Karier
Wahyu Widada memulai karier di Kepolisian Negara Republik Indonesia pada satuan Kepolisian Udara (Poludara).[10] Pada awal masa dinasnya, ia bertugas sebagai perwira pertama dan penerbang di lingkungan Direktorat Samapta Polri.[1]
Kariernya berkembang melalui berbagai jabatan operasional dan pembinaan sumber daya manusia.[2] Setelah menjabat sebagai Kapolsek Metro Pademangan dan Wakapolres Bekasi, ia dipercaya memimpin Polres Pekalongan, kemudian Polres Metro Tangerang dan Polres Metro Tangerang Kota.[3][4]
Pada 2013, Wahyu diangkat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Banten. Selanjutnya ia bertugas sebagai analis kebijakan di Badan Reserse Kriminal Polri sebelum menduduki sejumlah jabatan di bidang perencanaan dan sumber daya manusia Polri, di antaranya Kepala Bagian Perencanaan Rojianstra SSDM Polri dan Kepala Biro Perencanaan SSDM Polri.[1]
Pada 2018, ia dipercaya menjadi Wakil Kepala Kepolisian Daerah Riau. Setahun kemudian ia diangkat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Gorontalo dan pada 2020 dimutasi menjadi Kepala Kepolisian Daerah Aceh.
Pada pertengahan 2021, Wahyu diangkat sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia. Dalam kapasitas tersebut, ia diketahui menjadi Ketua Tim Penyusun Naskah Visi dan Misi Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ketika pencalonan sebagai Kapolri.[11]
Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/498/II/KEP./2023 tanggal 26 Februari 2023, Wahyu diangkat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri sekaligus memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi.[12]
Saat menjabat sebagai Kabaintelkam, ia memimpin sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri terhadap Inspektur Jenderal Teddy Minahasa Putra setelah yang bersangkutan dijatuhi hukuman pidana dalam perkara narkotika.[13]
Pada 24 Juni 2023, Wahyu dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, menggantikan Komisaris Jenderal Agus Andrianto yang diangkat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.[14]
Selama menjabat sebagai Kabareskrim, ia memimpin pelaksanaan sejumlah penyidikan perkara yang menjadi perhatian publik serta terlibat dalam penanganan berbagai tindak pidana strategis di tingkat nasional.[15] Sebelumnya, Wahyu juga merupakan anggota Tim Khusus Polri dalam pengungkapan perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.[16]
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 tanggal 5 Agustus 2025, Wahyu dimutasi menjadi Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri menggantikan Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo.[17] Ia resmi dilantik oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada 19 Agustus 2025.[18][19]
Pada Juli 2026, nama Wahyu Widada masuk kedalam Bursa Calon Kapolri untuk menggantikan Listyo Sigit Prabowo.[20]