Tiraspol (bahasa Moldova:Тираспол, pelafalan[tiˈraspol], juga Tirișpolea, Тиришполя;[3][4]bahasa Rusia:Тираспольcode: ru is deprecated ; bahasa Ukraina:Тираспольcode: uk is deprecated ) adalah ibu kota dan kota terbesar di Transnistria, wilayah yang memisahkan diri dari Moldova, di mana kota ini merupakan kota terbesar ketiga. Kota ini terletak di tepi timur Sungai Dniester. Tiraspol adalah pusat regional budaya, ekonomi, pariwisata, dan industri ringan, seperti produksi furnitur dan barang-barang listrik.
Kota Tiraspol modern didirikan oleh generalissimo Rusia Aleksandr Suvorov pada tahun 1792, meskipun daerah tersebut telah dihuni selama ribuan tahun oleh berbagai kelompok etnis.[5] Kota ini merayakan hari jadinya setiap tahun pada tanggal 14 Oktober.[6]
Pada Abad Pertengahan, Tiraspol merupakan zona penyangga bagi kaum Tartar dan etnik Moldova. Pada 1812, Kekaisaran Rusia menguasai Moldova Timur, termasuk Tiraspol, yang diberi nama Bessarabia. Pada 1847, penduduk etnik Yahudi di Tiraspol mencapai 1.406 jiwa. Angka tersebut meningkat menjadi 8.668 jiwa 50 tahun kemudian.
Kekuasaan Tiraspol jatuh ke tangan Jerman pada invasi 1941. Tiraspol kemudian berada di bawah administrasi Romania semasa pendudukan Nazi. Hampir seluruh orang Yahudi lenyap selama pendudukan itu. Tiraspol direbut kembali oleh Uni Soviet pada 1944.
Berkat pendudukan Uni Soviet di Romania semasa Perang dunia II, Bessarabia menjadi bagian dari RSS Moldavia (dahulu ROSS Moldavia). Uni Soviet kemudian menerapkan kebijakan denasionalisasi etnik Romania dengan langkah deportasi maupun meningkatkan jumlah imigrasi etnik Rusia. Walaupun sektor industri Moldova sengaja dibatasi, Tiraspol merupakan kota industri termaju di Moldova. Pada 1959, satu-satunya sinagoge di Tiraspol ditutup oleh pemerintah pusat.
Pada 27 Januari1990, hasil sebuah referendum mendeklarasikan Tiraspol dan kota tetangga Bendery sebagai wilayah merdeka. Transnitria, beribu kota di Tiraspol, resmi diproklamasikan pada 2 September 1990, meskipun kedaulatannya tidak diakui secara internasional.
Demografi
Populasi
Jumlah penduduk Tiraspol sekitar 190.000 pada tahun 1989 dan sekitar 203.000 pada tahun 1992. Sebanyak 41% di antaranya adalah orang Rusia, 32% orang Ukraina (keduanya termasuk dalam kelompok Slavia Timur), dan 18% orang Moldova (orang Rumania).[butuh rujukan]
Akibat situasi politik dan ekonomi yang terjadi setelah proklamasi kemerdekaan (yang tidak diakui) Transnistria, serta emigrasi besar-besaran warga Yahudi pada awal tahun 1990-an, jumlah penduduk kota ini turun di bawah angka tahun 1989, dan sensus Transnistria tahun 2004 mencatat jumlah penduduknya sebesar 158.069 jiwa.[8] Pada tahun 1897, terdapat 31.616 orang yang tinggal di kota Tiraspol.[9] Klasifikasik pada tahun 2004 berdasarkan bahasa sebagai berikut:[10]