Universitas Internasional Al-Mustafa (MIU) (Arab: جامعة المصطفىٰ العالميةcode: ar is deprecated ; Persia: جامعه المصطفی العالمیهcode: fa is deprecated , Jam'h-e Almistâfi-ye Al'alâmih) adalah sebuah lembaga institut seminari gaya universitas, Islam, dan akademik internasional di Qom, Iran yang didirikan pada tahun 1979. Lembaga ini memiliki cabang-cabang internasional dan sekolah-sekolah afiliasi.[1]
Kompetisi Al-Quran Internasional untuk Mahasiswa Sekolah Seminari Islam di universitas tersebut
Lembaga ini juga menyediakan kursus seminari Islam Sunni dan Islam Syiah dalam bahasa Inggris, Arab, dan Persia.[4]
Hingga tahun 2020, sekitar 80.000 mahasiswa telah lulus dari Universitas Internasional Al-Mustafa selama bertahun-tahun.[5]
Keanggotaan dalam organisasi internasional
Selain berpartisipasi dalam forum ilmiah-budaya internasional, Universitas Al-Mustafa adalah anggota dari forum dan organisasi ilmiah internasional berikut ini:[6]
Universitas ini didirikan pada tahun 1979. Kantor pusat universitas ini berada di Teheran, namun memiliki cabang di beberapa kota besar lainnya di Iran.[3]
Pada tanggal 8 Desember 2020, Departemen Keuangan Amerika Serikat (di bawah pimpinan Steven Mnuchin) menjatuhkan sanksi kepada universitas ini karena dianggap merekrut mahasiswa untuk bertempur di Suriah.[7][8] Pihak universitas telah menerbitkan sebuah tanggapan terkait hal tersebut.[9]
Kontroversi dan Sanksi
Pada bulan Desember 2020, Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Universitas Internasional Al-Mustafa, dengan tuduhan bahwa lembaga tersebut berfungsi sebagai platform perekrutan bagi Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Pemerintah AS mengklaim bahwa universitas tersebut terlibat dalam perekrutan pejuang asing, terutama dari Afganistan dan Pakistan, untuk perang proksi Iran di kawasan tersebut.[10][11]
Kritik dan Pembelaan
Para kritikus berpendapat bahwa Universitas Internasional Al-Mustafa berperan dalam menyebarkan ideologi revolusioner Iran secara global dan berfungsi sebagai alat untuk memperluas pengaruh Iran. Namun, pejabat universitas dan ulama Iran membela lembaga tersebut, dengan menyatakan bahwa universitas ini mempromosikan perdamaian, persahabatan, dan pemahaman antar bangsa melalui program-program pendidikannya.[11][12]