Waru adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang terletak di utara dan berbatasan dengan Kota Surabaya. Kecamatan Waru terletak di selatan Bundaran Waru yang merupakan pintu masuk Surabaya dari arah barat dan selatan.[1] Waru dikenal sebagai lokasi Terminal Purabaya (Bungurasih) yang merupakan terminal bus terbesar di Jawa Timur. Terminal tersebut melayani berbagai trayek bus antar kota dan antar provinsi.[2] Selain di Bungurasih, banyak bus juga berhenti di kawasan "terminal bayangan" Medaeng.[3] Infrastruktur penting lainnya di kecamatan ini adalah Stasiun Waru.[4]
Kecamatan ini dilintasi jalur utama dari Surabaya menuju ibu kota Sidoarjo di selatan. Untuk mengurangi kemacetan, di jalur tersebut juga dilengkapi Jalan Layang Waru.[5] Jalur utama lainnya di Waru yaitu Jalan Raya Wadungasri dan Jalan Raya Tropodo di sebelah timur. Di tepi jalur tersebut, terdapat Pasar Wadungasri (Gedongan) yang merupakan pasar terbesar di Kecamatan Waru.[6] Kecamatan ini juga dilintasi Jalan Tol Waru–Juanda yang menghubungkan Surabaya dengan Bandara Juanda.[7]
Sebagai kota satelit Surabaya, Waru memiliki banyak area industri dan pemukiman. Terdapat kawasan industri seperti di Tambak Sawah dan Berbek serta pabrik besar seperti pabrik rokok Gudang Garam. Selain itu, juga terdapat sentra industri tradisional seperti Kampung Logam Ngingas dan Kampung Sandal Wedoro.[8][9] Sedangkan dari sektor perumahan, terdapat hunian terkenal di Waru seperti Deltasari, Wisma Tropodo, Rewwin, dan Pondok Tjandra. Saat ini, Waru adalah salah satu daerah terpadat di Sidoarjo dengan jumlah penduduk mencapai 195 ribu pada tahun 2024.[10]
Geografi
Peta administrasi Sidoarjo
Waru adalah kecamatan yang menjadi pintu masuk Kabupaten Sidoarjo dari arah utara dan berbatasan dengan Kota Surabaya. Waru memiliki geografi dataran rendah dengan lahan yang didominasi kawasan urban padat penduduk sebagai bagian dari aglomerasi Surabaya. Wilayah Waru memanjang dari barat di perbatasan Taman hingga ke timur di Desa Tambak Oso.
Wilayah paling timur dari Kecamatan Waru adalah kawasan tambak di dekat Selat Madura. Banyak desa di Waru yang memakai nama tambak seperti Tambakrejo, Tambaksawah, Tambaksumur, dan Tambak Oso. Salah satu sungai utama yang melintasi kecamatan ini adalah Sungai Buntung yang melintas dari barat ke timur dengan muaranya menjadi ujung timur dari Waru.
Batas wilayah Kecamatan Waru adalah sebagai berikut:[10]
Transportasi di Kecamatan Waru ditunjang oleh berbagai moda darat yang terintegrasi, menjadikannya sebagai salah satu simpul mobilitas penting di kawasan metropolitan Surabaya. Terminal Purabaya atau sering disebut Terminal Bungurasih berperan sebagai terminal bus utama di Jawa Timur yang melayani perjalanan antarkota dan antarprovinsi.[2] Di luar terminal tersebut juga terdapat kawasan Medaeng yang disebut sebagai "terminal bayangan" karena merupakan titik non-resmi untuk melayani naik-turun penumpang tanpa perlu masuk terminal.[3]
Terminal Purabaya juga melayani moda transportasi lainnya seperti MPU dan berbagai bus kota yang melayani trayek di kawasan aglomerasi Surabaya seperti Suroboyo Bus dan Trans Jatim. Untuk Trans Jatim sendiri juga terdapat halte di Bungurasih dan Medaeng.[13] Selain bus, Waru juga memiliki fasilitas transportasi umum lain yaitu Stasiun Waru. Stasiun tersebut melayani trayek antar provinsi seperti Probowangi dan Jayabaya, maupun kereta api lokal atau Commuter Line.[4]
Tempat terkenal
MPU di bawah Flyover WaruKawasan simpang Pabrik Paku