Topang tahan atau topang kabana dari dwipesawat menyangga sayap atas atas pesawat dan bekerja bersama dengan komponen sayap lainnya seperti tulangan dan kabel terbang untuk mengirimkan beban penerbangan.[1]
Topang tahan juga berfungsi untuk menjaga ketertinggalan dan sudut datang peloyongan sayap. Pengaturan awal atau penyesuaian dalam-layanan dari sudut ini, biasanya dengan bantuan klinometer dan plumb-bob, dikenal sebagai 'kecurangan'.[3][4] Topang tahan ditemukan pada pesawat awal sering terbuat dari kayu dengan kemudian dwipesawat menggunakan aerofoil-belah baja tubular.
Sesekali sayap lebih rendah dari dwipesawat ditempatkan seluruhnya di bawah permukaan bawah badan pesawat, menggunakan topang tahan dan pengaturan tersebut dapat disebut perakitan "topang tahan ventral". Contoh pengaturan ini dari akhir Perang Dunia I adalah biplan tempur dua-kursi British Bristol Fighter F.2, dan tempur eksperimental Jerman Pfalz D.XIV.
Crane, Dale: Dictionary of Aeronautical Terms, third edition, Aviation Supplies & Academics, 1997. ISBN 1-56027-287-2
de Havilland Aircraft Company. The de Havilland DH82A Tiger Moth - Maintenance and Repair Manual, Third Edition . Hatfield, Hertfordshire. The de Havilland Aircraft Company Ltd. (Date unknown)