Unjuk rasa Juli 2026 di Indonesia
Unjuk rasa Juli 2026 di Indonesia atau populer juga dengan nama Demonstrasi Mosi Tidak Percaya terhadap Prabowo Gibran adalah serangkaian unjuk rasa yang dimulai sejak tanggal 17 Juli 2026 dan setelahnya, untuk menyuarakan hilangnya kepercayaan terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka[1]. Demonstrasi ini adalah lanjutan dari seri demonstrasi yang terjadi pada bulan sebelumnya, yang aspirasinya cenderung diabaikan oleh pemerintah.
Berbeda dengan unjuk rasa di bulan Juni yang awalnya dimotori oleh BEM Universitas Indonesia, aksi bulan Juli dimulai oleh Aliansi Mahasiswa UNJ dan Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat (MPR). Demonstrasi kemudian meluas ke Padang, Madura, Semarang, Surabaya, Batam, Maluku, Menado, Pati, Langkat, Jambi, Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Pekanbaru, Blitar, Yogyakarta, Papua, hingga Mamuju, dengan membawa isu lokal di masing-masing daerah.
Jika unjuk rasa Juni 2026 memunculkan wacana Reformasi Jilid 2, maka unjuk rasa di Bulan Juli memunculkan kekhawatiran dan perdebatan mengenai di kalangan pengamat politik dan politisi mengenai kemungkinan kolapsnya pemerintahan seperti yang terjadi di Nepal.[2]
Latar belakang
Sebelumnya rangkaian demonstrasi yang terjadi sejak Juni, pemerintah hampir tidak mendengarkan atau mengabulkan apapun tuntutan dari pengunjuk rasa, antara lain:
- Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
- Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
- Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
- Menghentikan militerisme di ranah sipil.
- Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.
Tingginya harga BBM
Hanya poin penurunan harga BBM yang sebagian dilakukan, seperti untuk Pertamax Turbo dari Rp20.750 per liter menjadi Rp19.300 per liter dan Dexlite dari Rp23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter[3]. Sementara Pertamax (RON 92) tetap dijual Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 masih dibanderol Rp17.000 per liter.[4] Untuk Pertalite dan Biosolar harga tetap karena memang tidak mengalami penyesuaian.
Turunnya nilai Rupiah
Tuntutan lainnya seperti memperbaiki nilai rupiah juga diabaikan, terlihat dengan kurs yang tercatat bergerak di kisaran Rp 18.000,- hingga Rp 18.100,- per dollar[5], lebih buruk dibanding bulan Juni yang berada di kisaran Rp 17.800,- hingga 17.900,- per dollar pada saat unjuk rasa bulan Juni dimulai.[6]
Makan Bergizi Gratis
Keengganan pemerintah mendengarkan aspirasi pengunjuk rasa juga terlihat dari pernyataan penolakan menghentikan MBG oleh Prabowo Subianto[7]. Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, bahkan mempertegas program MBG sebagai misi kenabian dari Prabowo yang tidak boleh dilawan[8] dan Kepala Bakom mengklaim MBG dan Sekolah Rakyat adalah bukti prestasi yang berhasil, sehingga Prabowo harus dipuji sebagai seorang Juru Penyelamat.[9]
...Bapak Presiden telah mengubah nasib anak Indonesia dari gelap menjadi terang. Pak Presiden ini adalah Sang Juru Penyelamat, bagi yang tidak mampu. Tapi bagi serakahnomic, musuh! Ha...! [9]
- ~Muhammad Qodari, Kepala Bakom RI
Sekalipun selalu MBG diklaim baik-baik saja dan terus dilanjutkan, Nanik S Deyang, Kepala BGN yang menggantikan Dadan Hindayana yang tertangkap tangan melakukan tindak korupsi, kemudian memutuskan mengundurkan diri secara mendadak melalui pernyataan di Facebook.[10] Ia mengaku tertekan dan merasa diteror oleh berbagai pihak dan kini harus mengobati penyakit jantungnya.[11] Posisinya kemudian diisi oleh Sudaryono.
Ketidakpuasan atas program Makan Bergizi Gratis kemudian diwujudkan dengan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Atas gugatan ini, Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap UU APBN soal anggaran MBG dan pendidikan. Secara umum, MBG dinyatakan tetap konstitusional, namun tidak lagi diperbolehkan memotong anggaran pendidikan. MK mensyaratkan pemisahan anggaran MBG dari anggaran pendidikan harus sudah dilakukan selambat-lambatnya dalam dua tahun. [12]
Sikap anti kritik
Sikap meremehkan dan anti kritik Prabowo juga terlihat dari ucapan mengusir mereka yang tidak puas dengan kondisi Indonesia saat ini.
Yang ragu-ragu silakan duduk di rumah aja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain. Silakan, tidak ada yang melarang![13]
- ~Prabowo
Atas reaksinya ini, pengamat politik Ray Rangkuti menyatakan bahwa yang dilakukan Prabowo mendekati cara pandang seorang otoritarian dan berpotensi bertentangan dengan konstitusi.[14]
Mahalnya harga pangan
Prabowo juga mengabaikan keluhan mahalnya harga pangan dengan meminta mereka yang mengeluh menanam padi sendiri saja.
"Yang mengatakan beras mahal, suruh ikut tanam beras! Kalau petani beras enggak dapat penghasilan tinggi, suruh mereka tanam sendiri. Suruh tanam sendiri. Wenak aja!"[15]
- ~Prabowo
Atas respon ini, Pegiat perlindungan konsumen dan Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menyatakan bahwa hal tersebut ridak elok dan tidak etis dikatakan oleh seorang pemimpin. Menurutnya, publik sebagai konsumen beras memiliki hak penuh untuk mempertanyakan dan menuntut harga yang wajar. Ia juga meragukan apakah kenaikan harga yang terjadi benar-benar dinikmati petani ataukah hanya permainan dari segelintir tengkulak dan pedagang besar.[16]
Liputan negatif dari luar negeri
Terus maraknya kasus keracunan, kenaikan harga setelah MBG kembali berjalan, dan kasus korupsi yang membelitnya, sementara pemerintah terus membanggakan MBG sebagai program utama untuk memberantas kemiskinan dan stunting yang membuat Indonesia menjadi bangsa besar dan dihormati dunia, membuat media internasional terus memberi sorotan buruk, seperti yang dilakukan oleh TV regional OBS TV, dari Korea Selatan[17][18]
Situs fulcrum.sg yang dikelola oleha ISEAS – Yusof Ishak Institute juga menyoroti MBG secara negatif, dengan menyoroti cacat dalam desain dan implementasinya. Media ini juga menyoroti kasus korupsi yang membelit Kepala BGN dan wakil-wakilnya. Akibat kasus ini, anggaran BGN dipotong dari awalnya Rp 335 Triliun menjadi Rp 268 Triliun. Kasus ini ikut membuka kenyataan bahwa banyak SPPG yang dibuka di tempat yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Tercatat ada 28.700 dapur SPPG dibangun, pada saat sebenarnya hanya 21.000 yang ditargetkan berdiri. Targetnya sendiri berubah, dari awalnya anak sekolah, kini menjadi ibu hamil, menyusui, dan balita, yang diutamakan berada di daerah 3T. Kebijakan yang berubah-ubah membuat program ini jadi sangat meragukan. Program ini juga dinilai lebih sebagai upaya balas budi Prabwo kepada pendukung politiknya, sebagai persiapan Pemilu 2029.[19]
Situs Universitas Melbourne mengkritik keras kebiasaan Prabowo melakukan kunjungan luar negeri secara berlebihan dan bersikap seolah mengelola negara adalah sebuah urusan pribadi. Ia dianggap mencampur adukkan kepentingan personalnya dengan urusan negara, justru karena mengaku bahwa banyak kunjungan kenegaraan malah dibiayai dari kantongnya sendiri.[20]
Situs Financial Times menyoroti sikap Prabowo yang tidak konsisten terhadap konglomerat terkaya di Indonesia. Ia dikenal sering menyerang mereka dengan umpatan "maling" dan "koruptor", sekaligus bisa berbalik arah, meminta mereka ikut berkontribusi memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia.[21]
Bloomberg menyoroti Prabowo yang menggunakan pendekatan yang keliru dalam mendekati investor dan pengusaha besar. Ia bisa menyerang pengusaha pada suatu waktu, untuk kemudian meminta pertolongan dari mereka untuk mengatasi masalah lapangan kerja di lain waktu. Ia juga dikritik karena meminta pengusaha besar membantu menukarkan dollarnya menjadi rupiah untuk mengatasi tekanan kurs, tapi kemudian mendadak mengumumkan kebijakan ekspor satu pintu, yang membuat bisnis mereka terganggu. Perlakuan Prabowo yang buruk dan penuh curiga kepada konglomerat Indonesia dianggap bertentangan dengan semangat saling bantu antara mereka dan pemerintah, yang telah terbangun sejak era Orde Baru. Pemerintahannya juga dikritik karena dengan mudah menyita aset atau mencekal pengusaha, lalu kemudian tak melakukan tuntutan hukum apapun. Sikap yang sulit ditebak inilah yang membuat pengusaha-pengusaha besar kehilangan kepercayaan dan akhirnya memutuskan membawa aset dan investasinya keluar dari Indonesia.[22]
Media deutsche welle menyoroti kebijakan populis Prabowo yang bertabrakan dengan melejitnya harga minyak, yang membaut pengeluaran negara jadi tidak terkendali. Ia dikritik atas pengelolaan anggaran yang dianggap boros dan defisit raksasa dan bergantung kepada hutang. Hampir seperempat dari penghasilan lewat pajak digunakan untuk mencicil bunga hutang saja, sementara pendapatan dari pajak Indonesia tertinggal dari Thailand, Vietnam, dan Filipina sekalipun. Hal ini membuat ambisi Prabowo untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, jadi sulit dipenuhi dan dipercaya. Deutsche welle juga menyoroti keputusan Moody’s and Fitch yang menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif akibat pengeluaran yang boros dan asal-asalan. MSCI sempat memberi peringatan akan menurunkan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market, walaupun akhirnya menunda keputusannya. S&P Global Ratings juga memberi peringatan serupa, dengan sorotan atas masalah transparansi, walaupun akhirnya memutuskan mempertahankan ranking Indonesia. Semua hal ini membuat deutche welle mengingatkan kemiripan kondisi Indonesia saat ini dengan pada masa krisis 98, walaupun masih kecil kemungkinan untuk terulang. [23]
Media middle east monitor menyoroti sikap inkonsisten Prabowo, yang seolah menunjukkan kepedulian kepada Palestina dan mendukung solusi dua negara, tapi di belakang melakukan hal yang bertolak belakang. Ia dikritik karena Danantara, pada kenyataannya, sibuk melakukan pendekatan kepada Blackrock, yang investasinya masuk dalam perusaha-perusahaan pembuat senjata yang tersangkut kasus genosida di Gaza. Indonesia juga menyerahkan konsesi panas bumi di Halmahera kepada anak perusahaan Ormat Technologies, sebuah perusahaan yang murni berafiliasi dengan Israel. Ia juga dinilai terlalu menurut kepada agenda Amerika Serikat saat ikut menandatangani keanggotaan Board of Peace, yang dinilai malah makin mengukung Rakyat Palestima atas nama rekonstruksi ulang Gaza.[24]
Media Asia News Network juga menyorot Prabowo secara negatif akibat menerima kunjungan Yingluck Shinawatra, yang dianggap masih belum menjalani hukumannya atas kasus kelalaian terkait program subsidi beras di Thailand, di kediaman pribadinya di Jalan Kartanegara di Jakarta Selatan pada tanggal 9 Juli 2026.[25]
The Economist menulis sorotan atas skandal korupsi Jampidsus, dengan memberi peringatan adanya konflik antara tentara dengan polisi karena kasus ini. Media ini juga memperingatkan banyaknya intervensi politik yang terjadi.[26]
Sementara Reuters menyoroti survei Prabowo yang anjlok hingga tersisa di angka 51,1 persen. Media ini juga menyoroti program MBG yang dianggap terlalu ambisius, tetapi dibelit banyak masalah dan sudah dua kali dilakukan pemotongan anggaran. Sekalipun sudah dipotong, diperkirakan program ini tetap membebani APBN sehingga melebarkan defisit hingga ke angka 2,85 persen dari GDP[27]
Kasus Jampidsus
Sekalipun tidak berhubungan langsung dengan tuntutan pengunjuk rasa pada Bulan Juni, pada tanggal 11 Juli 2026, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah ditetapkan sebagai tersangka dalam tiga kasus korupsi sekaligus, yaitu korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel[28]. Statusnya sempat turun menjadi saksi saat kasus tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan, untuk kemudian ditetapkan lagi menjadi tersangka, tapi hanya dalam dua kasus, yaitu kasus ASABRI dan TPPU[29]. Janggalnya penanganan kasus ini ikut merusak kepercayaan terhadap penanganan hukum di Indonesia. Mahfud MD, ahli hukum yang juga mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, menyatakan bahwa penanganan kasus ini secara hukum salah.[30]
Sebelumnya, berbagai terdakwa diputus bersalah atas tindak pidana korupsi dengan tuntutan dan vonis yang dinilai tak masuk akal, seperti Nadiem Makarim[31] dan Ibrahim Arief[32] dalam kasus Chromebook, serta Yoki Firnandi, Gading Ramadhan Joedo, Maya Kusmaya, dan Dimas Werhaspati dalam kasus Pertamina,[33], Tom Lembong dalam kasus impor gula[34]. Ditetapkannya Jampidsus sebagai tersangka dengan barang bukti uang tunai puluhan miliar dan puluhan kilogram emas[35][36], menimbulkan keraguan atas keseriusan penanganan kasus korupsi di Indonesia dan apakah hanya sebuah modus untuk memeras para tersangka.[37][38][39]
Perlakuan atas Febri Ardiansyah juga dinilai terlalu mengistimewakan[40], karena status tersangkanya terus berubah-ubah, berdasarkan sprindik yang dikeluarkan oleh Kejagung setelah kasusnya diserahkan oleh polisi.[41][42] Keanehan lain terjadi karena ia baru ditahan oleh Kejaksaan Agung pada 25 Juli 2025, setelah sebelumnya mendatangkan banyak kritik karena tidak juga ditahan, sementara tersangka lainnya, Don Ritto, sudah terlebih dahulu ditahan pada tanggal 17 Juli.[43] Bahkan saat ditahan, Febri Ardiansyah tidak menggunakan rompi pink seperti halnya Don Ritto dan banyak tersangka kasus korupsi lainnya. Atas kejadian ini, Jamwas Rudi Margono menyampaikan permohonan maaf karena prosesnya yang buru-buru.[44] Febri Ardiansyah sendiri memberi pernyataan bahwa ia merasa dikriminalisasi.[45]
Selanjutnya, kasus Febri Ardiansyah menjadi salah satu fokus tuntutan dalam unjuk rasa Bulan Juli 2026.
Anjloknya hasil survei
Selain itu, turunnya dukungan terhadap Prabowo terlihat dari beberapa survei di Bulan Juni hingga Juli. Poltracking merilis survei pada 4 Juni 2026, yang memperlihatkan angka kepuasan turun menjadi 72,2 persen[46], setelah sebelumnya mencapai 81,5 persen pada tanggal 21 Oktober 2025.[47] Indopol pada tanggal 9 Juni 2026, merilis hasil survei berupa tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto ada di angka 59,75 persen.[48] Sementara Puspoll merilis survei kepuasan Prabowo yang turun menjadi 64,8 persen pada 27 Juni 2026, turun dari hasil survei Agustus 2025 yang mencapai 67,7 persen.[49].
Kemudian pada tanggal 26 Juli 2026, SMRC menyatakan terjadi penurunan signifikan kepuasan terhadap Prabowo sebesar 30 persen, dari awalnya 81,2 persen pada November 2025, menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.[50] SMRC menyatakan bahwa buruknya persepsi atas kondisi ekonomi dan penegakan hukum, menjadi penyebab utama anjloknya kepuasan terhadap kepemimpinan Prabowo.[51]
Pada tanggal 31 Juli 2026, IDM menerbitkan survei dengan hasil yang bertolak belakang, yaitu tingkat kepuasan 81,6 persen atas kinerja Prabowo. [52]
Pelabelan "londo ireng"
- Untuk informasi lebih lanjut mengenai insiden ini, silakan buka artikel Unjuk rasa londo ireng
Walaupun terjadi kemudian, setelah demonstrasi Juli dimulai, pidato presiden ini menjadi penyebab rangkaian unjuk rasa oleh wartawan di berbagai daerah, mulai dari Solo[53],Makassar, Bondowoso[54], Blitar[55], hingga Malang[56]. Kondisi memburuk karena Prabowo enggan meminta maaf. Pihak istana dan pemerintah justru balik menyalahkan dengan menyatakan bahwa hal tersebut terjadi karena ucapan Prabowo disalahpahami[57].
Linimasa
17 Juli
Beberapa hari sebelumnya, muncul pemberitahuan akan diadakan unjuk rasa besar oleh mahasiswa pada tanggal 17 Juli 2026. Pada hari-H, tercatat 750 orang elemen mahasiswa dan rakyat turun dalam unjuk rasa yang diadakan di sejumlah titik di Jakarta.[58] Massa aksi Mahasiswa UNJ dan Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat (MPR), yang berdemo di Patung Kuda menyampaikan tiga tuntutan, yaitu:
- Mengembalikan kedaulatan masyarakat sipil
- Membongkar total sistem negara
- Menyelamatkan pendidikan Indonesia.
19 Juli
Mahasiswa yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), mahasiswa Universitas Mercu Buana, Universitas Esa Unggul dan mahasiswa Universitas Trisakti. berdemonstrasi di depan Gadung DPR RI untuk memprotes program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka juga meminta penstabilan harga BBM guna menjaga daya beli masyarakat dan mencegah semakin beratnya beban ekonomi rakyat.[59]
20 Juli
Aksi serupa muncul kembali tanggal 20 Juli 2026, yang digelar di tiga titik di Jakarta. Aksi pertama dari Jaringan Aktivis Muda Indonesia dan beberapa elemen massa di Kantor OJK RI, Jalan Lapangan Banteng Timur, dan aksi kedua dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Seluruh Indonesia dan beberapa elemen di wilayah Gambir.[60] Aksi lain juga dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (BEM PTMA) Zona III DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat untuk menyuarakan "Indonesia Darurat Korupsi" di depan Gedung Kejaksaan Agung.[61]
Unjuk rasa ratusan orang, dengan isu berbeda, juga terjadi di depan kantor pengacara Hotman Paris, di Kelapa Gading.[62] Sebelumnya ia dikecam akibat melontarkan hinaan yang menyinggung wartawan pada saat diwawancara sebagai pengacara dari mantan Jampidsus, Febrie Adriyansah.[63]
21 Juli
Pada tanggal 21 Juli 2026, Forum Komunikasi Warga KWINI 8 Bersatu di Kantor BPN Jakarta Pusat, Jalan Selaparang, Kemayoran, kembali melakukan aksi. Aksi kedua juga dari Forum Komunikasi Warga KWINI 8 Bersatu dan beberapa elemen di wilayah Gambir.[64] Di Surabaya, aksi dilakukan oleh BEM Nusantara Jawa Timur untuk menunutut penegak hukum mengadili mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.[65]
22 Juli
Pada tanggal 22 Juli 2026, unjuk rasa dilakukan di depan Gedung Kejaksaan Agung oleh Jaringan Intelektual Hukum Nasional, dengan aksi pembakaran ban[66], berkemah di depan Gedung Kejagung[67], dan mahasiswa UIJ mendatangkan truk tinja.[68][69][70] Demonstrasi dengan isu lokal juga terjadi di Semarang, yang dilakukan oleh para petani yang tergabung dalam liansi Jateng Guyub. Mereka menuntut dihentikannya kriminalisasi terhadap para pejuang lingkungan[71] dan menolak tambang yang dianggap merusak lingkungan dan pertanian.[72] Sementara di Surabaya, pekerja sektor transportasi berdemo menolak kebijakan transit bus Trans Jatim di Medaeng.[73] Di Padang, terjadi demonstrasi atas penjemputan paksa FR, seorang peserta demonstrasi sebelumnya tanpa alasan jelas.[74]
23 Juli
Pada tanggal 23 Juli 2026, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus turun berunjuk rasa di Gambir. Sementara massa dari pengojek online turun di Gedung DPR RI.[75] Sementara itu demonstrasi oleh Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, diwarnai pelemparan telur busuk.[76] Mahasiswa Papua juga turun berdemonstrasi di DPRP Papua Tengah di Nabire, dengan tuntutan pengusutan kasus pelanggaran HAM di Intan Jaya. [77]
24 Juli
Pada tanggal 24 Juli 2026, demonstrasi semakin menjalar ke empat titik di Jakarta. Aliansi Mahasiswa Peduli Hukum dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir, Pengurus Komite Mahasiswa dan Pemuda Reformasi (KMP Reformasi) di depan Kantor LBH DPN, aliansi Cipayung Plus Jakarta Selatan yang terdiri dari LMND, HMP MPO, GMNI, PMKRI, HMI DIPO, SEMMI, PMII, IMM, dan KAMMI di Gedung Kemendikdasmen, dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda DKI Jakarta di depan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI[78] Sementara itu, demonstrasi di depan gedung Kejagung diwarnai pelemparan tikus kecil oleh Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi.[79]
26 Juli
Pada tanggal 26 Juli, ratusan perwakilan petani juga kepala desa dari Jawa Tengah dan Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk memprotes aturan baru tentang pembatasan ketat kadar nikotin dan TAR pada produk tembakau.[80]
27 Juli
Pada tanggal 27 Juli 2026, demonstrasi kembali terjadi di kawasan Gambir, oleh Forum Komunikasi Warga Kwini 8 Bersatu dan Kantor BGN oleh BEM Universitas Ibnu Chaldun.[81] Di Malang, wartawan berdemonstrasi dengan aksi teatrikal, jalan mundur, untuk memprotes penghinaan "londo ireng" yang sebelumnya diucapkan Prabowo dalam pidatonya. Mereka menuntut Prabowo mencabut pernyataan tersebut.[82]
Sementara itu di Pati, demonstrasi dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), untuk memprotes kinerja Kejaksaan Negeri Pati dalam memberantas korupsi. Mereka juga menuding adanya praktik jual beli vonis oleh oknum jaksa. Aksi ini diwarnai pelemparan telur busuk.[83] [84] Di Bojonegara, Banten, warga setempat melakukan aksi menuntut percepatan pelebaran jalan. Mereka mengeluhkan banyaknya kendaraan tambang yang melintas di luar jam operasional sehingga mengakibatkan kemacetan parah dan seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas. [85] Di Madura, kAliansi Masyarakat Peduli Aset Strategis (AMPAS) melakukan demonstrasi menunutut reformasi tata kelola PT Garam agar lebih transparan, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta aset strategis negara.[86]
Di Langkat, ribuan korban korban banjir Sumatera 2025, kembali berdemo menuntut kejelasan bantuan yang hingga kini belum mereka dapat. Mereka meminta pemerintah tidak terus-menerus banyak omong dalam menjanjikan bantuan. [87] Di Jambi, mahasiswa melakukan demonstrasi di depan Kantor Bupati Muaro Jambi, untuk memprotes persoalan stokpile batubara, sengketa lahan perusahaan, hingga dugaan pencemaran lingkungan oleh aktivitas industri di Kabupaten Muaro Jambi. Demonstrasi ini ditemui oleh anggota DPR Ri Syarif Fasa. [88] Demonstrasi lain terjadi di depan Polda Jambi, dengan tuntutan agar polisi mengusut dugaan korupsi dana kompensasi kebun masyarakat dari PT RAAL senilai Rp 8,9 Miliar, mafia penjualan lahan desa, dan nepotisme di dalam kepengurusan KUD, di Dusun Mudo, Kecamatan Muara Papalik, Tanjung Jabung Barat. [89] Di Batam, belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Batam menggelar demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Batam, menuntut oenegakan hukum yang adil, transparan, dan tanpa diskriminasi. Mereka juga meminta Kejari Batam ikut mengawal penuntasan kasus Febri Adriansyah. Mereka juga mempertanyakan tindak lanjut atas pelaporan kasus Montigo.[90]Di Bukittinggi, mahasiwa berdemo untuk memprotes perlakuan represif terhadap rekannya selama demonstrasi sebelumnya. [91]
Di Pontianak, supir-supir berdemo mengeluhkan kelangkaan dan penyimpangan distribusi Solar di SPBU.[92] Di Manado, pedagang di pasar Bersehati yang tergabung dalam Forum Persatuan Persaudaraan Pasar Tradisional (FP3T) melakukan demonstrasi menuntut kebijakan yang lebih ramah terhadap pedagang. Aksi ini sempat berlangsung ricuh, dengan perusakan fasilitas dan pemukulan karyawan PD Pasar Menado.[93][94]Di Mamuju, mahasiswa berdemo di depan Kapolda Sulawesi Barat, menuntut Propam Polda Sulbar mengusut kasus etik dari Kapolres Pasangkayu. Aksi ini diwarnai pembakaran ban.[95]Demonstrasi juga terjadi di depan Kapolres Pasangkayu, dilakukan oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Pasangkayu, menyuarakan penanganan dugaan pelanggaran kode etik yang menjadi sorotan publik, termasuk dugaan yang diberitakan sebelumnya yang melibatkan Kapolres Pasangkayu, Kasat Reskrim Polres Polewali Mandar, dan dugaan penyimpanan pupuk bersubsidi di Polsek Topoyo.[96]
Di Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, mahasiswa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) berdemo mempertanyakan persoalan pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang dinilai belum tuntas, sekalipun Pemerintah Kabupaten SBT sebelumnya mengklaim persoalan ini sudah dituntaskan.Di Bukittinggi, mahasiwa berdemo untuk memprotes perlakuan represif terhadap rekannya selama demonstrasi sebelumnya.
28 Juli
Pada tanggal 28 Juli 2026, kalangan pekerja mulai turun dan ikut dalam demonstrasi melalui aksi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Jawa Barat di depan Gadung Kementerian Dalam Negeri. Aksi lainnya berlangsung di kawasan Gambir atau sekitar Jalan Medan Merdeka Barat oleh Forum Komunikasi Warga Kwini 8 Bersatu.[97] Di kawasan Istana Merdeka, terjadi kericuhan dan aksi saling dorong antara pendemo dengan polwan, sebagai akibat dari demonstrasi Aliansi Rakyat Menggugat yang menuntut Wakil Presiden Gibran Rakabuming menunjukkan ijazah.[98] Di Banjarmasin, sejumlah warga Banjarmasin melakukan aksi demontrasi di depan Kantor PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin, untuk memprotes gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah, yang dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha.[99]
Di Makassar, wartawan berdemo memprotes pelabelan "londo ireng" yang diucapkan oleh Prabowo dalam pidatonya, dan melakukan long march dari LBH Makassar hingga Flyover Panaikang. Pengunjuk rasa juga menyatakan kemuakan kepada Prabowo.[100] Di Pekanbaru, Lembaga Swadaya Masyarakat Abdi Lestari berdemo untuk mendesak kepolisian memperkuat penegakan hukum terhadap berbagai dugaan aktivitas ilegal seperti pertambangan galian C ilegal, illegal logging, peredaran crude palm oil (CPO) ilegal, penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM), hingga peredaran narkotika di Riau.[101]Di Jogja, demonstrasi oleh mahasiswa HMI berakhir rusuh dengan pembakaran ban bekas dan saling dorong dengan polisi. Demo ini memprotes darurat sampah permanen, gentrifikasi ruang, dan pemiskinan struktural.[102]
Di Palangka Raya, Aliansi Palangka Raya Gelap berdemo di Kantor PLN UP3 Palangka Raya untuk memprotes pemadaman listrik yang terus terjadi tanpa upaya ganti rugi.[103] Di Blitar, Jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Blitar Raya, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Blitar Raya, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Blitar Raya berdemo memprotes pelabelan "londo ireng" yang dilakukan oleh presiden. [104]
29 Juli
Tanggal 29 Juli 2026, demonstrasi terjadi lagi di tiga titik di Jakarta, yaitu di Gambir oleh kelompok Cipayung Plus Jakarta Selatan, di Kantor OJK RI oleh Forum Mahasiswa Hukum Progresif.[105][106], dan di depan Kejagung oleh Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah[107] dan BEM Persatuan Indonesia. Aksi BEM PI diwarnai pemakaian rompi pink untuk menyindir tidak seriusnya penanganan kasus Febri Adriansyah. Mereka menuntut rumah Febri Adriansyah digeledah ulang.[108]
Di Palangka Raya, Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap kembali menggelar aksi dengan menebar bangkai ayam di depan kantor UP3 PLN Palangka Raya. [109] Di Banjarmasin, aksi dengan tuntutan serupa juga dilakukan oleh Aliansi Masyarkat Kalimantan Bersatu di depan kantor UP3 PLN Banjarmasin, dengan meminta pemadaman listrik berulang ditangani dengan serius.[110]
Di Makassar, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Anti Korupsi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Makassar untuk memprotes transparansi pengelolaan dana hibah KONI Makassar senilai sekitar Rp15 miliar.[111]
Di Nabire, aksi yang disertai pemalangan kantor PUPR Papua Tengah dilakukan oleh Himpunan Pengusaha Orang Asli Papua. Mereka menuntut pelibatan dan pemberdayaan Orang Asli Papua, serta pembagian paket pekerjaan atau proyek dari Dinas PUPR.[112]
Unjuk rasa juga terjadi di Balaikota Bukittinggi, dilakukan oleh mahasiswa Universitas Fort de Kock, UIN Syech Jamil Jambek dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat untuk memprotes kekerasan terhadap mahasiswa oleh Satpol PP.[113]
30 Juli
Massa demonstrasi berpusat di Mahkamah Konstitusi, untuk mengawal Keputusan MK, yang dimotori oleh BEM Universitas Indonesia, namun terbuka untuk diikuti juga oleh masyarakat umum. Dalam sidang ini, diputuskan bahwa MBG tidak melanggar konstitusi, namun pendanaannya harus dipisahkan dengan anggaran pendidikan. MK mewajibkan pemisahan anggaran program MBG dari dana pendidikan harus dilakukan mulai dari UU APBN tahun anggaran 2027 atau selambat-lambatnya pada UU APBN tahun anggaran 2028.[114][115] Aksi juga terjadi di Patung Kuda dan di depan Kantor BGN oleh Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Indonesia dan Aliansi Mahasiswa Peduli Sosial.[116] Mahasiswa dari Papua juga ikut berdemonstrasi di Patung Kuda, yang diwarnai aksi bakar ban. [117]
Di Palembang, Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA) menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Sumatera Selatan untuk memprotes pencemaran oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang.[118] Di Medan, wawartawan berunjuk rasa memprotes pelabelan "londo ireng" oleh Prabowo[119].Aksi serupa juga terjadi di Semarang dengan menggunakan topeng karakter Giant dari komik Doraemon.[120] Begitu pula di Nganjuk, yang diwarnai aksi pelepasan dan pelemparan kartu pers serta tabur bunga di depan Gedung DPRD Nganjuk.[121]
Di Banjarmasin, demonstrasi terjadi dengan aksi pemberian batu bara oleh Massa Aliansi Masyarakat Kalimantan Selatan Bersatu di Kantor UP3 PLN Banjarmasin untuk memprotes pemadaman listrik yang terus-menerus terjadi. [122] DI Palangka Raya, General Manager PLN Iwan Soelistijono menolak menandatangani dokumen berisi tuntutan yang diserahkan oleh pengunjuk rasa, yang geram karena pemadaman listrik masih terjadi. Ia menyatakan beberapa poin tuntutan berada di luar wewenangnya. [123]
Di Makassar, mahasiswa berdemo di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan untuk menolak MBG dan menuntut dana pendidikan dikembalikan. [124] Di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Koalisi Pelindung Hak (KPH) Masyarakat Daraga, berdemo menuntut keadilan dalam perkara dugaan perambahan kawasan hutan di Dusun Daraga, Desa Passelloreng, Kecamatan Gilireng.[125] Di Tarakan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tarakan memprotes penghentian penyidikan (SP3) proyek Kanal Antarmoda Bandara Juwata, proyek Pantai Ratu Intan, dan dugaan korupsi pembangunan Asrama Haji.[126]
31 Juli
Demonstrasi di Jakarta terjadi di dua titik, yaitu di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat oleh Aqsa Working Group dan di depan Kantor PT Kredivo Finance Indonesia oleh Asosiasi Perhimpunan Mahasiswa Muslim Indonesia.[127] Sementara di Surabaya, demonstrasi terjadi di depan Polrestabes Surabaya oleh 10 ribu anggota Persaudaraan Setia Hati Terate yang memprotes perlakuan buruk oleh debt collector terhadap anggotanya.[128] Di Palembang, Dewan Pimpinan Jaringan Anti Korupsi Sumatera Selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumatera Selatan untuk mendesak pemerintah daerah mengambil langkah tegas terhadap 34 perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang diduga melakukan pelanggaran di bidang lingkungan hidup.[129]
Di Sampang, 14 organisasi wartawan dan pegiat media di Kabupaten Sampang menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Sampang untuk memprotes pelabelan Londo Ireng oleh Prabowo. Mereka menuntut Presiden meminta maaf atas ucapannya.
Di Batui, Banggai, Sulawesi Tengah, masyarakat berdemo memprotes tidak dilibatkannya masyarakat dalam operasional PT Buma Perindahindo dan PT Berca Buana Sakti di kawasan industri Batui. Peserta aksi yang sebelumnya sempat menutup akses jalan, kini berubah pola dengan menghentikan dan memeriksa kendaraan perusahaan serta menahan mobil dan karyawan perusahaan yang melintas di sekitar lokasi aksi.[130]
Respon
Setelah demonstrasi kembali marak, Prabowo menyatakan dalam rapat kabinet bahwa ia merasa diserang atas niatnya memberi makan rakyat. Ia juga mempersoalkan mengapa selama 34 tahun kebocoran anggaran terjadi, tidak ada yang mempermasalahkan.
Saya diserang karena ingin memberi makan bergizi untuk anak-anak Indonesia, untuk ibu-ibu hamil, untuk orang-orang lansia, dianggap pemborosan... Tapi, ribuan triliun yang menguap, yang pergi dari bumi Indonesia setiap tahun selama 34 tahun, tidak ada komentar. Tidak ada pakar yang protes. Tidak ada investigasi![131][132]
- ~Prabowo
Atas kritik terhadap MBG, dalam debat antara Kepala Bakom RI dengan Wakil Ketua BEM UI, Muhammad Qodari menyatakan statistik bahwa 56 persen siswa masuk ke kelas dalam keadaan lapar. Hal ini menyebabkan siswa tidak fokus saat belajar. Ia juga membantah bahwa pemerintah tidak memperhatikan biaya pendidikan dan hanya fokus ke MBG, dengan mengedepankan statistik bahwa 1 juta mahasiswa menikmati program KIP dengan anggaran total Rp 15 Triliun. Ia melarang mahasiswa bicara terlalu jauh, terkait 60 ribu mahasiswa yang batal melanjutkan ke Perguruan Tinggi karena tidak sanggup membayar UKT.[133]
Angkanya berapa kalau di UI? Kalau enggak punya angka, jangan bicara terlalu jauh![133]
- ~Muhammad Qodari
Usai debat ini, Deputi IV di Badan Komunikasi Republik Indonesia, Ulta Levenia Nababan, mencibir jaket almamater yang digunakan Wakil Ketua BEM UI, Fatimah Azzahra, saat berdebat dengan Kelapa Bakom sebagai daster kuning.[134][135] . Sekalipun sudah dikecam, ia malah tidak merasa bersalah dengan sindiran tersebut dengan memperlihatkan dirinya bernyanyi dengan daster berwarna kuning di akun instagramnya[136].
Pada tanggal 24 Juli 2026, Menteri Perdagangan Budi Santoso menolak keluhan bahwa kembali aktifnya MBG, setelah sempat dihentikan selama liburan sekolah, menyebabkan kenaikan harga. Menurutnya kondisi tersebut bukan sinyal buruk, melainkan bagian dari terciptanya keseimbangan baru antara produsen dan konsumen. Ia menilai hal tersebut justru menunjukkan bahwa pasar mulai berada pada titik yang sehat. Menurutnya, jika harga terlalu rendah, produsen berisiko merugi hingga mengurangi produksi, yang pada akhirnya justru bisa memicu kelangkaan dan lonjakan harga. Jadi, baginya kenaikan harga yang terjadi justru bagus.[137]
Prabowo sendiri bersikeras menolak menghentikan MBG, dengan menyatakan bahwa ia menggunakan uang hasil menambal kebocoran dan penghematan anggaran sebesar Rp 300 Triliun untuk membiayai MBG dan pembangunan jembatan.[138]
Prabowo kembali meradang terhadap kritik yang ditujukan kepada pemerintah dengan menyatakan adanya kelompok "londo ireng" yang menyamar menjadi wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, dan pegiat LSM dalam pidatonya pada Peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center, 23 Juli 2026. Ia juga membanggakan bahwa sampai Bulan Juli, Indonesia belum juga collapse, sekalipun sudah banyak yang meramalkan kehancuran ekonomi Indonesia.
Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Iya, yang ikut Belanda perang lawan kita, Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan... Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM harus kita tanya, yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah, kita tahu kan... Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia akan collapse, bulan April akan collapse. Eh, April lewat enggak collapse. Bulan Mei akan collapse, bulan Mei lewat enggak collapse. Bulan Juni akan collapse, bulan Juli akan collapse. Tiap bulan akan collapse![139]
- ~Prabowo Subianto
Pidatonya ini langsung mendapat kecaman. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendesak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menyebut wartawan sebagai bagian dari "londo ireng"[140]. Sementara Ketua YLBHI Muhammad Isnur penggunaan istilah tersebut bukan sekadar candaan, melainkan pelabelan terhadap kelompok kritis sebagai pihak yang tak setia kepada bangsa, bekerja untuk kepentingan asing, bahkan secara tersirat sebagai pengkhianat. Penggunaan istilah ini secara gegabah oleh seorang pemimpin tertinggi negara, bisa meningkatkan risiko represi terhadap kelompok tersebut.[141]
Mahdud MD menyatakan bahwa kemarahan kalangan jurnalis dapat dimengerti. Ia meminta semua pihak untuk melakukan introspeksi terkait pihak yang menjalin kerja sama dan bernegosiasi dengan pihak asing dan menyatakan bahwa justru pemerintahlah yang selama ini banyak berhubungan dengan pihak asing.[142]
Itu kan kaitannya londo ireng itu antek asing karena anteknya Belanda kan, kalau sekarang konteksnya antek asing, sementara kita ini yang kritik-kritik tidak pernah berhubungan dengan (antek) asing, yang berhubungan dengan asing kan pemerintah, ~Mahfud MD
Menanggapi kritik ini, pihak istana menolak tuntutan meminta maaf. Penasihat Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa ucapan presiden telah disalahartikan[143]. Hal serupa diungkap oleh Menteri HAM, Natalius Pigai, yang menyatakan bahwa justru presiden tidak memaksudkan pernyataan tersebut untuk menyerang wartawan dan mengatakan bahwa Prabowo mencintai wartawan.
Mana ada wartawan. Itu bukan wartawan...Londo Ireng itu maksudnya orang yang membantu orang asing untuk mengkhianati negaranya...Pak Prabowo bilang, 'I love you, wartawan'. Itu benar, tolong sampaikan. ~Natalius Pigai
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menyatakan bahwa pernyataan presiden telah disalahpahami. Menurutnya, Prabowo justru menunjukkan sikap terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Pesan yang disampaikan merupakan kiasan politik, bukan untuk menyudutkan profesi, media, maupun kelompok tertentu.
Yang disampaikan Presiden adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi seolah-olah Indonesia tidak memiliki harapan dan tidak sedang bergerak maju. Kritik tentu diperlukan, tetapi berbeda dengan upaya membangun pesimisme secara sistematis. ~Fifi Aleyda Yahya
Sementara Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari menolak merespon kemarahan wartawan dan menuntut wartawan fokus kepada substansi, ketimbang membahas pelabelan "londo ireng". Menurutnya lebih penting membahas keseluruhan pidato presiden.
Konsisten sekali pidato Presiden itu, selalu berbicara meningkatkan kesejahteraan petani, taraf hidup petani, taraf hidup nelayan, ketahanan pangan, swasembada beras, ketahanan energi, pencapaian B50...Kemudian juga bagaimana Blok Masela yang sudah 28 tahun akhirnya dimulai. Kemudian bagaimana beliau mengungkap adanya praktik under-invoicing, transfer pricing yang merugikan negara setiap tahun Rp 500 triliun sampai Rp 600 triliun, itu semua mau dihentikan. Jadi insyaallah kita kalau fokus kepada substansi, itulah poin-poin yang sesungguhnya dari pidato bapak presiden...Substansi, teman-teman. Terima kasih! ~ Muhammad Qodari
Terkait demonstrasi di Kalimantan akibat pemadaman listrik yang menyebabkan kematian ribuan ayam, Gubernur Kalimantan Selatan balik menyalahkan peternak karena tidak memiliki genset. Baginya, pembelian genset merupakan keharusan sebagai antisipasi terhadap risiko usaha. Namun ia tetap mengakui bahwa pemadaman tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat. Ia menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak PLN dan meminta masyarakat bersabar menunggu pemulihan hingga bulan Agustus. [144]
Pertamina akhirnya mengumumkan penurunan harga BBM pada tanggal 1 Agustus 2026, dengan rincian:
- Pertamax Turbo turun dari Rp19.300/liter menjadi Rp18.300/liter
- Pertamax Green 95 turun dari Rp17.000/liter menjadi Rp16.600/liter
- Pertamax (RON 92) turun dari Rp16.250/liter menjadi Rp15.950/liter
Sementara untuk Pertamina Dex tetap Rp 21.150/liter dan Dexlite tetap Rp 19.700/liter[145]
Pengunduran diri Gubernur BI
Di tengah maraknya demonstrasi dan rupiah yang terus melemah, Gubernur BI Perry Warjiyo mendadak mengundurkan diri dengan alasan masalah pribadi. Pengumuman pengunduran dirinya tidak dilakukan oleh dirinya sendiri, tapi oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Untuk sementara jabatannya diisi oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, sebelum Gubernur BI yang baru dipilih dan diangkat. [146]
Penanganan
Polisi kembali dikritik karena menurunkan terlalu banyak personelnya untuk mengamankan unjuk rasa. Mereka juga disorot karena melarang Patung Kuda sebagai tempat unjuk rasa, yang di bulan sebelumnya sudah berkali-kali digunakan oleh berbagai pihak.[147]
Pada tanggal 22 Juli 2026, demonstrasi yang digelar Jaringan Intelektual Hukum Nasional di depan Gedung Kejaksaan Agung, sempat rusuh karena aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan polisi,[148] dan aksi pembakaran ban.[149]
Kritik
Tidak tanggapnya pemerintahan terhadap aspirasi demonstrasi memunculkan kekhawatiran bahwa gerakan ini bisa berekskalasi menjadi mirip peristiwa Nepal.
...jangan anggap enteng. Jika frustasi rakyat menjadi, peristiwa Nepal bisa terjadi di Indonesia.[150]
~Ari Junaedi, Pengamat Politik
Politikus PDIP, Hasto Kristiyanto, mengingatkan hal serupa, bahwa jika pemerintah terus abai, maka ada isu demonstrasi akan makin membesar di Bulan Agustus 2026, dengan risiko kondisi terekskalasi jadi setara dengan momen penggulingan penguasa seperti yang terjadi di Nepal pada tahun 2025.
Ketika kritik ditutup dengan tembok-tembok kekuasaan, maka yang terjadi seperti kasus Nepal.
- ~Hasto Kristiyanto[151]
Boy Anugerah, di kolom kompas menulis artikel senada, yang menjelaskan demonstrasi di Nepal dan Bolivia, dan bagaimana pemerintah seharusnya belajar agar hal serupa tidak terjadi di Indonesia dan menyinggung pula memori Reformasi 98. [152]
Situasi di Nepal tahun lalu yang kecau bukan sekadar menjadi studi komparatif bagi pemerintah Indonesia dalam mengelola demonstrasi, tapi lebih kepada sarana untuk menjadi rezim pemerintahan yang lebih arif dan bijaksana dalam mendengar suara rakyat.
- ~Boy Anugerah
Namun pendapat dan kekhawatiran ini dibantah oleh pengamat politik, Jamiluddin Ritonga. Ia menganalisa situasi Indonesia saat ini jauh berbeda saat kudeta terjadi di Nepal.[153]
Project Multatuli juga menurunkan laporan bahwa terjadi upaya pengontrolan narasi melalui misinformasi dan disinformasi oleh Badan Komunikasi RI dengan tudingan bahwa kritik, demonstrasi, media, dan organisasi masyarakat sipil digerakkan atau didanai oleh kepentingan asing. Laporan ini juga membahas klaim sepihak Bakom RI dalam merangkul 40 homeless media sebagai mitra pemerintah, yang kemudian dibantah oleh media-media yang dicantumkan dan diumumkan saat konferensi pers.[154]
Referensi
- ↑ Demo Mosi Tidak Percaya Rezim Prabowo-Gibran: Pastikan Tak Ulangi Kasus BEM UBK dari situs tribunnews
- ↑ Versi Pengamat, Kejadian Nepal Bisa Terjadi di Indonesia, Pemerintah Jangan Anggap Enteng. dari situs jpnn
- ↑ Harga Pertamax Turbo hingga Dexlite Turun Mulai 19 Juli 2026. dari situs rctiplus.com
- ↑ Harga BBM Hari Ini 19 Juli 2026: Pertamax, Dexlite, Shell, hingga BP Terbaru. dari situs detik
- ↑ Rupiah Bergerak di Bawah Rp 18.000, Risiko Global & Domestik Hambat Rupiah Perkasa. dari situs kontan
- ↑ Rupiah Hari Ini 12 Juni 2026, Menguat ke Rp17.930 per Dolar AS Jumat Pagi 12 Juni 2026. dari situs berita mediaindonesia
- ↑ Prabowo Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan: Saya Tidak Ingin Anak-anak Lapar. dari situs detik
- ↑ Gaspol Hari Ini: Melawan Prabowo, Melawan Misi Kenabian. dari situs kompas
- 1 2 Qodari: Presiden Prabowo adalah Juru Selamat. dari video short youtube KompasTV
- ↑ Kepala BGN Nanik S Deyang Ungkap Alasan Pengunduran Diri Lewat Facebook. dari situs berita tribunnews
- ↑ Nanik Curhat Ganti Nomor HP Usai Mundur dari BGN: Capai Diteror. dari situs CNNIndonesia
- ↑ Media, Kompas Cyber (2026-07-30). "Ini Poin-poin Putusan MK agar MBG Dikeluarkan dari Anggaran Pendidikan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-08-01.
- ↑ Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan Cari Negara Lain. dari situs kompas
- ↑ Prabowo Persilakan Warga Tak Puas Cari Negara Lain, Ray Rangkuti: Cara Pandang Otoritarian!. dari situs owrite.id
- ↑ Prabowo: Yang Bilang Beras Mahal, Suruh Tanam Padi Sendiri. dari situs CNN Indonesia
- ↑ Kritik Pernyataan Presiden Soal Beras, Pegiat Konsumen: “Jangan Minta Masyarakat Tanam Padi Sendiri. dari situs kabarnusa.com
- ↑ cuplikan tayangan di instagram.
- ↑ 'Rocky Gerung: Kasus Tom Lembong Bentuk Pemerasan Politik. dari situs gatradewata
- ↑ Prabowo’s Nutrition Agency Shake-Up Reveals Deeper Structural Problems dari situs berita fulcrum.sg
- ↑ Prabowo should not be paying for diplomacy (but he should stop travelling so much). dari situs unimelb.edu.au
- ↑ ‘Payback time’: Indonesia’s ‘dragons’ versus the president. dari situs financial times
- ↑ Prabowo’s clampdown on Indonesian tycoons fuels capital flight. dikutip oleh craincurrency dari bloomberg
- ↑ Why Indonesia's economy is under pressure. dari situs dw
- ↑ Prabowo keeps lying on Palestine. dari situs middleeastmonitor
- ↑ Thai activist group seeks diplomatic protest over Indonesia’s President Prabowo’s meeting with fugitive ex-PM. dari situs asianews network
- ↑ A gold-bar scandal pits Indonesia’s army against its police. dari situs the economist
- ↑ "Indonesia's Prabowo approval rating drops to 51.1%, survey finds". Reuters. 2026-07-27. Diakses tanggal 2026-07-27.
- ↑ Urutan Febrie Tersangka: Ditetapkan Kortas Tipikor, Dilimpah ke Kejagung. dari situs detik
- ↑ Kejagung: Febrie Adriansyah Baru Jadi Tersangka di Kasus Asabri dan TPPU. dari situs kompas
- ↑ Mahfud MD Soroti Prosedur Pelimpahan Kasus Eks Jampidsus Febrie: Secara Hukum Sudah Salah. dari situs kompas
- ↑ Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara. dari situs detik
- ↑ [https://dandapala.com/article/detail/ibrahim-arief-divonis-4-tahun-penjara-di-kasus-korupsi-chromebook Ibrahim Arief Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook ]. dari situs dandapala.com
- ↑ PT Jakarta Sunat Vonis 4 Terdakwa Kasus Minyak Mentah Jadi 7 dan 8 Tahun Bui. dari situs detik
- ↑ Divonis 4,5 Tahun Penjara di Kasus Impor Gula, Tom Lembong: Saya Terbukti Tidak Punya Mens Rea. dari situs hukumonline
- ↑ Fakta-fakta Penggeledahan Cafe de'Clan Cipete dan 11 Tempat Lain, Siapa yang Disasar Polisi?. dari situs kompas
- ↑ Polda Metro Pastikan Dolar hingga Emas 74 Kg di Kasus Febrie Adriansyah Asli. dari situs detik
- ↑ PKB Usul Panja Komisi III Buka Aduan Pemerasan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dari situs kompas
- ↑ Rocky Gerung: Kasus Tom Lembong Bentuk Pemerasan Politik. dari situs gatradewata
- ↑ "Skandal Jampidsus: Korupsi Asabri Tan Kian". Tempo. 2026-07-12.
- ↑ Sorotan Penahanan Eks Jampidsus Komisi III DPR Kritik Perlakuan Istimewa. dari situs pikiran rakyat
- ↑ Sprindik Baru Jaksa, Status Febrie Adriansyah Masih Saksi. dari situs tempo
- ↑ Polisi Resmi Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka. dari situs berita cnbc indonesia
- ↑ Kini Pakai Rompi Pink, Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung. dari situs berita detik
- ↑ Jamwas Minta Maaf Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan: Buru-buru. dari situs berita detik
- ↑ Jadi Tersangka dan Ditahan, Febrie Adriansyah Merasa Dikriminalisasi. dari situs CNN Indonesia
- ↑ Survei Poltracking: 72,2 Persen Responden Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran. dari situs kompas
- ↑ Survei Poltracking: Kepercayaan Publik ke Prabowo-Gibran 81,5%. dari situs poltracking.com
- ↑ Survei Indopol: Kepuasan terhadap Prabowo Menurun. dari situs tempo
- ↑ Survei Puspoll Indonesia: 64,8 Persen Publik Puas Kinerja Prabowo. dari situs berita kompas
- ↑ SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Turun 30 Persen. dari situs berita tempo
- ↑ Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam. dari situs suara
- ↑ antaranews.com (2026-07-31). "Survei IDM tunjukkan kepuasan publik terhadap Prabowo 81,5 persen". Antara News. Diakses tanggal 2026-07-31.
- ↑ Putra, Agil Trisetiawan. "Jurnalis Solo Raya Gelar Aksi Damai Protes Sebutan 'Londo Ireng' dari Prabowo". detikjateng. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ Widharsa, Chuk Shatu. "Jurnalis Bondowoso Aksi Damai Sikapi Ucapan 'Londo Ireng' dari Prabowo". detikjatim. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ Purwanti, Fima. "Jurnalis Blitar Aksi Gelar Kartu Pers Tolak Disebut 'Londo Ireng'". detikjatim. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ Hendra, Adhitya (2026-07-27). "Geram Disebut 'Londo Ireng', Wartawan Malang Raya Demo Tuntut Maaf Prabowo". TIMES Indonesia. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ "Bukan Minta Maaf, Pihak Istana Justru Mempertegas Soal Jurnalis Londo Ireng". Wartakotalive.com. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ 750 Mahasiswa dan Warga Demo di Jakarta Hari Ini, Polisi Larang Aksi di Bundaran HI. dari situs berita kompas
- ↑ "Ada Demo di DPR, Masyarakat Diminta Cari Jalur Alternatif". Tempo. 19 Juni 2026 | 18.12 WIB. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ Dua Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini, Waspadai Macet di Lokasi Berikut'. dari situs kompas
- ↑ Titik Aksi Demo Jakarta Hari Ini: Kejaksaan dan Kantor OJK. dari situs tirto
- ↑ Ratusan Massa Geruduk Kantor Hotman Paris di Kelapa Gading, Polisi Siaga Amankan Aksi Unjuk Rasa. dari situs mediabudayaindonesia
- ↑ Ramai-ramai Kecam Hotman Paris Rendahkan Martabat Wartawan. dari situs CNN Indonesia
- ↑ Ada Dua Demo di Jakarta Hari Ini, Hindari Potensi Macet di Lokasi Berikut. dari situs kompas
- ↑ BEM Nusantara Jatim Demo di Kejati, Desak Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diadili. dari situs ompas
- ↑ Demo di Kejagung Ricuh, Massa Bakar Ban-Blokade Jalan Terkait Kasus Eks Jampidsus Febrie. dari situs berita kompas
- ↑ Mahasiswa Bakar Ban dan Dirikan Tenda di Kejagung, Aksi Demo Berlanjut hingga Malam. dari situs rctiplus
- ↑ update di media sosial X.
- ↑ Update di akun media sosial threads.
- ↑ Update di media sosial instagram.
- ↑ Aliansi Guyub Jateng Geruduk Kantor Gubernur, Tuntut Penghentian Kriminalisasi Pejuang Lingkungan. dari situs tribunnews
- ↑ Ratusan Massa Demo Kantor Gubernur Jateng, Soroti Konflik Agraria hingga Dugaan Kriminalisasi. dari situs jatengnews
- ↑ Ratusan Angkot Kepung Kantor Dishub Jatim, Frontage A. Yani Ditutup. dari situs suara surabaya
- ↑ Massa Geruduk Kejati Sumbar, Protes Dugaan Penjemputan Paksa Peserta Aksi. dari situs kompas
- ↑ [https://megapolitan.kompas.com/read/2026/07/23/08521861/mahasiswa-dan-ojol-demo-di-jakarta-hari-ini-waspadai-potensi-lalin-macet Mahasiswa dan Ojol Demo di Jakarta Hari Ini, Waspadai Potensi Lalin Macet dari situs kompas
- ↑ Lempar Telur Busuk ke Spanduk Bergambar Febrie Adriansyah, Aksi AMI Gegerkan Kejati Jatim. dari situs expost.co.id
- ↑ "Demo GPMI-I Berlanjut di DPRP Papua Tengah, Massa Tuntut Pelanggaran HAM Intan Jaya Dituntaskan". Tribunpapuatengah.com. 2026-07-26. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ Empat Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini, Waspadai Macet di Lokasi Berikut. dari situs berita kompas
- ↑ Demo di Kejagung, Massa Lempar Tikus. dari situs berita liputan6
- ↑ "Ratusan Petani Tembakau Geruduk Kemenko PMK Tolak Pembatasan TAR dan Nikotin". Warta Ekonomi. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ Demo Jakarta Hari Ini Pukul 10.00 dan 13.00 WIB, Warga Kwini 8 Bersatu dan Mahasiswa Turun ke Jalan. dari situs tribunnews
- ↑ klikjatim.com (2026-07-27). "Demo di Balai Kota Malang, Jurnalis Tuntut Prabowo Cabut Ucapan Londo Ireng". KlikJatim. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ Kafi, Muhammad (2026-07-27). "Bawa Isu Oknum Jaksa "Jual Beli" Vonis, Aksi Massa di Kejari Pati Diwarnai Bentrok Saling Dorong". Kompas. Diakses tanggal 2026-07-27.
- ↑ Dewa, Beni (2026-07-27). "Kejaksaan Pati Jadi Sasaran Demo AMPB, Diwarnai Lemparan Telur Busuk". Suara Merdeka. Diakses tanggal 2027-07-27.
- ↑ Ramdhani, Ahmad Rizal (2026-07-27). "Tuntut Percepatan Pelebaran Jalan, Warga Bojonegara dan Puloampel Bakal Aksi Tiga Hari". radarbanten.co.id. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ Redaksi (2026-27-07). "Memanas, Massa Demo PT Garam, Bawa 8 Tuntutan". B-news. Diakses tanggal 2026-07-27.
- ↑ Redaksi (2026-07-27). "Aksi Demo Jilid II Korban Banjir, Demonstran Tuntut Bantuan Stimulan ke Pusat Via Zoom". Waspada. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ jambi-independent.co.id. "Temui Mahasiswa Demo di Kantor Bupati Muaro Jambi, Anggota DPR RI Syarif Fasha Bicara Pencemaran Lingkungan". jambi-independent.co.id. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ Tungkal, Lintas (2026-07-27). "Tuntut Usut Korupsi Rp8,9 Miliar dan Penjualan Lahan Desa, Ratusan Warga Dusun Mudo Geruduk Polda Jambi". LINTASTUNGKAL. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ "IMM Demo di Kejari Batam, Desak Penegakan Hukum Transparan dan Adil". BatamNow.com. 2026-07-27. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ Admin. "Ratusan Mahasiswa Bukittinggi Demo ke DPRD, Tuntut Proses Hukum Berjalan Sesuai Ketentuan". kaba12. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ Nurhaliza, Ridha (2026-07-27). "Demo Kesulitan Solar, Sopir Ungkap Keterlibatan SPBU, Pelangsir Hingga Oknum Aparat". Berkatnews TV. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ Wuisan, Deidy (2026-07-27). "Demo Berujung Ricuh, PD Pasar Manado Duga Bukan Pedagang di Balik Penyerangan dan Pengrusakan Pasar Bersehati | BeritaManado". Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ Savi (2026-07-27). "Pedagang Pasar Bersehati Manado Demo soal Pagar". IDN Times Sulsel. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ "Aksi Bakar Ban Aliansi Mahasiswa Tuntut Propam Polda Sulbar Usut Kasus Etik Kapolres Pasangkayu". Tribun-sulbar.com. 2026-07-27. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ faktared2 (2026-07-29). "Ketua IPMA Pasangkayu Nyatakan Mosi Tidak Percaya Terhadap Kapolda Usai Demo di Depan Markas Polda Sulbar - majalahfakta.id". Diakses tanggal 2026-07-29. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ Media, Kompas Cyber (2026-07-28). "Ada Dua Demo di Jakarta Hari Ini, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ "Emak-Emak dan Polwan Saling Dorong di Depan Kantor Wapres, Massa Tuntut Gibran Tunjukkan Ijazah". Kompas.tv. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ Kp, Edp (2026-07-28). "Pemadaman Listrik Berulang, Warga Demo PLN". Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ "'Kami Bukan Londo Ireng', Jurnalis Makassar Demo Hari Ini di Flyover". Tribun-timur.com. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ Aditya. "LSM Abdi Lestari Kembali Demo Polda Riau, Desak Usut Aktor di Balik Aktivitas Ilegal". www.beritariau.com (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2026-07-29. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Pangaribowo, Wisangseto (2026-07-28). "Berawal Bakar Ban, Massa dan Keamanan Saling Dorong Saat Demo Masalah Sampah di Yogyakarta". Kompas. Diakses tanggal 2026-07-28.
- ↑ "Kantor PLN Palangka Raya Didemo, Massa Tuntut Listrik Normal dan Ganti Rugi". Intim News. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ "Jurnalis Bumi Bung Karno Tolak "Londo Ireng" dan Tuntut Klarifikasi serta Permintaan Maaf – Lentera TV". 2026-07-28. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ "2 Titik Demo Jakarta Hari Ini Rabu 29 Juli 2026, Cari Jalur Alternatif". Tribunbekasi.com. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ Immaduddin, Raihan (2026-07-29). "Demo Jakarta Hari Ini: Dua Aksi Digelar di Kejagung dan Kantor OJK, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas". AFU.id. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ "PP HIMMAH Demo Kejagung, Desak Bongkar Seluruh Dugaan Kasus Yang Menyeret Febrie Adriansyah - trennews.id". 2026-07-29. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ Fathurohman, Irfan (2026-07-29). "Mahasiswa Gelar Aksi di Kejagung, Minta Rumah Febrie Adriansyah Digeledah". IDN Times. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ "Demo Hari Kedua, Massa Tebar Bangkai Ayam di Kantor PLN Palangka Raya". Intim News. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ "Demo Pemadaman Listrik, Ini 10 Poin Tuntutan Aliansi Masyarakat Kalsel Bersatu ke PLN". Banjarmasinpost.co.id. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ admin (2026-07-29). "Demo Kasus Dana Hibah KONI: Tidak Bakar Ban, Maulan Bawakan Kejari Makassar Ayam Jantan". Legion News. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ "Aksi Palang Kantor, Ini Hasil Tatap Muka Pengusaha OAP dan PUPR Papua Tengah". Tribunpapuatengah.com. 2026-07-29. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ Delpiera, Reska (2026-07-29). "Unjukrasa ke Balaikota Bukittinggi, Puluhan Mahasiswa Teriakan Satuan Polisi Preman Pemko". infoSumbar. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ "MK Larang Anggaran Pendidikan di APBN Dipakai untuk MBG". nasional. Diakses tanggal 2026-07-30.
- ↑ "Ratusan Mahasiswa UI Demo di MK, Tolak Anggaran Pendidikan untuk MBG". portaljtv.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-07-30.
- ↑ "Ada Demo di Patung Kuda dan Kantor BGN Jakarta 30 Juli 2026, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif". TribunStyle.com. Diakses tanggal 2026-07-30.
- ↑ Media, Kompas Cyber (2026-07-30). "Demo Mahasiswa Papua di Patung Kuda Jakpus Diwarnai Bakar Ban, Polisi Semprotkan APAR". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-08-01.
- ↑ AmpuhNews, Redaksi (2026-07-30). "Demo di Kantor Gubernur, SIRA Minta DLHP Usut Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh PT Pusri". AMPUH NEWS. Diakses tanggal 2026-07-30.
- ↑ hariansib.com (2026-07-30). "Jurnalis dan Organisasi Sipil di Medan Gelar Aksi Tolak Pernyataan Prabowo soal "Londo Ireng"". Harian SIB. Diakses tanggal 2026-07-31.
- ↑ Haq, Arina Zulfa Ul. "Jurnalis Jateng Demo di Semarang, Bawa 'Londo Ireng' Bertopeng Giant". detikjateng. Diakses tanggal 2026-07-31.
- ↑ "Insan Pers Nganjuk Lepas Kartu Pers dan Tabur Bunga, Protes Istilah 'Londo Ireng'". Tribunjatim.com. Diakses tanggal 2026-07-31.
- ↑ Rahmatan, Zulvan (2026-07-30). "Demo Pemadaman Listrik Bergilir, Massa Serahkan Batu Bara ke Petinggi PLN UP3 Banjarmasin". Radar Banjarmasin. Diakses tanggal 2026-07-30.
- ↑ "GM PLN Tolak Teken Tuntutan Massa, Aliansi GPG Ancam Demo Setiap Hari". Intim News. Diakses tanggal 2026-07-30.
- ↑ "Mahasiswa di Makassar Demo, Tuntut Hentikan MBG dan Dana Pendidikan Dikembalikan | BERUT". Kompas.tv. Diakses tanggal 2026-07-30.
- ↑ PEDOMAN.MEDIA. "KPH Masyarakat Daraga Demo di PN Sengkang, Minta Hakim Putuskan Perkara dengan Adil". PEDOMAN.MEDIA. Diakses tanggal 2026-07-30.
- ↑ Simon, Eliazar (2026-07-30). "Kejari Tarakan Janji Jawab Tuntutan PMII Senin Depan, Bantah Tidak Transparan". Radar Tarakan | Jawa Pos Group. Diakses tanggal 2026-08-01.
- ↑ Media, Kompas Cyber (2026-07-31). "Dua Demo Berlangsung di Jakarta Hari Ini, Berikut Lokasi yang Perlu Dihindari Pengendara". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-08-01.
- ↑ "Duduk Perkara Demo 10 Ribu Pesilat di Kantor Debt Collector Surabaya". nasional. Diakses tanggal 2026-08-01.
- ↑ AmpuhNews, Redaksi (2026-07-31). "JAKOR Sumsel Gelar Aksi di DLHP, Desak Penegakan Hukum terhadap Dugaan Pelanggaran Lingkungan Perusahaan Sawit". AMPUH NEWS. Diakses tanggal 2026-08-01.
- ↑ Amar, Jum (2026-07-31). "Demo di Batui Berlanjut, Massa Tahan Kendaraan Perusahaan Usai Pembongkaran Paksa Blokade Jalan". Obormotindok.co.id - Portal Media Terkini Sulteng. Diakses tanggal 2026-08-01.
- ↑ Prabowo: Saya Diserang karena Ingin Beri Makan Bergizi. dari situs tempo
- ↑ Berantas Stunting Diserang, Prabowo Ungkap Kefatalan Lain Tapi Tidak Ada Investigasi. dari situs viva
- 1 2 Debat Seru Bakom RI vs BEM UI: Qodari Jelaskan dengan To The Point Memahami Program MBG bagi Dunia Pendidikan. dari situs kabarindo
- ↑ Berapa Gaji Ulta Levenia Nababan Sebagai Tenaga Ahli Utama KSP? Disorot Usai Hina dan Samakan Jas Almamater UI dengan Daster. dari situs jawapos
- ↑ Tenaga Ahli KSP Ulta Levenia Disorot Usai Diduga Samakan Jas Almamater UI dengan “Daster”. dari situs indopolitika
- ↑ [https://www.instagram.com/leveenia/reel/Da-Smosv1SI/?hl=en Cuplikan Rells Instagram
- ↑ Masyarakat Ngeluh Harga Pangan Naik Selama MBG, Mendag Bilang Begini. dari situs wartaekonomi
- ↑ Prabowo Klaim Atasi Kebocoran Anggaran Rp 300 T untuk Biayai MBG dan Bangun Jembatan. dari situs kompas
- ↑ Prabowo Blak-blakan Bilang "Londo Ireng" Masih Ada di Indonesia. dari situs cnbcindonesia
- ↑ AJI Desak Prabowo Minta Maaf atas Pernyataan 'Londo Ireng' yang Dikaitkan dengan Wartawan. dari situs berita timesindonesia
- ↑ Ucapan Prabowo soal Londo Ireng Berisiko Tingkatkan Represi. dari situs berita tempo
- ↑ "Jurnalis Demo Dicap Londo Ireng oleh Prabowo, Mahfud MD: yang Berkaitan dengan Asing kan Pemerintah". TribunTrends.com. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ "Istana Tak Minta Maaf Soal Label 'Londo Ireng' Prabowo, Hasan Nasbi Sebut Publik Salah Berpikir". Suryamalang.com. Diakses tanggal 2026-07-29.
- ↑ Banjar, Koran (2026-07-30). "Gubernur Kalsel soal 5.000 Ayam Mati Akibat Pemadaman PLN: Pengusaha Skala Besar Seharusnya Sudah Siapkan Genset". koranbanjar.com. Diakses tanggal 2026-07-31.
- ↑ "Harga Pertamax Turun Mulai 1 Agustus 2026". ekonomi. Diakses tanggal 2026-08-01.
- ↑ Prabowo Bakal Terbitkan Keppres Pemberhentian Perry Warjiyo dari Gubernur BI. dari situs detik
- ↑ Polisi Larang Mahasiswa Unjuk Rasa di Patung Kuda. dari situs tempo
- ↑ Demo di Kejagung Rusuh, Massa dan Polisi Saling Dorong. dari situs tempo
- ↑ Demo di Kejagung Ricuh! Massa Bakar Ban hingga Saling Dorong dengan Polisi. dari situs kompastv
- ↑ Peristiwa Nepal Bisa Terjadi di Indonesia, Prabowo Diminta Tak Anggap Enteng. dari situs genpi
- ↑ Hasto Respons Isu Demo Besar-Besaran Agustus, Ingatkan Soal Revolusi Nepal. dari situs jpnn
- ↑ Belajar dari Nepal dan Bolivia, Ekonomi Sulit Berujung Demonstrasi. dari situs kompas
- ↑ Pengamat Anggap Kecil Kemungkinannya Demo Agustus Berubah Jadi Gejolak Sosial. dari situs jpnn
- ↑ Hari-Hari Wartawan di Bawah Tekanan ‘Departemen Penerangan’ Prabowo dari situs project multatuli