Ia lahir di Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada 22 Juni 1934 dari pasangan Abdoel Moetallip Djojonegoro dan Wartinah. Pasangan ini menikah di Purworejo, Jawa Tengah, pada 30 Juni 1928. Pernikahan ini berlangsung setelah Ayahnya diangkat sebagai guru Hollandsch-Inlandsche School atau sekolah dasar di Purworejo pada 26 Agustus 1928. Ayahnya lulusan Hogere Kweekschool, sekolah calon guru setera SMA di Probolinggo.[3]
Pendidikan
Ia bergabung dengan tim olahraga hoki saat duduk di bangku SMA usia 16 tahun. Setelah lulus SMA 1 di Surabaya pada tahun 1953, ia melanjutkan studi di Jurusan Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung).[3]
Ia menerima beasiswa dari Bank Industri Negara (sekarang menjadi Bank Mandiri) yang memberikan beasiswa ke luar negeri di jurusan perkalapan dan penerbangan. Pada September 1955 ia kuliah di Technische Universiteit Delft. Pada 1958 ia pindah ke Jerman dan sempat bernaung dengan Habibie selama 1 tahun.[3]
Ia mengaku namanya terinspirasi dari Wardiman Wirjosapoetro.[6] Ia pertama menikah dengan Sri Utami dari 1965 hingga Sri wafat pada tahun 1987. Kemudian ia menikah lagi dengan Atie Wargiati pada tahun 1993 sejak 6 tahun menduda, hingga Atiek wafat pada tahun 2008.[1][4] Sejak tahun 2000, Wardiman mengaku sudah tidak lagi memakan nasi dan memilih makan sayur, tahu, dan tempe.[7]