diharapkan” karena berfungsi sebagai kata kerja pasif.

Jawaban 5: “Walaupun hari ini hujan lebat, para petani tetap pergi ke sawah.” atau “Hari ini hujan lebat, tetapi para petani tetap pergi ke sawah.” Pembahasan: Penggunaan konjungsi bertingkat “Walaupun” tidak boleh disandingkan dengan konjungsi koordinatif “tetapi” dalam satu kalimat (redundansi konjungsi).

Jawaban 6: “Ulang tahun ke-25 PT Maju Jaya dirayakan secara sederhana, tetapi meriah.” Pembahasan: Singkatan PT tidak diikuti tanda titik. Kata “namun” adalah konjungsi antarkalimat (digunakan di awal kalimat baru), sedangkan untuk mempertentangkan dua sifat dalam satu kalimat, gunakan “tetapi” yang didahului koma.

Latihan Soal Menyunting Kalimat (Level Mahir)

Level ini menguji ketelitian Anda pada penulisan gelar, angka, dan istilah serapan.

Soal 7 “Prof. Dr. Ahmad Wijaya M.Pd. terpilih sebagai rektor Universitas Indonesia periode 2024-2029.” Perbaiki penulisan gelar dan tanda bacanya.

Soal 8 “Ia membeli 5 ekor ayam, 12 buah kursi, dan dua puluh lima kilo beras.” Bagaimana aturan penulisan bilangan dalam kalimat ini?

Soal 9 “Hasil analisa daripada penelitian tersebut membuktikan, bahwa kwalitas produk kita dibawah standar internasional.” Lakukan penyuntingan total pada kalimat di atas.

Jawaban dan Pembahasan Level Mahir

Jawaban 7: “Prof. Dr. Ahmad Wijaya, M.Pd. terpilih sebagai Rektor Universitas Indonesia periode 2024–2029.” Pembahasan: Harus ada tanda koma antara nama dan gelar akademik. Jabatan “Rektor” diikuti nama instansi spesifik maka menggunakan huruf kapital. Rentang tahun menggunakan tanda pisah (–) yang sedikit lebih panjang dari tanda hubung (-), tanpa spasi.

Jawaban 8: “Ia membeli lima ekor ayam, dua belas buah kursi, dan dua puluh lima kilo beras.” Pembahasan: Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf. Namun, jika dalam satu baris terdapat rincian bilangan yang besar, maka demi konsistensi boleh ditulis dengan angka semua. Dalam kasus soal ini, karena rinciannya sederhana, lebih baik menggunakan huruf.

Jawaban 9: “Hasil analisis penelitian tersebut membuktikan bahwa kualitas produk kita di bawah standar internasional.” Pembahasan: Kata baku adalah analisis (bukan analisa) dan kualitas (bukan kwalitas). Kata “daripada” tidak perlu digunakan untuk menyatakan milik (pleonasme). Kata “bahwa” tidak perlu didahului koma. Kata depan “di bawah” harus dipisah.

Tips Cepat Menyunting Kalimat untuk Ujian atau Pekerjaan

Agar proses penyuntingan Anda lebih cepat dan akurat, gunakan daftar periksa (checklist) berikut:

Periksa Konjungsi (Kata Hubung)

Pastikan tidak ada dua konjungsi yang maknanya sama dalam satu kalimat (seperti: adalah merupakan, agar supaya, karena… maka…).

Cek Penulisan Kata Serapan

Bahasa Indonesia banyak menyerap istilah asing. Pastikan Anda tahu perubahannya.

  • System menjadi Sistem
  • Effective menjadi Efektif
  • Risky menjadi Risiko (bukan Resiko)

Perhatikan Preposisi “Di” dan “Ke”

Ini adalah kesalahan paling umum. Selalu tanyakan: “Apakah ini menunjukkan tempat?” Jika ya, maka pisahkan. Jika ini adalah kata kerja yang bisa diubah menjadi aktif (dengan awalan me-), maka sambungkan.

Penggunaan Tanda Titik Dua (:)

Tanda titik dua digunakan di akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerian atau perincian. Namun, jika perincian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan, tanda titik dua tidak digunakan.

  • Salah: Kita memerlukan: kursi, meja, dan lemari.
  • Benar: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
  • Benar: Kita memerlukan perlengkapan kantor: kursi, meja, dan lemari.

Pentingnya Mengikuti Perkembangan EYD V

Perlu diingat bahwa PUEBI kini telah diperbarui menjadi EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) Edisi V. Beberapa perubahan kecil namun penting terjadi, seperti penambahan monoftong “eu” (seperti pada kata seuleudah) dan aturan penulisan bentuk terikat pada kata yang merujuk pada Tuhan (contoh: Yang Maha Esa dipisah, tetapi Yang Mahakuasa disambung, kecuali jika diikuti kata berimbuhan).

Dunia bahasa bersifat dinamis. Apa yang dianggap baku sepuluh tahun lalu mungkin sudah mengalami penyesuaian hari ini. Oleh karena itu, selalu merujuk pada aplikasi KBBI Daring dan laman resmi Ejaan Kemdikbud adalah langkah terbaik bagi seorang penyunting.

Baca juga: Universitas Teknokrat Indonesia Peringkat Pertama Kampus Swasta Terbaik di Lampung Versi Webometrics 2026

Kesimpulan

Menyunting kalimat bukan sekadar tugas teknis, melainkan bentuk penghormatan terhadap pembaca dan bahasa nasional kita. Melalui latihan soal di atas, kita belajar bahwa ketelitian dalam tanda baca, pemilihan kata baku, dan struktur kalimat sangat menentukan kualitas sebuah tulisan.

Teruslah berlatih dengan membaca buku-buku berkualitas dan mencoba mengoreksi tulisan sendiri sebelum dipublikasikan. Semakin sering Anda berlatih, semakin tajam “insting” bahasa Anda dalam melihat kesalahan yang kasat mata.

Penulis: Aripin

Post Comment